Tag: emas

Harga Emas Dunia Kembali Naik

Harga Emas Dunia Kembali Naik

CHICAGO, KOMPAS.com – emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu (7/10/2015) waktu setempat (Kamis pagi WIB), ke tingkat penutupan tertinggi sejak 24 September.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember berakhir naik 2,30 dollar AS, atau 0,20 persen, menjadi menetap di 1.148,70 dollar AS per ounce.

Para analis mengatakan, emas berjangka terus memperpanjang keuntungan karena ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga AS dengan likuiditas tipis pada Rabu.

Data ketenagakerjaan yang lebih rendah dari perkiraan yang dirilis Jumat lalu, membangkitkan spekulasi investor bahwa Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunganya menjadi tahun depan.

Selain itu, data yang dirilis Selasa oleh Departemen Perdagangan AS, menunjukkan bahwa defisit perdagangan internasional AS dalam barang dan jasa meningkat menjadi 48,3 miliar dollar AS pada Agustus dari revisi 41,8 miliar dolar AS pada Juli, juga mendorong ekspektasi penundaan kenaikan suku bunga.

Beberapa analis mencatat bahwa emas berhasil berakhir lebih tinggi pada Rabu, karena Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi pertumbuhan global untuk tahun ini.

IMF pada Selasa memperkirakan bahwa ekonomi dunia hanya akan melihat pertumbuhan 3,1 persen pada 2015, dibandingkan dengan 3,4 persen pada tahun lalu. Analis mengatakan prediksi ini memberikan beberapa dukungan untuk emas, karena logam mulia sering dipandang sebagai tempat yang aman bagi para pedagang di masa resesi ekonomi.

Sementara itu perak untuk pengiriman Desember menambahkan 11 sen, atau 0,69 persen, menjadi 16,094 dollar AS per ounce. Sementara platinum untuk pengiriman Oktober naik 11,70 dollar AS, atau 1,25 persen, ditutup pada 946,40 dollar AS per ounce. [] Sumber: kompas.com

Foto ilustrasi

Harga Emas Dunia Naik 8,80 Dollar AS

Harga Emas Dunia Naik 8,80 Dollar AS

CHICAGO Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya pada Selasa (6/10/2015) waktu setempat (Rabu pagi WIB) untuk hari ketiga berturut-turut, mencatat penutupan tertinggi sejak 24 September.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember ditutup naik 8,80 dollar AS atau 0,77 persen, menjadi menetap di 1.146,40 dollar AS per ounce.

Para analis mengatakan, emas berjangka terus mendapatkan dukungan seiring dengan lemahnya data ekonomi AS baru-baru ini. Termasuk data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat lalu, ternyata lebih rendah dari perkiraan, sehingga investor yakin bahwa Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunganya menjadi tahun depan.

Selain itu, emas juga diuntungkan oleh pelemahan dollar AS, yang jatuh terhadap mata uang utama lainnya seiring denagn turunnya ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga the Fed.

Di sisi ekonomi, defisit perdagangan barang dan jasa internasional Amerika Serikat meningkat menjadi 48,3 miliar dollar AS pada Agustus dari revisi 41,8 miliar dollar AS pada Juli, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa. Analis mencatat bahwa emas terus meningkat setelah data dirilis pada Selasa pagi.

Sementara perak untuk pengiriman Desember menambahkan 27,60 sen atau 1,76 persen ditutup pada 15,984 dollar AS per ounce, sementara platinum untuk pengiriman Oktober naik 21,80 dollar AS atau 2,39 persen menjadi 934,70 dollar AS per ounce.[] Sumber: kompas.com

Foto ilustrasi

Harga Emas Antam Dibuka Naik Rp 7 Ribu, jadi Rp 581 Ribu per Gram

Harga Emas Antam Dibuka Naik Rp 7 Ribu, jadi Rp 581 Ribu per Gram

Harga emas batangan di Unit Bisnis Pengolahan dan Penjualan PT Aneka Tambang dibuka naik Rp 7 ribu menjadi Rp 581 ribu per gram dari sebelumnya Rp 574 ribu per gram.

Hari ini emas di Jakarta dijual pada kisaran Rp 541.600 hingga Rp 581.000 per gram. Harga tersebut mulai terbesar untuk ukuran 1 gram dan harga terkecil untuk ukuran 500 gram.

