Tag: fifa

Komite Etik FIFA Skors Blatter dan Platini

Komite Etik FIFA Skors Blatter dan Platini

ZURICH – Komite Etik FIFA pada Kamis menjatuhkan hukuman skors kepada presiden badan sepak bola dunia Sepp Blatter dan pemimpin UEFA Michel Platini selama 90 hari.

Komite etik independen juga menskors Chung Mong-Joon asal Korea Selatan, yang seperti Platini merupakan kandidat presiden FIFA, selama enam tahun.

Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke, yang sudah dibebastugaskan oleh FIFA menyangkut kasus tiket, juga diskors selama 90 hari, demikian AFP.[] sumber: antaranews.com

Malaysia Kena Sanksi FIFA

Malaysia Kena Sanksi FIFA

LAUSANNE – Badan Sepak Bola Dunia (FIFA) Senin menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) karena kerusuhan penonton saat menjadi tuan rumah pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia melawan Arab Saudi 8 September lalu.

Para suporter Malaysia, yang pada pertandingan sebelumnya kecewa karena timnya dibantai Uni Emirat Arab 0-10, menyalakan kembang air sehingga asap memenuhi Stadion Shah Alam saat Arab Saudi unggul 2-1 di menit-menit terakhir. Insiden itu menimbulkan kekacauan di lapangan.

Tidak ada yang cedera, namun sebanyak 11 orang ditahan.

Seperti disiarkan AFP, Komite Disiplin FIFA dalam pernyataannya menyebutkan bahwa FAM bertanggung jawab atas ulah para penonton pada pertandingan itu.

Dengan demikian, pertandingan kualifikasi Piala Dunia berikutnya saat Malaysia menjadi tuan rumah bagi Uni Emirat Arab 17 November mendatang harus dimainkan di stadion tertutup.

FAM juga harus membayar denda 40 ribu dolar AS.

FIFA juga menetapkan bahwa pada pertandingan yang rusuh tersebut Malaysia dianggap kalah 0-3.

Sementara itu Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khlifa mengatakan bahwa pihaknya “sangat prihatin” dengan kerusuhan tersebut dan mendukung investigasi yang dilakukan FIFA.[] sumber: antaranews.com

PSSI Harapkan Sidang PTUN Selesai Sebelum Lebaran

PSSI Harapkan Sidang PTUN Selesai Sebelum Lebaran

JAKARTA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia mengharapkan sidang di Pengadilan Tata Usaha Negara Pulo Gebang Jakarta Timur terkait Surat Keputusan Menpora Nomor: 01307 tentang Pembekuan PSSI agar dapat selesai sebelum lebaran.

Dalam sidang lanjutan yang dijadwalkan Senin (29/6) merupakan pertemuan Kemenpora dan PSSI untuk yang kesembilan kalinya. Adapun agenda untuk sidang adalah pengajuan saksi yang akan dihadirkan oleh pihak tergugat, dalam hal ini Kemenpora.

“Kami siap saja mau berapa pun atau siapa pun saksinya. Kami maunya cepat selesai sidang sebelum lebaran agar pemain, ofisial, dan para pelaku sepak bola hatinya lebih tenang,” kata Direktur Hukum PSSI Aristo Pangaribuan seperti dilansir tim media PSSI di Jakarta, Senin.

Menurut Aristo, PSSI masih tetap dan selalu optimis dengan hasil sidang nanti, asalkan Menpora mau tunduk terhadap hasil keputusan sidang PTUN.

“Kami selalu optimis. Ya mudah-mudahan saja kalau PSSI yang menang, mau atau tidak Menpora tunduk dengan hasil keputusan sidang PTUN nanti”,” katanya.

Sebagai contoh, kata Aristo saat ini putusan sela sudah ada tetapi kegiatan yang dilakukan Kemenpora melalui Tim Transisi masih tetap berjalan dengan mengedarkan surat kepada klub-klub Divisi Utama untuk mengikuti Piala Kemerdekaan.

“Surat tersebut ditandatangani oleh Sekjen Tim Transisi Tommy Kurniawan yang saya tidak tahu kapabilitasnya dan hubungannya di sepak bola. Anda bisa melihat dan menilai sendiri,¿ ujarnya.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan di PTUN pada Kamis (25/6) Kemenpora tetap menyampaikan “legal standing” Ketua Umum PSSI hasil KLB Surabaya 2015 La Nyalla Mattalitti.

“Kami tetap membahas tentang legal standingnya dengan hadirkan dua saksi faktual dan beberapa saksi- saksi ahli,” kata Kuasa Hukum Kemenpora Yusup Suparman di Jakarta, Kamis (25/6).

