Tag: beasiswa

Mahasiswa Nilai Penyaluran Beasiswa di Aceh Selatan Tidak Tepat Sasaran

Mahasiswa Nilai Penyaluran Beasiswa di Aceh Selatan Tidak Tepat Sasaran

BANDA ACEH – Gerakan Mahasiswa Aceh Selatan (GeMaS) menilai penyaluran beasiswa untuk mahasiswa oleh pemerintah setempat tidak tepat sasaran.

“Setelah kita cek pengumuman penerima beasiswa tersebut, banyak berasal dari mahasiswa yang mampu dan penerima yang tidak lagi berstatus mahasiswa bahkan telah wisuda,” ujar Sekretaris GeMaS/Ketua Ikatan Mahasiswa Pelajar Samadua(IMPS), Hariyadi, melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Rabu, 30 September 2015.

Padahal, kata dia, selama ini pemerintah Aceh Selatan melalui DPKKA Aceh Selatan berulang kali mengatakan beasiswa tersebut diperuntukkan untuk mahasiswa kurang mampu yang sedang thesis (untuk S2), dan mahasiswa yang sedang siskripsi (S1). Dia menilai apa yang disampaikan oleh pemerintah tersebut ibarat meludah ke atas.

“Apa yang disampaikan bertolak belakang dengan pelaksanaannya. Sehingga wajar publik menilai penyalurannya menganut sistem asal wajar saja,” katanya.

“Kita meragukan proses seleksi yang dilakukan pemkab melalui instansi tekait, kinerjanya sangat buruk sehingga cukup banyak terjadi kebocoran. Ini beasiswa untuk kurang mampu atau untuk yang mampu, indikatornya juga tidak jelas,” ujarnya lagi.

Dia menilai jika untuk penyaluran Rp 500 juta saja Pemkab Aceh Selatan tak becus, bagaimana mungkin tahun depan dapat penghargaan WTP. “Jika pengelolaan keuangannya terus tidak tepat sasaran begini,” katanya.

Hal ini diperparah dengan anggaran beasiswa pada pemerintahan SAKA dipangkas, sehingga hanya tinggal Rp 500 juta.

“Kedatipun rencana akan ditambah di APBK Perubahan sebesar Rp 250 juta lagi, maka jumlahnya hanya Rp 750 juta. Pelaksanaannya tidak tepat sasaran pula, sungguh mengecewakan. Sangat berbeda dan mengangkangi apa yang disampakan Bupati Aceh Selatan pada saat audiensi dengan perwakilan paguyuban mahasiswa se-Aceh Selatan tempo hari. Sehingga semakin jelas bahwa pemkab Aceh Selatan tidak peduli dengan nasib pendidikan dan mahasiswa Aceh Selatan,” kata Hariyadi.[](bna)

Pangkas Sejumlah Beasiswa, Demokrat: Menkeu Ciptakan “Bom Waktu”

Pangkas Sejumlah Beasiswa, Demokrat: Menkeu Ciptakan “Bom Waktu”

JAKARTA – Ketua Komisi X DPR RI, T Riefky Harsya, menyebutkan pagu sementara Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran (TA) 2016 untuk Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengalami penurunan sebesar Rp 5,6 triliun bila dibandingkan dengan APBN Perubahan 2015 yang berjumlah Rp 43,6 triliun.

Penurunan ini akan berdampak luas. Di antaranya adalah pengurangan alokasi anggaran prioritas pendidikan nasional, seperti beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), beasiswa Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Tertinggal, dan Terluar (SM3T), Biaya Operasional kepada Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), beasiswa dosen S2/S3, pendirian perguruan tinggi (PT) baru dan akademi komunitas.

“Pemotongan pagu anggaran 2016 ini menunjukkan bahwa Pemerintah tidak paham prioritas program pendidikan tinggi, sekaligus menunjukkan program Nawa Cita yang dicanangkan Presiden Jokowi di bidang riset dan pendidikan tinggi ternyata tidak didukung kabinetnya,” kata Teuku Riefky Harsya melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Senin, 28 September 2015.

Dalam rangkaian rapat pembahasan RKAK/L 2016 di Komisi X DPR dengan Kemenristek Dikti terungkap bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong pagu sementara RAPBN Kemenristek Dikti secara sepihak, tidak berkoordinasi dengan Kemenristekdikti.

“Koordinasi Menkeu dengan menteri teknis dalam proses pemotongan angaran sangat buruk. Hal ini tidak hanya akan sangat membebani mahasiswa, dosen, PTN dan PTS tetapi berpotensi menjadi ‘bom waktu’ bagi pemerintahan Jokowi,” ujarnya.

