Tag: gubernur zaini

Video: Sejumlah Ulama Aceh Peusijuk Doto Zaini dan Istri

Video: Sejumlah Ulama Aceh Peusijuk Doto Zaini dan Istri

BANDA ACEH – Sejumlah ulama kharismatik Aceh menyambut dan mem-peusijuek Gubernur H. Zaini Abdullah beserta istri, Hj. Niazah A Hamid, yang baru saja tiba di Aceh usai melakukan ibadah haji di Baitullah, Rabu, 7 Oktober 2015. Prosesi peusijuk ini dilakukan oleh sejumlah ulama di ruang adat Meuligoe Gubernur Aceh.

Peusijuek diawali oleh Abu Kuta Krueng, kemudian dilanjutkan oleh Abu Tumin, Abu Mustafa Ahmad, Waled Marhaban, Abah Yunus Thaibi, Abu Armia Ahmad dan diakhiri oleh Abi Khairuddin.

Acara peusijuek diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Abu Paya Pasie dan ditutup dengan sesi poto bersama. Selanjutnya para hadirin yang telah memenuhi pendopo beramah-tamah dengan gubernur dan istri.[]

Angka Kemiskinan Bertambah, RKIH Kembali  Desak ‘Zikir’ Mundur

Angka Kemiskinan Bertambah, RKIH Kembali Desak ‘Zikir’ Mundur

BANDA ACEH – Rumah Kreasi Indonesia Hebat (RKIH) mendesak Gubernur Zaini Abdullah mundur dari jabatannya.

Hal ini terkait laporan BPS Aceh yang menyebutkan adanya penambahan jumlah warga miskin hampir 15 ribu orang pada September tahun ini dibanding bulan yang sama, tahun lalu. Menurut BPS penambahan jumlah ini terkait rendahnya serapan anggaran pemerintah.

“Kita khawatir jika pemerintah Zikir terus memaksa kehendak untuk melanjutkan sisa kepemimpinan nya yang tersisa 2 tahun Lagi, maka kemiskinan di Aceh akan terus merajalela,” kata Ketua RKIH Provinsi Aceh, Iswandi M. Pd, kepada portalsatu.com, Kamis 17 September 2015.

“Kalau kemiskinan terus meningkat angka kriminal juga akan meningkat,” ujar mantan Pembantu Dekan III FKIP USM ini lagi.

Katanya, ia berharap Gubernur Zaini memberikan contoh teladan kepada semua rakyat Aceh dengan meletakkan jabatannya sebagai gubernur karena gagal mensejahtrakan rakyat Aceh.

“Beliau yang lama bermukim di luar negeri harus berani membudayakan seperti budaya di luar negeri. Dimana jika pemimpin nya gagal berjiwa besar mengundurkan diri secara terhormat,” kata Iswadi.

Iswadi menegaskan permintaan itu tidak ada unsur politis, akan tetapi murni karena Pemerintah Zikir Gagal.

“Terlepas dengan kepentingan apapun dan siapapun Pemerintah Zikir sudah terbukti gagal mensejahtrakan rakyat Aceh. Dimana angka kemiskinan terus meningkat. Sedangkan dana Otsus banjir mengalir ke Aceh, rakyat Aceh ibarat tikus yang mati di lumbung padi akibat kelaparan,” katanya.

“Kepemimpinan pemerintah Zikir makin menyengsarakan rakyat Aceh, kalau dulu waktu pemerintah Irwandi – Nazar ada JKA dan rakyat bisa berobat gratis dengan prosedur yang sangat mudah tinggal membawa KTP Aceh atau KK, akan tetapi ketika Zikir berkuasa malah semuanya menjadi rumit sehingga terkesan rakyat miskin dilarang sakit,” ujarnya lagi. [] (mal)

Ini Agenda Gubernur Zaini Hari Ini

Ini Agenda Gubernur Zaini Hari Ini

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah dijadwalkan menerima pengurus Taman Mini Indonesia Indah di pendopo, Selasa 8 Agustus 2015, pukul 09.00 WIB.

Informasi yang diperoleh portalsatu.com, Gubernur Zaini kemudian juga menerima Komjen Jepang sekitar pukul 11.00 WIB.

Kemudian sekitar pukul 14.00 WIB, Gubernur Zaini juga akan menerima Tim Konvensi Bank Aceh di lokasi yang sama.

