Tag: gerindra

Gerindra dan PPP Aceh Kunjungi Dayah Abu Ahmad Perti

Gerindra dan PPP Aceh Kunjungi Dayah Abu Ahmad Perti

BANDA ACEH – Pengurus Gerindra dan PPP Aceh mengunjungi Dayah Abu Ahmad Perti, Minggu 20 September 2015.

Hadir pada acara ini, Ketua PPP Aceh Teungku H Faisal Amin dan Sekretaris PPP Aceh Edwar M Nur serta Ketua Fraksi PPP di DPRA Teungku Murdani Yusuf. Terlihat juga Ketua Gerindra Aceh TA.Khalid dan Fahmi selaku anggota DPRK Aceh Besar dari Partai Gerindra.

Rombongan mengunjungi Pesantren Darul Mu’arifah di Desa Lam Ateuk Kecamatan Lam Baro, Kabupaten Aceh Besar, usai acara akad nikah kader PPP yang juga anggota DPRK Aceh Besar Teungku Ahmada bin Tgk H Muhammad Perti (Abu Mamplam Golek) di Aula Dayah Putra Darul Mu’arif.

“Kita berkesempatan untuk mengunjungi Dayah Putri Darul Mu’alifah yang letaknya di belakang Dayah Putra Darul Mu’arif,” kata Teungku H. Faisal Amin kepada Portalsatu.com.

Sementara itu, TA Khalid mengaku sangat bersyukur bisa hadir ke dayah tersebut.

“Alhamdulillah saya bersyukur sudah berkesempatan untuk dapat mengunjungi dan bersilaturahmi ke pesantren Darul Mu’arif dan Mu’arifah Abu Mamplam Golek, tempat Ketua PPP Aceh Teungku H Faisal Amin menuntut ilmu dan dibesarkan,” kata TA. Khalid. [] (mal)

Gerindra Aceh Utara Berbenah Diri

Gerindra Aceh Utara Berbenah Diri

LHOKSEUMAWE – Partai Gerindra Kabupaten Aceh Utara melakukan konsolidasi internal di aula Wisma Kuta Karang, Lhokseumawe, Kamis 10 September 2015, pukul 15.00 WIB.

Rapat konsolidasi DPC Gerindra Aceh Utara ini dihadiri oleh Ketua DPD Gernidra Aceh, Ir.H.TA.Khalid, Kordinator Daerah (Korda) Aceh Utara, Teungku Syari Paloh Gadeng, para pengurus DPC Gerindra Aceh Utara dan para Ketua PAC Gerindra se-Aceh Utara.

Kepada portalsatu.com, Ketua DPC Gerindra Aceh Utara, T.Asmoni Alwi, mengatakan sangat bahagia karena Ketua DPD Gerindra Aceh, TA. Khalid dapat hadir dan memberikan arahan langsung.

“Kita sangat bahagia karena Ketua Gerindra Aceh hadir dan memberi arahan langsung kepada kami, para pengurus dan kader Gerindra di Aceh Utara,” katanya.

“Tadi Pak Ketua sudah memberikan arahan dan tata cara pembenahan dan penguatan kepengurusan Gerindra di Aceh Utara secara mendetail dengan kapasitas dan tanggungjawab masing-masing di tingkatan kepengurusan,” ujar dia lagi.

Dirinya berharap para pengurus dapat memahami dan mengoptimalkan diri sebagaimana yang diarahkan. [] (mal)

 

Pengamat Politik UI Sebut Prabowo Pengecut

Pengamat Politik UI Sebut Prabowo Pengecut

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Muhammad Budyatna menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai sosok pengecut. Terlebih di saat kondisi Indonesia yang disebutnya sedang morat-marit.

