Tag: haji uma

Idul Adha di Mekkah, Ini Harapan Haji Uma untuk Aceh

Idul Adha di Mekkah, Ini Harapan Haji Uma untuk Aceh

MEKKAH- Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, melaksanakan lebaran Idul Adha di Mekkah, Arab Saudi.

Hal ini disampaikannya saat dihubungi portalsatu.com, Selasa 22 September 2015.

“Saya berdoa agar Aceh tetap damai. Semoga ke depan Aceh lebih makmur dan lebih baik lagi,” kata Haji Uma.

Kata dia, doanya hampir sama dengan doa seluruh muslim di Aceh. “Kita ingin Aceh tetap damai seperti sekarang. Kita berdoa agar Aceh lebih baik lagi ke depan,” katanya.

Sebelumnya, Haji Uma juga mengunjungi penginapan jamaah haji asal Aceh di Mekkah, Minggu 21 September 2015. Kedatangan Haji Uma mendapat sambutan hangat dari para jamaah asal Aceh.

“Terasa seperti di Aceh ya,” kata Haji Uma kepada jamaah.

Haji Uma meminta para jamaah haji asal Aceh untuk tetap menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji.

“Jaga kesehatan sehingga kualitas ibadah haji menjadi baik,” kata Haji Uma lagi. [] (mal)

Haji Uma: Inti Berkurban Adalah Keikhlasan

Haji Uma: Inti Berkurban Adalah Keikhlasan

MEKKAH – Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, mengatakan meugang merupakan tradisi dalam kehidupan masyarakat Aceh. Namun, katanya, inti dari berkurban adalah keikhalasan.

“Keikhlasan untuk memberi dan menyantuni bagi yang membutuhkannya,” kata Haji Uma kepada portalsatu.com, Selasa 22 September 2015.

Menurutnya, meugang hendaknya menjadi cara bagi pemimpin di Aceh untuk menyantuni fakir miskin.

“Saya berharap meugang di Aceh bisa menjadi tradisi berbagi antara pemimpin dengan rakyatnya. Antara orang kaya dengan masyarakat biasa. Ini tujuannya, agar masyarakat miskin tetap bisa merasakan sedikit kesenangan,” kata sosok yang tenar lewat film Eumpang Breuh ini. [] (mal)

[Foto]: Haji Uma Kunjungi Penginapan Jamaah Haji Asal Aceh di Mekkah

[Foto]: Haji Uma Kunjungi Penginapan Jamaah Haji Asal Aceh di Mekkah

MEKKAH – Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, mengunjungi penginapan jamaah haji asal Aceh di Mekkah, Minggu 21 September 2015. Kedatangan Haji Uma mendapat sambutan hangat dari para jamaah asal Aceh.

“Terasa seperti di Aceh ya,” kata Haji Uma kepada jamaah.

Haji Uma meminta para jamaah haji asal Aceh untuk tetap menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji.

“Jaga kesehatan sehingga kualitas ibadah haji menjadi baik,” kata Haji Uma lagi.

Haji Uma juga berkesempatan mengunjungi jamaah haji yang sedang sakit.Ia berpesan kepada petugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jamaah.

Beberapa jamaah haji juga berkesempatan foto bersama Haji Uma.

Berikut foto-foto yang dihimpun portalsatu.com dari staf khusus Haji Uma:

haji uma haji 2

haji uma haji

haji uma haji 3

Haji Uma Kunjungi Penginapan Jamaah Haji Asal Aceh di Mekkah

Haji Uma Kunjungi Penginapan Jamaah Haji Asal Aceh di Mekkah

MEKKAH – Senator DPD RI asal Aceh, Sudirman alias Haji Uma, mengunjungi penginapan jamaah haji asal Aceh di Mekkah, Minggu 21 September 2015. Kedatangan Haji Uma mendapat sambutan hangat dari para jamaah asal Aceh.

“Terasa seperti di Aceh ya,” kata Haji Uma kepada jamaah.

Haji Uma meminta para jamaah haji asal Aceh untuk tetap menjaga kesehatan selama melaksanakan ibadah haji.