Dia menyebutkan pada 2015, pemerintah menyediakan beasiswa untuk 20.700 dosen, sedangkan 2016 turun menjadi 7.500 dosen. Beasiswa SM3T tahun 2015 diberikan kepada 10.400 sarjana, di 2016 ini juga turun hanya 7.000 sarjana saja. Beasiswa PPA paling drastis, dari 121.000 siswa (2015), tinggal 50.000 siswa (2016).

“Kenaikan biaya hidup akhir-akhir ini tentu juga dirasakan oleh mahasiswa, orang tua murid dan para dosen. Semestinya pemerintahan saat ini justru menambah dukungan kepada mereka, bukannya malah memotong program yang sudah baik berjalan sejak pemerintahan SBY,” kata Riefky Harsya.

Lebih jauh, Wasekjen DPP PD ini juga mengatakan Fraksi Partai Demokrat telah mendesak Kemenristek Dikti untuk berkoordinasi kembali secara langsung ke Presiden untuk memperbaiki pagu anggaran sebelum ditetapkan pada 2 minggu ke depan. “Keberlangsungan program pro rakyat yang membantu nasib mahasiwa, dosen, dan kualitas pendidikan tinggi harus kita pertahankan bersama,” katanya.

Selain hal tersebut, kata dia, banyak lagi program penting lainnya yang diabaikan dan belum mendapat alokasi sama sekali alias nol, antara lain Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan program pembinaan perguruan tinggi swasta (PTS), pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan di PTN, politeknik dan Kopertis.[](bna)

IPPAT Umumkan Penerimaan Berkas Beasiswa Pemkab Aceh Timur

IPPAT Umumkan Penerimaan Berkas Beasiswa Pemkab Aceh Timur

BANDA ACEH –Ikatan Pemuda pelajar Aceh timur (IPPAT)  meminta kepada seluruh mahasisiwa yang berada di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mempersiapkan berkas beasiswa .

Hal ini disampaikan langsung oleh ketua IPPAT Abdul Muthalib kepada portalsatu.com melalui surat elektroniknya, Minggu 20 September 2015.

“Informasi ini berdasarkan surat edaran yang di antar langsung oleh Kasubbag Pendidikan Kab Aceh Timur Syaharani S,Ag. MA  dan pihaknya meminta kepada pengurus IPPAT  untuk segera menginformasikan kepada seluruh mahasiswa yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk menyiapkan berkas melengkapi syarat pengurusan beasiswa,” ujarnya.

Bagi pelamar lanjutnya,  bisa mengatarkan langsung ke sekretariat IPPAT Banda Aceh, Jalan Rawa sakti Timur lr VII No.1B Peurumnas Jeulingke Banda Aceh.

“Alhamdulillah melaui proses panjang yang kita lalui, Pemkab Aceh Timur kembali membuka beasiswa kurang mampu dan yang berprestasi. Ini patut diapresiasikan kepada pemerintah kabupaten Aceh timur yang peduli kepada mahasiswa untuk kemajuan daerahnya kedepan,” katanya.

“Saya mengimbau agar mahasiswa menanggapi positif bantuan ini dan segara melengkapi persyaratan yag sudah ditetapkan oleh Pemerintah kabupaten Aceh Timur dan IPPAT hanya bertangung jawab yang Mengirimkan langsung ke sekretariat IPPAT Selaku lembaga resmi yang di akui pemerintah,” katanya lagi.

Sementara itu yang membidangi Departemen Kemahasiswaan  IPPAT,  Riandhani dan juga selaku panitia penerimaan berkas beasiswa menambahkan,  panitia mulai membuka peneriman berkas  29 September 2015-15 November 2015.

“Untuk  contoh format surat bisa diambil langsung di sekreatariat IPPAT,” katanya. [] (mal)

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Pendidikan Rp 1,1 Miliar

Baitul Mal Aceh Salurkan Bantuan Pendidikan Rp 1,1 Miliar

BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh menyalurkan bantuan pendidikan untuk mahasiswa DIII dan S1 yang sedang menyelesaikan tugas akhir senilai Rp 1,1 miliar. Bantuan ini diberikan untuk mahasiswa dari keluarga miskin pada 21 universitas dan lembaga pendidikan di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Kepala Baitul Mal Aceh, Dr Armiadi Musa, MA, mengatakan ada 550 mahasiswa dan mahasiswi yang mendapatkan bantuan pendidikan dari senif Ibnu Sabil. Setiap mahasiswa diberikan sebanyak Rp 2 juta per orang.