Prabowo menurut Budyatna, hanya mengiyakan semua keinginan pemerintahan di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau akan begini terus, sebaiknya Prabowo bergabung saja dalam pemeritahan Jokowi-JK dari pada mengaku sebagai oposisi. Tampilannya saja yang gagah, tapi sebenarnya pengecut. Sebagai oposisi tidak seharusnya Prabowo diam melihat kondisi saat ini. Coba tunjukkan pada saya di mana ada demokrasi, ada pemerintahan dan ada oposisi, pemimpin oposisinya diam saja dan malah cenderung mendukung semua yang diputuskan pemerintah. Kalau seperti ini sekalian saja gabung,” ujar Budyatna ketika dihubungi, Selasa (8/9).

Saat ini lanjut Budyatna, tidak seharusnya Prabowo diam, karena sudah hampir separuh rakyat Indonesia memilihnya dan berharap dia menjadi pemimpin oposisi yang benar.

“Sampai detik ini dia takut. Takut pada komentar negatif orang di sosial media. Padahal seharusnya dia sadar faktanya sebagian besar rakyat Indonesia saat ini menaruh harapan padanya untuk melawan berbagai kebijakan Jokowi yang menyengsarakan rakyat. Kalau kemarin dia cuma tampil gagah di atas kuda, sekarang Prabowo ngumpel di bawah perut kudanya,” tegas Budyatna.[] sumber: JPNN.com

Gerindra: Sudah Ada Tanda PAN Merapat ke Pemerintah 7 Bulan Lalu

Gerindra: Sudah Ada Tanda PAN Merapat ke Pemerintah 7 Bulan Lalu

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan bergabung dengan koalisi pemerintahan Jokowi-JK. Ketua DPP Gerindra Desmond Mahesa menilai hal tersebut biasa saja karena sudah diprediksi sejak lama.

“Kalau bicara solid, kapan PAN solid? Dari dulu sudah ada tanda-tanda ke sana, 6-7 bulan lalu sama saja,” kata Desmond di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2015).

Desmond memang sudah lama bicara bahwa tak ada koalisi yang permanen. Bahkan, Desmond memprediksi Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) tak akan ada lagi di pertengahan 2017.

“Saya sudah bilang, KMP itu bukan koalisi yang permanen. Itu kesepakatan yang berani di luar pemerintahan. Partai yang semangat di luar pemerintahan. Pertengahan 2017, KMP-KIH tidak ada lagi, semua berkoalisi untuk 2019,” tutur Wakil Ketua Komisi III itu.

Apakah PAN sudah berkomunikasi dengan meminta izin kepada KMP seperti Prabowo Subianto?

“Ngapain harus izin? Prabowo kan bukan pimpinan PAN,” tuturnya. | Sumber: detik.com

TA Khalid: Calon Tunggal Kepala Daerah Konsekuensi Demokrasi

TA Khalid: Calon Tunggal Kepala Daerah Konsekuensi Demokrasi

BANDA ACEH – Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid, mengatakan gagalnya pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkadasung) serentak di beberapa kabupaten kota karena calon kepala daerahnya tunggal. Persoalan ini, kata TA Khalid, karena lemahnya negara dalam menyiapkan regulasi Pilkadasung serentak.

Menurut TA Khalid, munculnya calon tunggal kepala daerah di beberapa kabupaten kota bukanlah hal aneh dan mustahil.

“Ini terjadi dalam kondisi serta Konsekuensi demokrasi Indonesia seperti ini, maka menjadi aneh ketika pemerintah dan DPR-RI tidak mengkaji kemungkinan calon tunggal saat membuat regulasi Pilkada,” kata tokoh yang akrab dengan mantan kombatan GAM ini.

Katanya, membuka pendaftaran kembali ‎serta bahkan mengundurkan jadwal Pilkadanya, bila calonnya tunggal di suatu daerah ke Pilkadasung serentak tahun berikutnya, bulanlah solusi akhir regulasi.