Dalam sidang tersebut, Kemenpora menghadirkan dua saksi ahli antara lain ahli administrasi negara Maskur Effendi dan ahli hukum tata negara yang juga dosen UGM Refly Harun sebagai pemenuhan agenda mendengarkan saksi ahli.[] sumber: antaranews.com

AS, Kamerun, dan Australia Melaju di Piala Dunia Wanita FIFA

AS, Kamerun, dan Australia Melaju di Piala Dunia Wanita FIFA

Amerika mengalahkan Nigeria 1-0 untuk mengamankan posisi mereka di peringkat pertama klasemen grup Piala Dunia Wanita, sementara Australia dan Kamerun juga berhasil lolos menuju babak selanjutnya pada Selasa (16/6).

Australia bermain imbang 1-1 melawan Swedia di Edmonton dan menempati peringkat kedua klasemen grup D setelah Amerika, dan menempatkan Swedia di peringkat ketiga, sementara Kamerun berhasil mengalahkan Swiss dengan skor 2-1 dan berhak maju ke babak selanjutnya mewakili grup C bersama dengan Swiss.

Di hari yang sama, Jepang mengalahkan Ekuador 1-0 di Winnipeng dan hasil ini mengukuhkan Jepang di peringkat pertama dengan tidak menelan kekalahan sekalipun dari tiga pertandingan yang dilakoninya.

Empat tim terbaik dari enam tim yang berada di peringkat ketiga juga akan berlaga di babak 16 besar dalam turnamen yang berlangsung di Kanada ini. Kepastian tim-tim mana yang akan lolos ke babak selanjutnya akan diketahui pada hari Rabu (17/6) sambil menunggu hasil pertandingan di grup E dan F. Tetapi Belanda yang memiliki empat poin dan Swiss dengan tiga poin ditambah dengan perbedaan gol yang cukup jauh dipastikan akan menjadi dua dari empat tim yang lolos ke babak selanjutnya.

Wambach cetak gol untuk Amerika

Pemain veteran Amerika Abby Wambach menyumbangkan gol di akhir babak pertama dalam pertandingan melawan Nigeria yang berakhir 1-0 untuk kemenangan Amerika di Vancouver.

Ini merupakan gol ke-14 Wambach di Piala Dunia dan gol ini juga mensejajarkan dirinya dengan pemain Jerman Birgit Prinz yang sama-sama berada di tempat kedua sebagai pencetak gol terbanyak setelah pemain Brazil Marta, yang mencetak 15 gol.

Wambach, merupakan salah satu pemain cadangan di pertandingan sebelumnya, memulai pertandingan dengan Alex Morgan penyerang utama, yang kembali ke turnamen setelah mengalami cedera tulang lutut kirinya.

Australia kalahkan Swedia

Australia tahu bahwa satu poin melawan Swedia cukup untuk membawa mereka ke babak selanjutnya, dan berhasil mengamankan posisinya dengan hasil seri.

Lisa De Vanna membawa Australia unggul 1-0 di menit kelima setelah berhasil berkelit dari kawalan pemain belakang Swedia. Di menit ke-15 Swedia mampu menyamakan kedudukan melalui tendangan Sofia Jakobsson dari luar kotak penalti.

Pemain Swedia mendapatkan kesempatan untuk melangkah ke babak selanjutnya meskipun hanya menduduki peringkat ketiga klasemen grup. Kepastian apakah Swedia berhasil lolos ke babak selanjutnya akan ditentukan pada Rabu (17/6).

Lawan Australia di babak kedua adalah Brazil, yang telah mengamankan posisinya di peringkat pertama grup E dengan satu lagi pertandingan yang masih harus mereka jalani. Pertandingan berikutnya akan berlangsung di kotaEast Coast, Moncton.

Kamerun kalahkan Swiss

Pemain Kamerun Madeleine Ngono yang tampil dari bangku cadangan mencetak salah satu dari dua gol di babak kedua dan memastikan Kamerun di peringkat kedua grup C setelah mengalahkan Swiss 2-1.

Swiss unggul terlebih dahulu setelah Ana Maria Crnogorcevic mencetak gol di menit ke-24 dan mampu mengendalikan pertandingan hingga akhir babak pertama.

Namun, Kamerun mampu mencetak gol penyeimbang lewat pemain penyerang Gabrielle Onguene usai paruh pertama. Mani, yang masuk ke lapangan pada menit ke-57, mencetak gol yang ke-40 sepanjang karirnya lima menit setelah bergabung ke lapangan.