Harga pembelian emas kembali (buyback) juga dibuka naik Rp 3 ribu menjadi Rp 510 ribu per gram dari sebelumnya Rp 507 ribu per gram.

Berikut harga emas dikutip dari laman resmi logammulia.com Senin (5/10).

Harga emas 1 per gram Rp 581.000

Harga emas 5 per gram Rp 552.000

Harga emas 50 per gram Rp 543.000

Harga emas 100 per gram Rp 542.500

Harga emas 250 per gram Rp 542.000

Harga emas 500 per gram Rp 541.000

[] Sumber: merdeka.com

Foto ilustrasi

Pecahan Emas Antam 1 Gram Hari Ini Rp 580.000

Pecahan Emas Antam 1 Gram Hari Ini Rp 580.000

JAKARTA – Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Sabtu (3/10) bergerak naik dibanding kemarin.

Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 580.000. Angka ini naik Rp 6.000 dari posisi harga Jumat (2/10).

Sedangkan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram hari ini dibanderol seharga Rp 540.600 per gram.

Dalam sepekan, harga emas Antam untuk pecahan 1 gram melemah tipis dibanding Sabtu pekan lalu (26/9) yang berada di Rp 584.000.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) emas Antam hari ini naik Rp 3.000 jika dibandingkan sebelumnya. Harga buyback emas Antam hari ini berada di angka Rp 510.000 per gram.

Adapun harga emas batangan milik Antam dalam pecahan lainnya per hari ini, yakni:

1 gram: Rp 580.000
5 gram: Rp 2.755.000
10 gram: Rp 5.460.000
25 gram: Rp 13.575.000
50 gram: Rp 27.100.000
100 gram: Rp 54.150.000
250 gram: Rp 134.250.000
500 gram: Rp 270.300.000

[] Sumber: kontan.co.id

Foto ilustrasi

Harga Emas Perhiasan Naik di Banda Aceh

Harga Emas Perhiasan Naik di Banda Aceh

BANDA ACEH – Harga emas perhiasan di Banda Aceh mengalami kenaikan sebesar Rp100 ribu per mayamnya, Sabtu, 19 September 2015.

“Sebelumnya Rp 1.650.000 per mayam dan hari ini naik Rp 1.750.000 per mayam, emas murni,” ujar A Sia, pemilik Toko Mas Asia di kawasan Pasar Aceh lama, Banda Aceh.

Dia mengatakan kenaikan harga emas tersebut bersandar dengan kenaikan harga dollar.

“Bila dollar naik, maka harga emas juga ikut naik,” kata Asia.

Sementara mengutip sindonews.com, menyebutkan emas global turun dari harga tertinggi dua pekan, setelah naik tajam dua hari terakhir karena keputusan Federal Reserve (The Fed) menahan suku bunga Amerika Serikat (The Fed) ditambahkan ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga.

The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Kamis karena khawatir terhadap ekonomi global, gejolak pasar keuangan dan lemahnya inflasi.

Harga emas di pasar spot turun 0,3% menjadi USD1.127,70/ons pagi tadi setelah naik ke harga tertinggi dua pekan USD1.133,20 di sesi sebelumnya.

Emas telah terbebani sepanjang tahun ini karena ketidakpastian atas waktu kenaikan suku bunga dari rekor terendah. Naiknya suku bunga bisa melukai permintaan emas, namun meningkatkan dolar AS (USD).

Analis INTL FCStone Edward Meir mengatakan, melemahnya USD dan pasar saham bisa mendorong reli harga emas dalam waktu dekat, namun sepertinya akan berakhir.

“Karena Fed telah menjelaskan bahwa mereka berniat untuk menaikkan suku bunga pada akhir tahun ini, pasar akhirnya akan memulai penawaran terhadap USD dan kita bisa melihat kenaikan harga emas relatif berumur pendek,” katanya, seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (19/9/2015).

Sementara The Fed akan mengadakan pertemuan lagi pada Oktober dan Desember. Berdasarkan survei Reuters, Fed diperkirakan akan mulai menaikkan suku bunga pada Desember.[] (bna)

Laporan: Maisarah

Benarkah Emas Istana Nabi Sulaiman Berasal dari Sumatera?