“Karena disamping partai politik yang telah memberikan dukungan kepada salah satu calon tidak dapat menarik dukungannya lagi. Juga sangat tidak mustahil pada Pilkadasung serentak tahun berikutnya nanti juga tidak ada daerah yang calon kepala daerahnya tunggal lagi,” ujar TA Khalid lagi.

Selain itu, kata dia, ada banyak faktor yang menjadi penyebab tunggalnya calon kepala daerah di beberapa kabupatenkota, seperti diantara karena mungkin terlampau dominan dan polulernya satu pasangan calon di daerah tersebut sehingga tidak ada calon kandidat lainnya yang mau mencalonkan dirinya.

“Atau mungkin karena kemampuan politik akomudatif dari salah satu pasangan calon kepala daerah sehingga dapat menyatukan semua perbedaan partai politik dalam satu barisan kebersamaan untuk mendukungnya menjadi kepala daeranya,” ujar dia.

Menurutnya, menunda-nunda Pilkadasung agar muncul calon kandidat lainnya atau menyiapkan calon kandidat boneka serta bahkan rencana negara ingin menggagalkan atau mengundurkan Pilkadasung di sebuah daerah akan sangat mencederai demokrasi dan sangat berbahaya bila sebuah daerah tidak ada kepala daerah.

“Negara Indonesia harus segera menyiapkan regulasi untuk daerah-daerah yang calon kepala daerahnya tunggal, supaya calon tunggal di daerah tersebut dapat ditetapkan langsung sebagai calon sah kepala daerah dan juga sekaligus ditetapkan langsung untuk dapat dilantik menjadi Kepala Daerah Aklamasi,” kata TA Khalid.

“Sehingga ada kepala daerah terpilih karena dipilih oleh rakyat, ada kepala daerah aklamasi yang pilih Parpol atau dominasi kursi di parlemen,” ujarnya lagi. [] (mal)

 

Diabaikan, PAC Gerindra Seuneudon Kecewa

Diabaikan, PAC Gerindra Seuneudon Kecewa

ACEH UTARA – Ketua Pengurus Anak Cabang Seuneudon,  Asnawi, mengaku kecewa terhadap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) dan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Aceh Utara.

“Kami  dari pengurus Gerindra di tingkat Kecamatan Seunuddon mewakili dari tiga kecamatan lainnya, merasa kekecawaan yang sangat luar biasa kepada H. Anwar Risyen (anggota DPRK) dan Ketua DPC Gerindra Kabupaten Aceh Utrara Tasmuni,” ujar Asnawi kepada portalsatu.com, 30 Juni 2015.

Dikatakannya, kekecewaan itu memiliki alasan, karena sebelum pelantikan H. Anwar Risyen sebagai anggota DPRK Aceh Utara, pihaknya sudah mengatakan dan menyarankan kepada H. Anwar Risyen untuk segera membuat rapat dengan tim, Ketua PAC di Dapil 6 dan semua calon legislatif yang gagal terpilih.

“Termasuk Muhammad Nasir yang  berasal dari satu partai dan kecamatan yang sama, bahkan Muhammad Nasir meraih suara nomor dua terbanyak setelah H. Anwar Risyen. Namun saran dan pendapat kami tidak direspon, bahkan tidak digubris oleh Anwar Risyen,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah berusaha menjumpai ketua DPC Partai Gerindra kabupaten, namun ketua DPC tidak mahu menjumpai mereka dan mendengar pendapat mereka.

“Seharusnya Anwar Risyen harus menyadari dan bersyukur serta mengucapkan terima kasih banyak kepada  kawan-kawan timses dan rekan caleg dari partai Gerindra yang berhasil mengumpulkan suara, sehingga saudara H Anwar Risyen menjadi anggota DPRK Aceh Utara,” ujarnya lagi.

Pihaknya mengaku telah melakukan pertemuan dengan sejumlah ketua PAC di daerah pemilihan 6, beserta penasehat Partai Gerindra untuk membahas persoalan itu.