Kamerun akan bertanding melawan China di Edmonton pada Sabtu (20/6) di babak 16 besar.

Jepang kalahkan Ekuador

Pemain Jepang Yuki Ogimi mencetak gol di menit ke-5, gol ini cukup untuk mempertahankan kemenangan dari Ekuador dengan skor 1-0. Ini merupakan gol Ogimi yang ke-54 di kancah internasional.

Ekuador sejauh ini kalah 16-1 skor akibat kalah dari Kamerun dan Swiss. | sumber : voaindonesia

Foto: Penyerang AS Abby Wambach (20) dipeluk oleh gelandang Carli Lloyd (10) dan penyerang Alex Morgan (13), setelah berhasil menyarangkan gol dalam pertandingan melawan Nigeria di putaran pertama Grup D, 16 Juni 2015. @voaindonesia

Russia Bakal Investigasi Pendaratan Pertama Amerika di Bulan

Russia Bakal Investigasi Pendaratan Pertama Amerika di Bulan

MOSKOW – Juru Bicara Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin, menyerukan investigasi pada misi pendaratan bulan pertama oleh Amerika Serikat lewat tulisan di koran Izvestia.

Tulisan Markin muncul setelah adanya langkah Amerika Serikat untuk menyelidiki kasus korupsi di tubuh Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang melibatkan presiden lembaga itu, Sepp Blatter, yang kini telah mengundurkan diri.

Markin mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah melanggar batas dengan ikut serta mendorong investigasi pada kasus korupsi itu.

Selanjutnya, Markin, seperti diberitakan The Independent, Kamis (18/6), mengatakan, jika Amerika Serikat bisa menyelidiki kasus korupsi yang melibatkan orang Rusia, Rusia juga bisa menyelidiki skandal Amerika Serikat pada masa lalu, soal pendaratan di Bulan.

Markin akan mendukung investigasi tentang hilangnya footage asli pendaratan di bulan dan batuan yang didapatkan dari satelit bumi itu.

“Kami tidak mengatakan bahwa mereka tidak benar-benar terbang ke Bulan dan hanya membuat film tentangnya. Namun, semua artefak ilmiah, atau mungkin kultural, yang didapatkan dari misi itu adalah milik manusia, dan kehilangannya adalah kehilangan kita semua,” urainya.

Investigasi akan mengungkap hilangnya footage misi pada tahun 1969 itu, dan bagaimana ceritanya batuan seberat hampir 400 kilogram yang diambil dari Bulan bisa lenyap.

Tulisan Markin sepertinya tidak akan mengguncang Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Tahun 2009, NASA mengakui bahwa mereka telah menghapus rekaman asli pendaratan di Bulan untuk menghemat biaya. Namun, mereka telah berusaha mendapatkan footage dari hasil siaran televisi, seperti dari CBS News.

Batuan dari Bulan itu dikatakan disimpan di Lyndon B Johnson Space Center in Texas.[] sumber: National Geographic

Maradona Berpeluang Jadi Wakil Presiden FIFA?

Maradona Berpeluang Jadi Wakil Presiden FIFA?

BUENOS AIRES – Pernyataan menarik dilontarkan legenda sepakbola dunia, Diego Maradona. Pria asal Argentina itu mengaku siap menjadi wakil presiden Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).

Namun, peluang Maradona untuk menjadi wakil presiden FIFA baru akan terbuka jika Pangeran Ali bin Al-Hussein terpilih sebagai presidennya.

“Jika Pangeran Ali menang, saya punya banyak kesempatan untuk menjadi wakil presiden FIFA,” ujar Maradona di salah satu televisi Argentina. “Jika saya tiba (di FIFA) saya akan membersihkan semuanya.”

Selain Pangeran Ali, Maradona juga mendukung Michel Platini (presiden UEFA) untuk maju sebagai presiden FIFA. Namun, dia tak melihat ada peluang bagi Luis Figo untuk memimpin induk sepakbola dunia tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Maradona kemudian mengkritik sikap Sepp Blatter yang mundur dari jabatannya setelah skandal korupsi di FIFA terkuak. Menurut pria 54 tahun tersebut, Blatter mundur karena takut ditangkap.

“Blatter takut kepada FBI dan polisi Swiss. Dia takut meninggalkan FIFA dengan tangan terborgol,” sindir Maradona seperti dilansir Telegraph.[] sumber: viva.co.id

Foto: Diego Maradona saat berada di Jakarta. @viva.co.id

Kecewa, Klub Persipura Jayapura Bubar!

Kecewa, Klub Persipura Jayapura Bubar!