“Jaga kesehatan sehingga kualitas ibadah haji menjadi baik,” kata Haji Uma lagi.

Haji Uma juga berkesempatan mengunjungi jamaah haji yang sedang sakit.Ia berpesan kepada petugas untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jamaah.

Beberapa jamaah haji juga berkesempatan foto bersama Haji Uma.

Haji Uma Desak Menteri Agama Tambah Kuota Haji Aceh

Haji Uma Desak Menteri Agama Tambah Kuota Haji Aceh

MEKKAH – Senator asal Aceh, Sudirman atau akrab disapa Haji Uma, mendesak pemerintah pusat untuk menambah kuota haji untuk Aceh. Selama ini, pembagian kuota haji di Indonesia dinilai tak sesuai dengan undang-undang.

Kata Haji Uma, Peraturan Menteri Agama nomor 14 tahun 2012 tentang penyelenggaran ibadah haji disebutkan bahwa kuota haji diatur berdasarkan 1/1000 penduduk muslim di setiap provinsi.

“Aceh hari ini jumlah penduduk 5 juta jiwa dengan 98 persen muslim. Seharusnya kuota haji Aceh adalah 5000 orang setiap tahunnya. Namun kenyataan hari ini, hanya 3.111 setiap tahunnya. Jika berpedoman pada peraturan menteri tadi, kuota haji Aceh belum selesai,” kata Haji Uma.

Hal ini diungkapkan Haji Uma dalam rapat di kantor Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi, Mekkah, Sabtu 19 September 2015.

Haji Uma mendesak Menteri Agama untuk merevisi kuota haji untuk Aceh. Terkait hal ini, Menteri Agama menyambut baik dan mengaku akan segera menambah di 2016.

Haji Uma juga menambahkan, penambahan kuota haji untuk Aceh, termasuk kebijakan Saudi yang akan menambah kuota haji untuk Indonesia. [] (mal)

Haji Uma Perjuangkan Bahasa Aceh Masuk Kurikulum Nasional

Haji Uma Perjuangkan Bahasa Aceh Masuk Kurikulum Nasional

LHOKSUKON – Anggota Komite III DPD RI, Sudirman atau kerap disapa Haji Uma, saat ini sedang memperjuangkan bahasa Aceh untuk masuk dalam kurikulum pendidikan nasional.

“Selama ini bahasa Aceh hanya masuk kategori muatan lokal, bukan kurikulum. Hal itu mempengaruhi gairah siswa untuk mempelajarinya karena tidak masuk dalam mata pelajaran ujian nasional,” kata Haji Uma kepada portalsatu.com, di sela-sela pengukuhan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon, Aceh Utara, Senin, 14 September 2015.

Menurutnya, mempelajari bahasa dan budaya daerah itu penting karena mampu menjadi penolong atas degradasi moral yang melanda anak-anak masa kini.

“Tidak masuknya bahasa daerah dalam kurikulum juga berdampak kepada guru saat mengajar. Apalagi jam pelajaran bahasa daerah tidak masuk hitungan jam belajar guru sertifikasi. Alhasil, banyak guru yang mencari jam mengajar tambahan ke sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Haji Uma berharap apa yang diperjuangkannya saat ini dapat membuahkan hasil sehingga guru tidak perlu mencari jam mengajar tambahan ke sekolah lain, tapi cukup mengajar bahasa daerah di sekolah masing-masing.

“Mudah-mudahan apa yang saya targetkan dapat segera membuahkan hasil. Saya harap Disdikpora Aceh Utara dapat terus memantau pemanfaatan dana pendidikan dengan baik agar pendidikan Aceh Utara dapat lebih maju,” kata Haji Uma.[](bna/*sar)

Haji Uma Kukuhkan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon

Haji Uma Kukuhkan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon

 LHOKSUKON- Anggota Komisi III DPD RI Sudriman atau Haji Uma mengukuhkan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon, Aceh Utara, Senin 14 September 2015. Ia mengaku bangga karena sanggar tersebut telah mengharumkan nama Aceh hingga ke tingkat Internasional.