“Hasil pertemuan tersebut sudah kita kirimkan ke tingkat provinsi dan bahkan tembusannya sudah kita kirimkan  ke tingkat pusat, tinggal kita tunggu apa hasilnya,” ujarnya lagi.

Selain itu, ia berharap dan menghimbau kepada pihak yang kecewa untuk bisa bersabar, karena permasalahan tersebut perlu diluruskan dan perlu untuk diselesaikan secara bersama.

“Karena saya rasa permasalahan ini bukanlah permasalahan yang biasa, kalau kita biarkan nantinya akan berimbas kepada Pemilukada 2017 nantinya,” ujarnya lagi. [] (mal)

Foto Asnawi

Gerindra Siapkan Nama Calon Kepala Daerah

Gerindra Siapkan Nama Calon Kepala Daerah

JAKARTA – Partai Gerindra menyiapkan 260 calon kepala daerah yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah serentak pada Desember mendatang.

“Sebanyak 260 Calon bupati dan walikota, 9 cagub dan wagub. Itu dari semuanya. Itu ada juga ada lintas partai,” kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hasyim Djojohadikusumo usai bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Luhut B Pandjaitan di Kantor KSP, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2015.

Hasyim mengatakan seleksi calon kepala daerah yang mendapat dukungan Gerindra dilakukan oleh sebuah tim.

“Saya salah satu ketua komite yang dibentuk Prabowo. Ada 15 orang. Fit and proper dimulai tanggal 3 Juli dan selesai dua minggu lalu, dua hari sebelum lebaran. Rapat tersebut saya hadir, Pak Prabowo putuskan daftar final sudah ada. Hari ini kalau tidak salah calon bupati, walikota, gubernur datang hari ini di kantor DPP, mereka ada surat rekomendasi,” katanya.

Hasyim mengatakan Partai Gerindra memiliki syarat bagi calon kepala daerah untuk mendapatkan dukungan dari partai tersebut.

“Yang umumnya, ada syarat visi dan misi dari mereka khususnya dari partai lain atau non gerindra itu harus sama dengan Gerindra, pertama harus dukung Pancasila sebagai dasar negara dan kedua mereka harus dukung ekonomi kerakyatan. Kalau mereka menyimpang kami tidak akan dukung. Kami akan pantau kinerja mereka,” tegasnya.

Sementara itu ketika ditanya materi pertemuannya dengan Luhut, Hasyim mengatakan hanya pertemuan biasa dalam rangka silaturahmi.

“Kami membahas situasi umum, ekonomi, hal-hal seperti itu. Umum. Enggak ada politik,” kata Hasyim.[] sumber: antaranews.com

Ini Alasan Gerindra Dukung Mualem Sebagai Cagub

Ini Alasan Gerindra Dukung Mualem Sebagai Cagub

BANDA ACEH – Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid, mengaku pihaknya sudah komit mendukung calon gubernur dari Partai Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, di pilkada 2017.

“Alasannya, kita ingin perdamaian ini berkelanjutan. Kita juga melihat Mualem itu sebagai sosok perekat semua pihak di Aceh,” kata TA Khalid kepada wartawan seusai buka puasa bersama di Kantor Gerindra Aceh, Kamis 9 Juli 2015.

Sedangkan alasan Gerindra menyerahkan calon pendamping sepenuhnya kepada Mualem, TA Khalid, mengaku tak ingin ada lagi perselisihan antara gubernur dan wakil gubernur ke depannya.

“Sudah dua periode, gubernur dan wakil gubernur itu berselisih. Ini yang tidak kita inginkan. Kita tak ingin kejadian serupa terulang lagi. Makanya, kita menyerahkan penuh calon wakil kepada Mualem. Siapa yang dianggap bisa bekerjasama,” kata TA Khalid.

“Di periode ini, Mualem itu panglima. Panglima saja tidak diberikan peran. Nah, ini yang jadi pertimbangan,” ujarnya lagi.