Benarkah Emas Istana Nabi Sulaiman Berasal dari Sumatera?

NAMA Nabi Sulaiman disebut sebanyak 27 kali dalam Alquran. Merujuk kisah kenabian, anak Nabi Daud ini memiliki istana bertahtakan emas dan permata.

Sejumlah peneliti menafsir, emas istana Nabi Sulaiman (Raja Solomo dalam Alkitab) diambil di Sumatera.

Dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 8 diterangkan, “dan telah Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya.”

Alkibat Injil, 1 Raja-Raja 9:27-28 memperjelas, “dengan kapal-kapal itu, Hiram mengirim anak buahnya, yaitu anak-anak kapal yang tahu tentang laut, menyertai anak buah Solomo. Mereka sampai ke Ofir dan dari sana mereka mengambil 420 talenta emas, yang mereka bawa kepada Raja Salomo.”

“Gunung Ophir di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Nama lain dari Gunuang Talamau,” kata Erinaldi, wartawan berdomisili di Sumatera Barat yang pernah meneliti riwayat tambang-tambang emas di Sumatera Barat, kepada JPNN.com.

Merujuk kitab-kitab India, pulau Sumatera mereka sebut Swarnadwipa yang berarti pulau emas.

Caludius Ptolemaeus, ahli astronomi dan geografi Mesir awal abad Masehi menyebut Chryse Chersonesos yang terjemahan bebasnya berarti tanah emas.

Pendapat Ptolemaeus didukung kuat oleh W.J. van der Meulen, rohaniwan Katolik pendiri jurusan Sejarah IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta. “Chryse Chersonesos adalah Sumatera,” tulisnya dalam Suvarnadvipa and the Chryse Chersonesos.

Van der Meulen menerangkan, dari segi angin, pantai barat Sumatera lebih mudah dilayari. Angin musim yang paling baik untuk berlayar dari India ke Asia Tenggara bertiup antara Oktober dan Maret. Saat itu angin dari barat akan membawa kapal-kapal yang bertolak dari India Selatan atau Srilangka menuju Sumatera.

“Dengan berlayar sepanjang pantai barat Sumatera, maka para pelaut itu akan selalu mendapatkan tiupan angin penuh,” paparnya.[] sumber: JPNN.com

Kereta Pengangkut Emas Nazi yang Hilang Misterius “Ditemukan”

Kereta Pengangkut Emas Nazi yang Hilang Misterius “Ditemukan”

WARSAWA – Legenda tentang sebuah kereta api misterius Nazi yang membawa emas dan hilang di hari-hari akhir Perang Dunia II memasuki babak baru.

Dua orang pria mendaftarkan “klaim penemuan” ke dewan sebuah distrik di Polandia untuk sebuah kereta api baja yang membawa logam mulia, memicu spekulasi bahwa kereta api misterius sudah ditemukan.

Klaim itu didaftarkan di kota Walbrzych, di wilayah barat daya Polandia dan berpeluang mengakhiri rumor, mitor dan usaha perburuan tanpa hasil selama 70 tahun terakhir.

Menurut sejumlah media setempat, kedua orang yang mengajukan klaim -seorang warga Polandia dan Jerman- mengatakan mereka telah menemukan sebuah kereta berlapis baja sepanjang 152 meter, yang dilengkapi gerbong senjata mesin dan sebuah kargo berisi “logam berharga”.

Sesuai dengan undang-undang Polandia, barang siapa menemukan harta karun dalam bentuk apapun di wilayah negara itu maka sang penemu mendapat bagian 10 persen dari jumlah total temuan mereka.

“Para pengacara, polisi, tentara dan pasukan pemadam kebakaran saat tengah mengurus masalah tersebut,” ujar Marika Tokarska, seorang pejabat di dewan distrik kota Walbrzych, kepada Reuters.

“Kawasan itu belum pernah digali sebelumnya dan kami belum mengetahui apa yang akan ditemukan di sana,” tambah Marika.

Menurut legenda yang beredar, menjelang akhir Perang Dunia II, saat Tentara Merah semakin mendekati kota Wroclaw, Nazi memindahkan emas dan harta kainnya ke atas kereta api dan mengirimnya ke wilayah barat daya Polandia.