Haji Uma dan rombongan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Aceh Utara disambut dengan iringan tarian Ranup Lampuan. Di sesi akhir juga disuguhkan penampilan Rapai Geleng oleh Sanggar Ratu Ilah Nur. Haji Uma juga ditepung tawar (peusijuek) oleh tokoh masyarakat Lhoksukon.

“Hari ini saya sengaja meluangkan waktu khusus untuk pengukuhan Sanggar Ratu Ilah Nur. Ini merupakan bentuk dukungan kami pada SD Negeri 2 Lhoksukon. Kami bangga karena sanggar ini mampu memperkenalkan budaya Aceh ke nusantara, bahkan luar negeri,” kata Haji Uma kepada portalsatu.com di lokasi.

Dalam kesempatan itu, Kepala SD Negeri 2 Lhoksukon, Fadhillah mengeluhkan perihal rusaknya sarana dan prasarana sekolah paska banjir akhir Desember 2014 lalu. Saat ini hanya 7 ruang belajar yang dapat digunakan secara efektif dari total 15 ruang belajar.

“Kondisi sekolah saat ini sangat memprihatinkan. Selain rusaknya sarana dan prasarana akibat banjir, halaman sekolah juga selalu becek saat hujan. Ruang belajar siswa dan kantor guru tidak layak pakai,” ujarnya.

Namun demikian, Fadhillah mengaku bangga akan prestasi dan kreatifitas guru dan siswa hingga bisa membawa nama Aceh ke tingkat Internasional. Untuk itu, ia memohon dukungan dari Disdikpora Aceh Utara.

Dijelaskan, Sanggar Ilah Nur pertama kali tampil di Perkampungan Pemuda Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Kepulauan Meranti, Riau tahun 2014. Setelah tampil di sana, mereka kembali mendapat undangan untuk tampil di Malaysia.

“Baru-baru ini kami juga mendapat undangan ke Australia dan Mataram. Sejauh ini kami belum memberi jawaban karena ketiadaan dana. Kami berharap untuk ke Australia bisa mendapat dukungan dari Pemkab Aceh Utara. Sedangkan undangan ke Mataram bertepatan dengan ujian siswa,” beber Fadhillah.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Disdikpora Aceh Utara, Ilyas S.Pd mengatakan, Insha Allah pihaknya akan mendukung penuh kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 2 Lhoksukon. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada dewan guru yang telah bekerja keras mencerdaskan siswa-siswanya.

“Untuk kerusakan mobiler dan lainnya nanti akan kita bicarakan lebih lanjut,” ujarnya. []  (mal)

Foto : Anggota Komisi III DPD RI Sudriman atau Haji Uma mengukuhkan Sanggar Ratu Ilah Nur SD Negeri 2 Lhoksukon, Aceh Utara.@ Zulkifli Anwar/portalsatu.com

 

Haji Uma Bantu Alat Tangkap Kepiting untuk Dua Nelayan

Haji Uma Bantu Alat Tangkap Kepiting untuk Dua Nelayan

BANDA ACEH  – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman (Haji Uma) menyerahkan bantuan berupa alat tangkap kepiting untuk dua nelayan dari Kecamatan Kuta Binjai, Kabupaten Aceh Timur.

Bantuan diserahkan langsung oleh Haji Uma kepada Madarwan Zikri, salah satu nelayan dari Aceh Timur. Lokasi penyerahan bantuan ini di Banda Aceh, Jumat, 11 September 2015, sore.

“Karena kedua nelayan itu datang menemui Haji Uma yang sejak dua hari lalu berada di Banda Aceh dalam rangka mengikuti Rapat Kerja DPD RI dengan stakeholder di Provinsi Aceh serta acara ‘DPD RI Goes to Campus’ di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh,” demikian keterangan staf Haji Uma melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Sabtu, 12 September 2015.

Saat penyerahan bantuan itu, Haji Uma turut didampingi sejumlah kru film “Eumpang Breueh”, yakni Mando Gapi dan Bang Him Morning.

