Tag: helikopter

Bagaimana Helikopter Bisa Terbang Melayang?

Bagaimana Helikopter Bisa Terbang Melayang?

HELIKOPTER terbang dengan memutar sudu rotor panjang yang penampangnya seperti sayap pesawat terbang. Besar gaya bubung yang dihasilkan sudu-sudu itu dapat diubah-ubah dengan meyesuaikan sudut puntir puntir semua sudu sekaligus. Sementara pembelokan dilakukan degan menyesuaikan setiap sudu selama daur putarannya.

Untuk terbang maju atau mundur, menyamping ke kiri atau kanan, rotor yang berputar dimiringkan ke arah gerakan tadi. Sebuah sudu rotor kecil tambahan, yang dipasang di ekor helikotper, mencegah berputarnya pesawat mengikuti momentum rotor pembumbung, dan dengan demikian menstabilkan terbangnya.

Helikopter dapat melayang diam tanpa bergerak di udara dengan menyeimbangkan bobot pesawat terhadap gaya bubung yang ditimbulkan oleh rotornya.

Rotor Utama

Sudu rotor utama berpenamang seperti sayap pesawat terbang. Arus udara melewati permukaan atas dan bawah sudu sehingga tercipta tekanan rendah di atas yang menimbulkan gaya bubung

Rotor Tambahan

Gaya dari rotor utama helikopter akan memutar seluruh pesawat seandainya tidak ada efek penstabil dari rotor tambahan yang terdapat di ekor.

Naf Rotor Utama

Untuk mempertahankan suatu sikap terbang, penerbang harus menyesuaikan sudut sudu-sudu rotor dengan menggunakan pelat pemiring, suatu alat yang terpasang pada poros rotor. Helikopter dapat terbang, berputar, atau melayang diam menurut bagaimana penerbang mengendalikan pelat pemiring tersebut. Menggerakkan pelat pemiring ke atas dan ke bawah akan mengubah kemiringan sudu rotor. Pelat pemiring dapat juga diserongkan untuk mengubah sudut cakram rotor.[] sumber: national geographic

Penyebab Jatuhnya Helikopter Istri Dubes RI di Pakistan Belum Diketahui

Penyebab Jatuhnya Helikopter Istri Dubes RI di Pakistan Belum Diketahui

ISLAMABAD — Penyebab kecelakaan helikopter di Pakistan yang menewaskan enam orang termasuk istri Duta Besar RI pada Jumat (8/5) pagi, belum pasti.

Menurut pernyataan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad, Kementerian Luar Negeri Pakistan maupun pihak keamanan setempat belum memastikan penyebab jatuhnya pesawat.

KBRI Islamabad telah mengonfirmasi meninggalnya istri Duta Besar RI Islamabad, Burhan Muhammad, Heri Listyawati karena kecelakaan tersebut.

Menurut KBRI, Burhan dan Heri memenuhi undangan dari Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam program Visit of Resident Ambassadors/ High Commissioners to Gilgit-Baltistan yang diagendakan berlangsung dari tanggal 8-11 Mei 2015.

Total peserta yang ikut dalam program tersebut berjumlah 57 orang yang terdiri dari 32 laki-laki, 20 perempuan dan 5 anak-anak. ”Peserta diantaranya 30 Kepala Perwakilan/Duta Besar dan sejumlah isteri Duta Besar beserta anak serta pejabat Pakistan,” kata pernyataan KBRI.

Peserta program berangkat dari Nur Khan Airbase di Islamabad via pesawat pada hari Jumat (8/5) pukul 08:30 waktu setempat menuju ke wilayah Gilgit-Baltistan yang merupakan wilayah utara Pakistan. Mereka tiba pukul 09:30 dan diterima oleh pihak pemerintahan Gilgit-Baltistan.

Jarak antara Islamabad-Gilgit sekitar 480 KM atau 1 jam via pesawat. Pada pukul 10:30, dengan menggunakan 4 (empat) helikopter rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Naltar Valley, wilayah Gilgit-Baltistan.

Dalam perjalanan menuju Naltar Valley, sekitar pukul 12 siang waktu setempat diberitakan bahwa satu helikopter MI-17 dengan penumpang 17 orang mengalami crash landing.

”KBRI Islamabad segera menghubungi pihak-pihak terkait termasuk secara langsung memberikan note verbal ke Kemlu Pakistan untuk mengkonfirmasi berita jatuhnya helikopter tersebut dan mengetahui keselamatan Bapak Duta Besar beserta Ibu,” jelasnya.