 

Gubernur Zaini: Saya Masih Lama Menjabat

Gubernur Zaini: Saya Masih Lama Menjabat

REDELONG – Gubernur Aceh Zaini Abdullah mengatakan masih terlalu awal untuk menyatakan minatnya mencalonkan diri dalam pilkada Aceh 2017 mendatang.

“Masih terlalu dini untuk berbicara soal itu,” kata Gubernur Zaini saat ditemui portalsatu.com di rumah duka almarhum Iklil Ilmi, Senin 3 Agustus 2015.

Zaini mengaku saat ini pihaknya masih fokus pada misi awal untuk pembangunan Aceh di masa mendatang.

“Saya masih lama menjabat. Itu dulu yang harus saya urus,” katanya.

Ia juga mengaku tidak terpancing dengan beberapa calon yang sudah muncul dari kalangan GAM seperti Irwandi Yusuf, Muzakir Manaf dan Zakaria Saman. [] (mal)

Soal Pencalonan Doto Zaini, Aktivis SIRA: Ka Jeut Piyoh Hai..

Soal Pencalonan Doto Zaini, Aktivis SIRA: Ka Jeut Piyoh Hai..

MANTAN aktivis SIRA, T. Ronald, meminta Gubernur Aceh Zaini Abdullah untuk memikirkan kembali rencananya untuk kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2017.

“Pak tua sudahlah. Itulah ucapan yang pantas kita sampaikan kepada Gubernur Zaini Abdullah atas keinginannya mencalonkan diri kembali menjadi Gubernur Aceh. Sungguh tidak sadarnya beliau atas apa yang sedang terjadi selama kurang lebih 3 tahun menjadi Gubernur Aceh,” kata T. Ronald, kepada portalsatu.com, Jumat 24 Juli 2015.

“Sudah gagal tak tahu diri dan sudah beruntung tak tahu menikmati, yang saya maksud dengan sudah gagal disini adalah beliau mantan Menlu GAM, yang dulu bercita-cita memerdekakan Aceh dan ingin membuat Aceh seperti negara-negara di daratan Eropa  sehingga rakyat Aceh mengidam-idamkan hal tersebut itu semuanya juga iming kosong. Tak perlu saya bercerita banyak karena semua rakyat Aceh juga tahu,” kata T. Ronald.

Sedangkan soal maksud dengan sudah beruntung, T. Ronald mengatakan,”Sungguh kita masih teringat bagaimana proses pencalonannya menjadi Gubernur Aceh sehingga beberapa kesempatan diberikan dengan membuka kembali pendaftaran bagi yang ingin mencalonkan dirinya menjadi gubernur. kesempatan itu juga hal istimewa bagi Doto. Namun apa yang terjadi selama dr. Zaini Abdullah menjadi Gubernur Aceh.”

“Mungkin saya akan menceritakan apa yang sedang dirasakan oleh rakyat Aceh saat ini. Yang terjadi saat ini selama beliau menjabat, rakyat Aceh tak ubahnya seperti orang kaya yang sedang kelaparan di dalam sebuah restaurant. Ini sungguh lucu tapi Abu Doto pura-pura tidak tahu atau memang Abu Doto memang belum tahu,” katanya.

Jika memang Gubernur Zaini belum tahu, katanya, maka pada dirinya mengaku ingin memberitahu dengan resmi kepada Gubernur Zaini.

Ka jeut piyoh hai Abu. Ucapan itu sangat pantas kita ucapkan mengingat kondisi kehidupan rakyat Aceh yang sangat memprihatinkan saat ini,” kata T. Ronald.

Din Minimi: Saya Ingin Mengetuk Hati Gubernur

Din Minimi: Saya Ingin Mengetuk Hati Gubernur

LHOKSEUMAWE – Nurdin bin Ismail alias Din Minimi mengaku akan tetap berjuang menuntut keadilan dari Pemerintah Aceh. Hal ini disampaikan Din Minimi kepada portalsatu.com via telepon, Kamis siang, 23 Juli 2015.

“Saya ingin berbicara dari hati ke hati dengan Gubernur selaku orang tua saya,” katanya.

Dia mengaku masih bersembunyi. Lebaran pun dirinya belum sempat lihat orang tua dan anak istrinya. Dengan suara bergetar, Din Minimi amat berharap dapat menyampaikan aspirasinya.