Jika gubernur dan wakil gubernur bisa bekerjasama, kata TA Khalid, maka pembangunan Aceh pun bisa dicapai. Demikian juga dengan cita-cita ingin mensejahterakan masyarakat.

“Teuman dinoe kiban keuneuk sejahterakan? Gubernur dan wakil berselisih. Mualem selaku panglima tidak diberikan peran. Kita tak ingin hal ini terulang,” katanya.

“Kita dukung Mualem. Itu komitmen kita. Gerindra itu partai komando. Komitmen ini sudah bulat,” ujarnya lagi. [] (mal)

Foto: Buka puasa bersama di kantor Gerindra Aceh. @ Istimewa

TA Khalid: Gerindra Komit Dukung Mualem Sebagai Cagub

TA Khalid: Gerindra Komit Dukung Mualem Sebagai Cagub

BANDA ACEH – Ketua Gerindra Aceh, TA Khalid, mengaku pihaknya komit mendukung Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem sebagai calon gubernur di Pilkada 2017.

“Gerindra itu partai komando. Wakilnya dari Mualem, kita tidak ingin intervensi,” ujar TA Khalid kepada wartawan seusai acara buka puasa bersama di kantor Gerindra, Kamis 9 Juli 2015.

Dukungan ini, kata TA Khalid, tanpa syarat apapun. Termasuk jika Mualem kemudian berpasangan dengan wakil di luar kader Gerindra.

“Wakil itu terpulang sama Mualem. Kita ingin memperbaiki Aceh,” katanya.

Sedangkan terkait dengan muncul namanya sebagai salah satu Cawagub Mualem, TA Khalid mengaku tidak bisa berkomentar. Pilihan Cawagub, kata TA Khalid, dipulangkan kepada Mualem serta partai pengusung.

“Kita cuma ingin gubernur dan wakil gubernur kedepan bisa bekerjasama. Masalah wakil, siapa yang bekerja dengan Mualem, ya Mualem sendiri yang bisa memutuskan,” kata TA Khalid.

“Mengenai statemen Mualem di Lido Graha, bahwa akan maju dengan Parnas, mungkin Mualem, merasakan ada yang kurang selama ini. Makanya, mualem ingin wakilnya dari Parnas. Parnas biar bagaimana pun memiliki kakaknya di pusat,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Partai Gerindra Aceh menggelar buka puasa bersama di kantor setempat, Kamis 9 Juli 2015. Acara ini dihadiri ratusan pengurus, kader serta simpatisan Gerindra.

Sejumlah petinggi partai Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), anggota DPR Aceh serta DPR RI asal Aceh, terlihat hadir di lokasi.

Ada juga Ketua Pembina Gerindra Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, yang juga Ketua Umum DPA Partai Aceh.

Tausiah disampaikan oleh Teungku H. Abdurahman BTM. Acara ini juga disertai dengan santunan anak yatim piatu. [] (mal)

[Foto]: Buka Puasa Bersama Gerindra Aceh

[Foto]: Buka Puasa Bersama Gerindra Aceh

PARTAI Gerindra Aceh menggelar buka puasa bersama di kantor setempat, Kamis 9 Juli 2015. Acara ini dihadiri ratusan pengurus, kader serta simpatisan Gerindra.

Sejumlah petinggi partai Koalisi Aceh Bermartabat (KAB), anggota DPR Aceh serta DPR RI asal Aceh, terlihat hadir di lokasi.

Ada juga Ketua Pembina Gerindra Aceh, Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, yang juga Ketua Umum DPA Partai Aceh.

Tausiah disampaikan oleh Teungku H. Abdurahman BTM. Acara ini juga disertai dengan santunan anak yatim piatu.

Berikut foto-foto yang diabadikan selama acara berlangsung:

gerindra 2

gerindra 3

gerindra 4