Menurut Haji Uma, bantuan tersebut merupakan bantuan pribadinya. Ia berharap dua nelayan dari Aceh Timur dapat memanfaatkan alat tangkap kepiting itu dengan baik meski bantuan tersebut jumlahnya terbatas. “Manfaatkan sebaik-baiknya  sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan dan meringankan beban ekonomi keluarga dari nelayan penerima bantuan,” ujarnya.

Mardawan Zikri mengucapkan terima kasih kepada Haji Uma. Ia mengatakan sangat bersyukur atas bantuan yang diterima mengingat selama ini tidak memiliki pekerjaan dan mengalami beban ekonomi. Dengan bantuan itu telah terbantu permasalahannya selama ini, yakni ketiadaan modal untuk membeli alat tangkap kepiting.[]

Foto: Haji Uma serahkan alat tangkap kepiting untuk nelayan dari Aceh Timur@ist

 

Haji Uma: DPD Hana Teungeut

Haji Uma: DPD Hana Teungeut

BANDA ACEH – Anggota DPD RI asal Aceh Sudirman akrab disapa Haji Uma mengatakan peran DPD RI ke depan akan lebih dirasakan khususnya oleh masyarakat Aceh.

Kamoe hana teungeut, bek peugah-peugah kamoe teungeut. Kami ke sini untuk berdiskusi dengan akademisi untuk kepentingan Aceh agar lebih baik ke depannya,” ujar Haji Uma pada acara ‘DPD RI Goes to Campus’ di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah, Banda Aceh, Kamis, 10 September 2015.

Haji Uma berjanji peran DPD RI dalam membangun daerah akan lebih dimaksimalkan.

“Kita akan terus memperjuangkan Aceh untuk lebih baik dan kita ini bukan tokoh karbitan, hanya saja dibesarkan dengan latar yang berbeda,” kata.[] (idg)

Foto: Sudirman (Haji Uma)

Haji Uma: Saat Ini Telah Terjadi Degradasi Sosial

Haji Uma: Saat Ini Telah Terjadi Degradasi Sosial

LANGSA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sudirman menyatakan saat ini mulai terjadi degradasi berbangsa dan bernegara dalam kehidupan masyarakat, sehingga perlunya sosilaisasi empat pilar kebangsaan secara masif.

“Saat ini telah terjadi degradasi sosial dan budaya di tengah kehidupan masyarakat kita. Untuk itu empat pilar kebangsaan perlu disosialisasikan agar nasionalisme masyarakat kita lebih kuat lagi,” kata senator asal Aceh itu saat membuka sosialisasi “Empat Pilar Kebangsaan” di Langsa, Kota Langsa, Kamis.

Ia juga mengatakan bahwa sosialisasi empat pilar Kebangsaan merupakan amanat undang-undang, di mana anggota DPD juga merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

Karenanya, lanjut Sudirman, sudah menjadi tugas MPR untuk menyosialisasikan empat pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Menurut Sudirman, saat ini perhatian masyarakat soal budaya mulai luntur, begitu juga dengan persatuan dan kesatuan serta sikap saling menghargai telah pudar digerus perkembangan zaman.

“Hal inilah yang menyebabkan kita pesimis dengan budaya sendiri dan tentang berbangsa dan bernegara,” katanya.

Sekarang, sambung Sudirman, banyak orang merasa bangga dengan popuralitas negara lain, sehingga melupakan keaslian karakter bangsa sendiri.

Untuk itu, dia mengajak semua komponen masyarakat agar kembali kepada falsafah dan cara pandang kehidupan berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila.

“Empat pilar Kebangsaan adalah pedoman dalam kehidupan kita sebagai warga negara. Implementasi nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila, UUD ’45 serta Kebhinekaan adalah perekat keutuhan NKRI,” kata  Sudirman dihadapan puluhan tokoh pemuda, ulama dan masyarakat.

Selain Sudirman, Kepala Dinas Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Kota Langsa Agussalim juga tampil sebagai narasumber pada acara sosialisasi itu. | sumber: antara