“Bukan urusan pribadi tapi urusan perdamaian dan perjuangan, agar beliau mendengar langsung dari kami yang di bawah” ujarnya.

Ia mengaku sudah tidak berpikir lagi untuk urusan pribadinya. Bilapun harus menjadi korban dirinya sudah siap.

“Saya boleh mati, tapi perjuangan ini pasti ada yang melanjutkan,” katanya.

Ia juga meminta banyak pihak belajar dari konflik Aceh sejak perang Belanda. Menurutnya pemimpin perjuangan di Aceh boleh saja ditangkap atau ditembak, tapi selalu ada yang melanjutkan. “Jadi bang, lon ka siap apapun, karena han mate perjuangan karena mate lon, ingat nyan (jadi bang, saya sudah siap apapun, karena tidak mati perjuangan karena saya mati, ingat itu,” ujarnya.

Din Minimi mengaku amat prihatin dan kesulitan hidup bersembunyi di hutan. Dia juga mengaku tidak bisa mengakses internet sehingga jarang membaca media.

Adak na sinyal pih kiban ta akses bang, lon pake hp nokia sente (walau sinyal ada pun bagaimana kita mengakses bang, saya pakai hp Nokia senter/lawas),” katanya sambil tertawa.

Di sisi lain, Din Minimi meminta kepada siapapun agar tidak mencatut perjuangannya untuk menipu. Dia mengaku tidak akan meminta bantuan apalagi memeras. “Kon nyan tujuan lon, menye sikada mita peng pane meunoe (bukan itu tujuan saya, kalau sekadar cari uang bukan seperti ini mengangkat senjata),” katanya.

Menurutnya kesediaan Gubernur Aceh mendengar suara mantan kombatan akan menjadi obat dari banyak kekecewaan rekan-rekannya. “Jangan diduga macam-macam, kami hanya ingin menyampaikan keluhan kepada pemimpin yang sudah kami perjuangkan,” ujar Din Minimi mengakhiri wawancara.[](bna)

Foto: Din Minimi (berkumis) dan rekan-rekannya dengan Ketua AHF Abdul Hadi (baju putih). @Maulana Amri/portalsatu.com

Doto Zaini Isyaratkan Maju Lagi

Doto Zaini Isyaratkan Maju Lagi

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja SKPA yang semakin melemah dalam masa tugasnya yang tersisa hanya dua tahun lagi. Terkait dengan itu, Gubernur Zaini mengatakan, meski ada keinginannya untuk naik lagi (mencalonkan diri sebagai calon gubernur periode 2017-2022), tapi bukan itu menjadi tujuan utamanya dalam sisa masa waktunya dua tahun lagi.

Pernyataan kekecewaan terhadap kinerja SKPA dan isyarat maju lagi pada Pilkada 2017 disampaikan Gubernur Zaini dalam pidatonya ketika memimpin apel pagi PNS jajaran Setda Aceh pascalibur Idul Fitri 1436 H di halaman Kantor Gubernur Aceh, Rabu (21/7).

Zaini menegaskan, sisa masa kerja Pemerintahan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Zikir) sekitar dua tahun lagi tetap akan dimanfaatkannya untuk melaksanakan apa saja yang sudah menjadi program lima tahunan masa tugas mereka.

Antara lain, kata Zaini, melanjutkan 14 ruas jalan tembus lintas tengah dan jalan lingkar kepulauan Simeulue. Kalau tahun lalu alokasi anggaran untuk program jalan tembus lintas tengah minim, maka tahun depan dan berikutnya akan dialokasikan lebih besar sehingga ruas jalan tembus lintas tengah bisa tuntas dan ada yang fungsional sebelum masa tugasnya berakhir pada 26 Juni 2017.

Gubernur Zaini Abdullah juga mengingatkan agar sisa masa tugasnya yang tinggal dua tahun lagi jangan dianggap hal yang biasa oleh sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA). “Kalau saya ingin naik mencalonkan diri kembali untuk menjadi calon Gubernur Aceh periode 2017-2022 mendatang, tidak ada satu orang atau pihak manapun yang bisa melarangnya,” tandas Zaini Abdullah.

Menjawab pertanyaan Serambi apakah kekecewaan dirinya terhadap kinerja SKPA ada kaitan dengan peran wagub yang belum maksimal, Gubernur mengatakan, “kalau soal itu, cuma masalah komunikasi saja.”