Masih menurut legenda, kereta api itu menghilang setelah menempuh perjalanan menuju pegunungan yang membentang di kawasan yang saat ini menjadi perbatasan Polandia dan Republik Ceko.

“Di kawasan ini sebenarnya ada dua legenda terkait kereta emas Nazi. Salah satu cerita menyebut kereta itu berada di bawah pegunungan dan kisah lain menyebut kereta itu berada di sekitar Walbrzych,” ujar Joanna Lamparska, seorang sejarawan.

“Namun, sejauh ini tak ada seorangpun yang melihat bukti dokumetasi apapun yang bisa memastikan keberadaan kereta api pengangkut emas itu,” lanjut Joanna.

Sejarawan lain menduga, Nazi menggali terowongan sejauh beberapa kilometer di kawasan pegunungan yang menjadi salah satu proyek terbesar Reich Ketiga di Polandia.

Alasan pembangunan terowongan itu sejauh ini masih menjadi misteri. Beberapa kalangan yang memercayai legenda ini meyakini Nazi kemungkinan memiliki jalur kereta api rahasia dan menyembunyikan seluruh hartanya di satu tempat aman.

Nilai kargo kereta api itu juga tak diketahui, sekali lagi karena minimnya dokumen terkait kereta api itu. Apalagi, Jerman kemungkinan akan merahasiakan hal ini rapat-rapat.

Misteri lainnya adalah bagaimana Nazi mendapatkan harta benda itu. Diduga harta yang disembunyikan itu merupakan hasil dari penjarahan museum dan kediaman orang-orang kaya yang dilakukan sepanjang masa perang.

Taduesz Slowikowski, seorang pemburu harta karun yang juga sudah lama memburu kereta itu, mengaku skeptis dengan kabar penemuan di Polandia itu. “Mereka mungkin menemukan kereta api tersebut tapi tidak emasnya,” ujar Slowikowski kepada stasiun Radio Zet.[] sumber: kompas.com

Harga Emas Stabil Selama Ramadan

Harga Emas Stabil Selama Ramadan

IDI RAYEUK- Harga emas di Aceh Timur selama Ramadan cendrung stabil. Harga emas murni permayam Rp1.680.000 dan harga pergramnya Rp505.000, Kamis 9 Juli 2015.

Salah satu penjual emas di Jalan Iskandar Muda  Kota Idi  Kabupaten Aceh Timur, mengakui harga emas  selama puasa masih standar atau tidak naik dan turun.

“Selama ini konsumen banyak yang beli daripada menjual emasny. Mungkin ini faktor hampir lebaran,” ujar pedagang emas yang tidak mau disebut namanya itu.

Ia menambahkan yang paling banyak diminati oleh pembeli adalah jenis cincin dan gelang.

“Ongkos pembuatan emas dalam permayam sekitar 50 sampai 55 ribu,” katanya.

Sementara itu, Yanti, salah satu pembeli, mengatakan dirinya memang suka memilih jenis gelang.

“Kalau cincin saya sudah punya, dengan nada bercanda. Iya kita tidak tahu kesukaan seseorang itu kan berbeda, ada yang suka kalung dan ada juga yang suka cincin, dan juga satu lagi tergantung pada fulus nya,”  ujarnya lagi.

Informasi yang dihimpun portalsatu.com, sebahagian masyarakat Aceh Timur yang berada di wilayah kecamatan Simpang Ulim, Pante BIDARI, dan Kecamatan Madat, lebih memilih membeli emas ke daerah Aceh Utara  yaitu Panton Labu. Faktor jarak tempuh menjadi alasan kenapa warga memilih belanja ke Panton Labu daripada ke Idi. [] (mal)

Di Aceh, Pembeli Emas Meningkat Jelang Lebaran

Di Aceh, Pembeli Emas Meningkat Jelang Lebaran

BANDA ACEH – Pembeli emas di Pasar Aceh meningkat selama Ramadan terutama menjelang Lebaran. Hal ini disampaikan Murizal, pemilik toko emas JAL Ichlas yang beralamat di Jalan Teungku Chik Pante Kulu, Nomor 27, Pasar Aceh, Banda Aceh, Sabtu, 27 Juni 2015.