Atas dasar note verbal KBRI, secara informal Kemlu Pakistan membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan Dubes RI Islamabad mengalami luka-luka dan istrinya, Heri Listyawati meninggal dunia.

Menurut KBRI, Burhan dirawat di The Combined Military Hospital, Jutial, wilayah Gilgit-Baltistan (berjarak 30 KM dari tempat kejadian). Mengenai jumlah keseluruhan korban dari peristiwa tersebut belum disampaikan secara resmi oleh Kemlu Pakistan.

”Sampai saat release ini dibuat, KBRI Islamabad terus berusaha namun belum berhasil menghubungi Duta Besar,” tambahnya.

Namun, KBRI Islamabad secara intensif berkoordinasi dengan pihak setempat baik untuk pemulangan jenazah Heri maupun penanganan luka-luka Burhan.[] sumber: republika.co.id

Kecelakaan Helikopter Renggut Nyawa Mantan Menteri Malaysia

Kecelakaan Helikopter Renggut Nyawa Mantan Menteri Malaysia

KUALA LUMPUR – Mantan Menteri Malaysia Tan Sri Jamaluddin Jarjis menjadi salah satu korban tewas dalam jatuhnya helikopter nomor AS3655N2 Dauphin (9M-1GB) di Kampung Pasir Baru, Semenyih, Malaysia, pada Sabtu, 4 April 2015. Sebelum insiden itu, Jamaluddin ternyata menghadiri pernikahan putri Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Taman Tasik Sultan Abu Bakar, Pekan, Pahang.

Menurut anggota parlemen dari Bukit Ibam, Datuk Wan Kadri Wan Mahussin, Jamaluddin meninggalkan acara pernikahan lebih cepat karena ada kegiatan makan malam di Kuala Lumpur. “Saya ikut di helikopter itu bersama lima penumpang lainnya,” kata dia kepada Bernama, 5 April 2015. Para penumpang itu adalah, pengusaha Tan Huat Seang; pembantu operasional Aidana Baizieva; pengawal pribadi Jamalauddin, Razakan B. Seran; Sekretaris pribadi Perdana Menteri Malaysia Datuk Azlin Alias; dan pilot Clifford William Fournier.

Wan Kadri mengatakan, Jamaluddin juga ingin mengunjungi salah satu staf yang ayahnya meninggal di Bandar Tun Razak serta mengunjungi tanah yang akan disumbangkan ke pusat tahfiz. Namun, semua rencana itu batal karena cuaca buruk.

Karena batal, ucap Wan Kadri, dia diturunkan di Kota Bahagia, dekat Bandar Tun Razak. Setelah itu, helikopter melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur. “Seharusnya helikopter mendarat di Subang, Kuala Lumpur, sore hari,” ujar dia.

Setelah turun di Kota Bahagia, Wan Kadri melanjutkan perjalanan ke Muadzam Shah, dia mendapat kabar dari temannya ada kecelakaan pesawat yang terjadi. Dan, dia pun mendapat kabar helikopter tidak mendarat di Subang dan ada yang mengatakan helikopter itu jatuh di Kampung Pening, Semenyih, pukul 16.55 waktu setempat. “Saya masih syok. Karena saya berada di helikopter beberapa jam yang lalu,” kata dia. “Saya pun kehilangan sahabat yang sangat peduli terhadap teman-temannya.”

Perdana Menteri Malaysia Najib Rajak mengatakan tim pencarian dan penyelamatan korban kecelakaan sudah menemukan enam mayat di sekitar lokasi kejadian. “Semuanya tewas dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Kuala Lumpur untuk divisum dan diidentifikasi,” kata dia. Walau sudah menemukan jenazah, tim belum bisa memastikan penyebab jatuhnya helikopter. “Kami sedang menginvestigasi penyebab terjadinya kecelakaan.”

Najib mengatakan, tragedi ini menyebabkan duka mendalam. Karena, dia kehilangan dua orang dekatnya, yaitu Jamaluddin dan Azlin. Menurut Najib, Jamaluddin memiliki kedekatan dengan dia dan menjadi sekutu dalam perjuangannya di partai dan perpolitikan Malaysia. Sedangkan Azlin, kata dia, merupakan sosok yang penuh dedikasi, kepercayaan, dan akrab dengan semua orang. “Saya dan keluarga sangat berduka,” katanya.[] sumber: tempo.co