Ke depan, lanjut Zaini, “kita terus akan memperbaiki komunikasi yang belum bagus, menjadi lebih bagus lagi, agar sisa masa kerja kami dengan wagub bisa terselesaikan dengan baik dan masyarakat puas dengan apa yang telah kami kerjakan.” | Sumber: aceh.tribunnews.com

Eks GAM Pase ‘Ngamuk’ di Depan Gubernur Aceh

Eks GAM Pase ‘Ngamuk’ di Depan Gubernur Aceh

BANDA ACEH – Mantan Gerakan Aceh merdeka (GAM), Bakhtiar alias Dek GAM ‘ngamuk’ minta berjumpa dengan Gubernur Aceh, Zaini Abdullah.

Amatan portalsatu.com, Dek Gam meminta bertemu dengan Gubernur Aceh, namun anggota pengamanan tertutup (Pantub) Gubernur Aceh mencegah agar tidak terjadi keributan, karena sedang ramai tamu yang datang ke acara itu.

Lon GAM Pasee, citanyeng bak Tengku Ni (Ketua PA Aceh Utara) Peu Beutoi lon tentara GAM dari Pasee?” ujarnya dengan nada keras.

Kejadian tersebut terjadi setelah acara silaturrahmi, tausiah dan buka puasa bersama keluarga besar DPD KNPI Aceh, di Gedung Pemuda Lamprit Banda Aceh, 28 Juni 2015.

Dek GAM sempat terjadi adu mulut dengan Pantub, ia emosi karena tidak diizinkan untuk bertemu dengan Gubernur Aceh.

Ia juga menceritakan dalam aksi itu bahwa dulu saat Wali Nanggroe berkunjung ke Aceh Utara mereka yang mengawalnya. “Lon hana macam-macam, lon jak lake merempek ngen Gubernur Aceh (Saya tidak akan berbuat macam-macam, saya mau berjumpa dengam Gubernur Aceh),” ujarnya.

Tidak lama setelah itu, ia diizinkan untuk bertemu Gubernur Aceh yang didampingi oleh Wali Nanggroe, Malik Mahmud.

Neubantu lon, lon jak keunoe lon pakek silop (Bantu saya, saya datang kesini pakai sandal),” ujar Dek Gam kepada Gubernur Aceh.

Setelah berjumpa dengan Gubernur Aceh Zaini Abdullah,  Bakhtiar diminta untuk datang ke pendopo Senin 29 Juni 2015. [] (mal)

Delegasi Sumut: Bagaimana Cara Makan Ranup Ini?

Delegasi Sumut: Bagaimana Cara Makan Ranup Ini?

BANDA ACEH – Ada hal unik yang terjadi saat pembukaan rapat koordinasi (Rakor) gubernur se-Sumatera tahun 2015 yang dilaksanakan di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh, Selasa, 12 Mei 2015.

Sebelum acara seremoni dimulai, para tamu undangan terlebih dahulu disambut dengan tarian khas Aceh yaitu tari ranup lampuan.

Tarian ranup lampuan tersebut bertujuan untuk menyambut dan memuliakan tamu. Hal tersebut merupakan kebiasaan masyarakat Aceh yang selalu menghidangkan sirih kepada para tamu.

Saat para penari ranup lampuan tersebut menghidangkan ranup (sirih) kepada para tamu undangan, tiba-tiba delegasi dari Provinsi Sumatera Utara menanyakan bagaimana cara memakan sirih tersebut kepada para penari.

sumut 2

“Bagaimana cara makannya sirih ini,” katanya sambil melihat ranup tersebut berulang kali.

Melihat hal tersebut, Gubernur Zaini Abdullah mengatakan kepada para undangan, bahwa salah satu tradisi Aceh yang masih melekat di masyarakat Aceh adalah memuliakan tamu atau dalam bahasa Aceh disebut peumulia jamee.

“Hal tersebut tergambar dari pepatah Aceh yang mengatakan mulia jamee ranup lampuan, mulia rakan mameh suara,” ujarnya.

“Yang artinya, memuliakan tamu dengan menyuguhkan sirih. Memuliakan sahabat dengan tutur sapa yang manis,” kata gubernur sambil menjelaskan arti dari pepatah tersebut dalam bahasa Indonesia.

Foto delegasi Sumut kebingungan saat menerima ranup/adi gondrong/portalsatu.com