“Selama ini pembeli meningkat, kebanyakan orang membeli untuk pemakaian perhiasan menjelang lebaran,” katanya.

Murizal mengatakan pembelian emas untuk dipergunakan sebagai perhiasan sembari menabung. Ada pula yang membeli emas untuk tujuan menikah terutama di kalangan pemuda.

“Selama ini ada juga tempahan emas dari masyarakat yang dipersiapkan untuk nikah usai lebaran nanti,” ujarnya.

Selain itu, ada juga masyarakat yang membayar utang piutang melalui emas dan selama Ramadan ini makin ramai masyarakat yang menginvestasi uang pada emas.

Semakin dekat lebaran maka semakin meningkat pembeli. Ia mencontohkan pada ibu-ibu misalnya yang membeli perhiasan untuk anaknya. Untuk diketahui, harga beli emas hari ini mencapai Rp 501.000 per gram. Sementara harga emas ditambah ongkos dibandrol Rp 1.670.000 per mayam.[](bna)

Kisah Perempuan Pendulang Emas di Sungai Aceh

Kisah Perempuan Pendulang Emas di Sungai Aceh

MEULABOH – Kabupaten Aceh Barat, yang dikenal dengan sebutan Bumi Teuku Umar, sungguh memiliki potensi sumber daya alam yang berlimpah. Salah satunya adalah bijih emas yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Mas Desa Tutut, Kecamatan Sungai Mas.

Warga yang bermukim di pedalaman Kabupaten Aceh Barat itu didominasi perempuan. Mereka menggantungkan mata pencarian dengan mendulang emas secara tradisional dan ramah lingkungan. Hal itu sudah turun-temurun dilakukan sejak puluhan tahun lalu.

“Mendulang emas sudah menjadi sumber penghasilan warga di sini, khususnya perempuan, karena mendulang dianggap pekerjaan yang mudah dan ringan dilakukan oleh perempuan di sini,” kata Saudah (42), Minggu (7/6/2015) lalu.

Menurut Saudah, kegiatan ini menjadi salah satu sumber pendapatan alternatif bagi warga. “Dominannya yang mendulang emas di sini perempuan. Laki-laki ada juga, tetapi mereka lebih banyak yang bertanggung jawab mengurusi sawah dan ladang,” kata Saudah.

Meski mendulang emas sudah dianggap pekerjaan yang mudah dilakukan oleh perempuan-perempuan ini, hasil yang mereka dapatkan tidak menentu. Bahkan, terkadang tidak sebanding dengan usaha keras sejak pagi hari hingga petang merendam diri di air di bawah terik matahari.

Pun demikian, mereka terlihat lihai dan sabar mengais bijih emas di antara butiran batu dan kerikil. “Hasilnya tidak tentu, kadang satu hari kami dapat tidak sampai Rp 50.000. Kalau lagi ada rezeki saat air sungai berkurang, ada juga sampai Rp 100.000 satu hari,” kata Maknong (45), saat tengah mengais bijih besi bersama sejumlah perempuan lain di Sungai Mas.

Bijih emas yang didapat langsung bisa dijual kepada penampung atau toko emas di pasar dengan harga satu mili Rp 40.000 atau 1 gram Rp 400.000. Namun, biasanya para perempuan pendulang emas itu mengumpulkan dulu bijih emas hingga beberapa pekan sebelum menjualnya.

“Biasanya, kami kumpul dulu, nanti kalau sudah banyak terkumpul, baru kami jual ke pasar. Jadi, uangnya pun terasa banyak saat kami jual nanti,” kata dia.

Wadah yang digunakan sebagai alat pendulang emas terbuat dari bahan kayu pilihan dan berkualitas serta tahan lama. Harganya pun dijual Rp 300.000 per buah. “Untuk modal mendulang itu tidak banyak, cukup membeli alatnya sekali bisa tahan bertahun-tahun, asal jangan jatuh saja,” kata Kak Dah, pendulang lainnya.

“Di sini, ada peraturan agar warga mencari emas dengan cara yang ramah lingkungan, seperti memakai air raksa atau alat lainnya yang dapat mencemari sungai dan dapat menghilangkan bijih emas karena kalau menggunakan air raksa yang bahaya juga warga di sini,” kata dia.[] sumber: kompas.com