JAYAPURA – Klub sepak bola Persipura Jayapura akhirnya memutuskan bubar pada Jumat, 5 Juni 2015 sekitar pukul 11.00 WIT. Keputusan ini diambil akibat konflik PSSI dengan pemerintah yang berimbas pada berhentinya liga serta gagalnya Persipura tampil di Piala AFC.

“Hari ini saya tegaskan tim Persipura dibubarkan, hari ini, jam ini, dan detik ini,” ujar Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomy Mano didampingi, Manajer Persipura, Rudi Maswi dan Sekertaris Umum Persipura Roky Babena kepada wartawan di Hotel Grand Abe Jayapura, seperti dilansir beritasatu.com.

Pernyataan, Mano, ini mengagetkan sejumlah wartawan yang hadir. “Dengan sedih saya bubarkan ini,” ujarnya.

Ia mengatakan pembubaran tim ini belum diketahui para pemain. “Nanti tugas manajer yang menyampaikan ini,” ujarnya.

Dengan demikian semua kegiatan maupun apa pun kegiatan tak diikuti Persipura. Pengurus Persipura juga mengatakan Menpora, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dan imigrasi bertanggungjawab atas kegagalan timnya berlaga di AFC. “Mereka harus bertanggungjawab,” ujarnya.

Ia juga meminta agar semua pihak tidak mengancam Persipura atas keputusan ini. “Jangan ancam-ancam Persipura dengan gertakan atau sanksi. Kami selalu berada di bawah naungan statuta FIFA dan PSSI. Dan kami selalu bermain mengharumkan bangsa ini,” ujarnya.

Badan sepakbola dunia (FIFA) menjatuhkan sanksi untuk Indonesia terkait pembekuan PSSI oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora). Keputusan tersebut dibuat pada pertemuan Komite Eksekutif FIFA yang berlangsung di Zurich, Sabtu (30/5) dan berlaku sampai waktu yang tidak ditentukan.

Dengan sanksi ini, maka Indonesia dilarang mengikuti semua program FIFA. Namun, Timnas Merah Putih tetap diizinkan mengikuti SEA Games mengingat kompetisi sudah terlanjur berlangsung. Keputusan ini pun sekaligus mengakhiri kiprah Persipura di ajang AFC Cup meski mereka sebelumnya gagal bertanding melawan Pahang FA.[] sumber: beritasatu.com

FIFA Bakal Gelar Kongres Luar Biasa Usai Sepp Blatter Mengundurkan Diri

FIFA Bakal Gelar Kongres Luar Biasa Usai Sepp Blatter Mengundurkan Diri

ZURICH – Sepp Blatter secara mengejutkan memutuskan mundur dari jabatannya sebagai presiden FIFA hanya beberapa hari setelah terpilih kembali. Kongres Luar Biasa pun akan digelar untuk menunjuk presiden FIFA yang baru.

Seperti diberitakan sebelumnya, Blatter mundur dengan memberikan konfrensi pers yang dihelat di Zurich, Swiss, Selasa, 2 Juni 2015. Dalam konferensi pers tersebut, Blatter merasa mandatnya tak lagi didukung oleh semua pihak.

Dia kini meminta diadakannya Kongres Luar Biasa untuk memilih presiden FIFA yang baru. Pria yang sudah 17 tahun memimpin FIFA tersebut juga menyatakan bahwa dia tidak akan mencalonkan diri lagi.

“Mandat saya tidak sepenuhnya didukung oleh semua pihak. Saya akan menghelat Kongres Luar Biasa untuk memilih pengganti saya sebagai presiden,” ujarnya seperti dilansir Guardian.

“Saya tidak akan mencalonkan diri. Saya kini sudah terbebas dari keterbatasan pada pemilihan umum. Saya akan berdiri pada posisi untuk mengadakan reformasi.”

Pengunduran diri Blatter tidak sampai satu minggu setelah dirinya terpilih kembali sebagai presiden FIFA. Terpilihnya Blatter sebagai presiden FIFA untuk kelima kalinya itu sendiri tidak lepas dari aroma tidak sedap. Sebelum pemilihan tersebut, beberapa petinggi FIFA ditangkap FBI di sebuah hotel di Zurich lantaran diduga terkait kasus korupsi.

Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, juga tersangkut skandal suap senilai 10 juta dolar AS. Valcke diduga menerima suap sebesar itu untuk mengamankan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010.[] sumber: detik.com

Pemerintah Nyatakan Bertanggung Jawab Terkait Sanksi FIFA

Pemerintah Nyatakan Bertanggung Jawab Terkait Sanksi FIFA

JAKARTA – Pemerintah bertanggungjawab terhadap masalah dijatuhkannya sanksi oleh FIFA kepada PSSI. Pemerintah juga menegaskan tidak abai untuk harus segera melakukan sejumlah langkah strategis sebagai konsekuensi dari sanksi tersebut. Hal ini disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui situs web resminya pada Minggu, 31 Mei 2015.

Kemenpora akan bersinergi dengan berbagai lembaga terkait untuk segera menyempurnakan cetak biru atau blue print pembenahan sepakbola nasional dalam waktu secepatnya.

Dengan melibatkan semua pihak diharapkan dapat diperoleh grand strategi yang komprehensif, transparan, obyektif, dan dengan target total prestasi yang signifikan dalam penataan ulang sistem pengelolaan persepakbolaan nasional Indonesia.

Terkait kelanjutan kompetisi, Kemenpora melalui Tim Transisi akan menggulirkan kembali berbagai tingkatan kompetisi, baik profesional maupun amatir. Kompetisi ini ditata bukan hanya dengan menekankan aspek teknis persepakbolaanya saja, tetapi juga aspek sosial, ekonomi, kreativitas masyarakat, dan dinamika di masyarakat.

Para pemain domestik dan asing diminta tidak perlu khawatir, karena pemerintah tetap berkomitmen untuk kembali menggulirkan  kompetisi dengan standar dan kualitas yang lebih baik. Dalam kompetisi nanti hak dan kewajiban para pemain, pelatih, dan perangkat pertandingan dapat terpenuhi secara lebih baik.

Kemenpora akan bersinergi dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) agar Indonesia tidak terlalu lama dikenai sanksi FIFA. Kemenpora juga mengajak Pemerintah Provinsi, Kota, dan  Kabupaten Pemda bersama-sama membangun persepakbolaan nasional ke arah yang lebih baik. [] sumber: tempo.co

Foto: Kantor FIFA. @Liputan6.com

PSSI Dihukum Oleh FIFA, Kenapa Jokowi Bersikap Rapopo?

PSSI Dihukum Oleh FIFA, Kenapa Jokowi Bersikap Rapopo?

JAKARTA – Dalam Sidang Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, federasi sepak bola internasional ini memutuskan mengganjar sanksi kepada Indonesia karena dinilai melakukan intervensi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Tak ada batas waktu yang ditetapkan.

Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim mengatakan sanksi dari FIFA akan berdampak pada beberapa kegiatan sepak bola nasional yang sudah diagendakan. “Seperti Piala AFF U-19, Indonesia terancam batal menjadi tuan rumah,” kata Azwan, yang tengah berada di Swiss, saat dihubungi via telepon.

Namun FIFA masih memberi kesempatan kepada tim sepak bola Indonesia untuk ikut dalam SEA Games 2015 di Singapura, Juni mendatang. “Kami yang melobi agar Indonesia tetap bisa ikut SEA Games,” kata Azwan.

Menurut dia, selama di Swiss, PSSI terus berusaha melobi FIFA agar tak menjatuhkan sanksi. Namun FIFA tetap berkukuh karena Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tak kunjung mencabut surat pembekuan PSSI. “Tenggat dari FIFA sampai 29 Mei 2015, tapi sampai sekarang tidak ada pencabutan,” ujar dia.

Masalah sanksi tersebut sepertinya tak membuat pemerintah mundur. Presiden Joko Widodo terkesan bersikap rapopo atau tak jadi masalah jika Indonesia harus absen dalam laga internasional. Masalah yang penting, kata Jokowi, adalah pembenahan sepak bola nasional untuk menggapai prestasi internasional.

Menurut dia, prestasi sepak bola Indonesia di kancah internasional selama sepuluh tahun terakhir tak cukup menggembirakan. Dia mencontohkan peringkat sepak bola Indonesia di FIFA sejak 2012 hanya bertengger di posisi ke-156, dan malah turun menjadi ke-159 tahun ini.

“Hanya ingin ikut ajang internasional atau berprestasi di ajang internasional? Jika hanya ingin ikut ajang internasional namun selalu kalah, kebanggaan kita ada di mana?” kata dia di Halim Perdanakusuma sehabis mengadakan perjalanan dinas, 30 Mei 2015.

Menurut Jokowi, saat ini sepak bola Indonesia harus direformasi secara total di bidang organisasi, sistem, dan manajemen. “Kalau pada akhirnya terjadi pembekuan, berarti memang harus ada pembenahan total, reformasi total,” katanya. | sumber : tempo

Foto: @tempo