“Tahun ini nominalnya lebih besar dari pada dari tahun 2014. Sebelumnya hanya Rp 1,5 juta per orang, namun tahun ini kita berikan Rp 2 juta per orang,” ujar Armiadi di sela-sela penyerahan bantuan pendidikan DIII dan S1 di kantor Baitul Mal Aceh, Selasa, 26 Mei 2015.

Ia mengatakan bantuan pendidikan ini merupakan salah satu program unggulan Baitul Mal Aceh dalam bidang pendidikan. Masih ada beberapa jenis bantuan pendidikan lain yang diberikan Baitul Mal Aceh selama ini.

Armiadi berharap kepada penerima bantuan pendidikan agar dapat menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan membuat tugas akhir studi. Dana itu tidak diizinkan untuk membeli kebutuhan yang tidak ada hubungannya dengan pendidikan.

Dia mengatakan model perekrutan penerima bantuan dana ini melalui universitas masing-masing. Baitul Mal Aceh menyurati pihak universitas untuk mengirimkan data mahasiswa dari keluarga miskin yang berhak menerima bantuan. Kemudian, kata dia, Baitul Mal melakukan verifikasi. Armiadi berharap universitas memberikan data mahasiswa yang betul-betul dari kelurga miskin.

“Dengan adanya bantuan ini, mahasiswa bisa dengan segera menyelesaikan kuliahnya, dan dapat melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya. Namun yang lebih penting tetap taat kepada Allah dan suatu saat mereka menjadi muzakki,” katanya.

Selama ini ada beberapa tipe bantuan pendidikan yang disediakan Baitul Mal Aceh. Ada beasiswa penuh seperti Tahfidz Quran, beasiswa penuh anak muallaf tingkat SLTA di daerah rawan aqidah dan beberapa jenis beasiswa lain.

Kemudian ada bantuan pendidikan berkelanjutan yang diberikan kepada siswa tingkat SD, SLTP, dan SLTA yang berprestasi dan bantuan pendidikan untuk anak muallaf yang berdomisili di Aceh Besar dan Banda Aceh.

“Sedangkan satu tipe lagi yaitu bantuan pendidikan sekali waktu, seperti yang disalurkan ini dan bantuan biaya pendidikan bagi anak yatim yang kurang mampu tingkat SD sampai SLTP,” kata Armiadi.

Penyaluran beasiswa DIII dan S1 ini dilaksanakan di kantor Baitul Mal Aceh. Saat penyerahan secara simbolis turut disaksikan perwakilan universitas, Dewan Pertimbangan Syariah (DPS), Dr Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, dan kepala sekretariat, Ramli Daud.[]

Mahasiswa Nilai Bupati Aceh Selatan Bohong Soal Beasiswa

Mahasiswa Nilai Bupati Aceh Selatan Bohong Soal Beasiswa

TAPAK TUAN – Mahasiswa Aceh Selatan kecewa dengan alokasi anggaran untuk beasiswa mahasiswa tahun 2015 dari pemerintah kabupaten setempat yang tidak sesuai dengan kuota daftar penerima.

“Pemerintah Aceh Selatan hanya mengalokasikan beasiswa mahasiswa Aceh Selatan sebanyak Rp 500 juta. Tentunya ini tidak relevan dengan jumlah mahasiswa Aceh Selatan yang mencapai tujuh ribu orang,” ujar Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Labuhan Haji Barat (IPPEMALBAR) Aceh Selatan, Ozy Riski, mewakili Aliansi Paguyuban Mahasiswa Aceh Selatan (APaMAS) dalam siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 20 Mei 2015.

Ia kemudian merujuk Pasal 49 ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2013 yang menyebutkan bahwa dana pendidikan selain gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD. Jika merujuk undang-undang ini, kata Ozy, seharusnya dana total beasiswa yang dikucurkan 20 persen dari APBK Aceh Selatan yang mencapai Rp 1,089 trilliun.

“Yakni sebesar Rp 217. 800.000.000,” katanya.

Ia mengatakan Bupati Aceh Selatan pernah menyampaikan kepada seluruh kepala desa di kabupaten itu agar menyisihkan beasiswa kepada mahasiswa di masing-masing desa. Hal ini disampaikan Bupati dalam audiensi dengan paguyuban kecamatan se Aceh Selatan beberapa waktu lalu.

“Bupati Aceh Selatan mengungkapkan bahwa akan mengupayakan agar kepala desa se-Aceh Selatan menyisihkan beasiswa untuk mahasiswa di masing-masing desa, yaitu dari sharing dana desa 10 persen,” katanya.

Padahal, kata Ozy, kebijakan ini bertentangan dengan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, dan Peraturan Menteri Desa Nomor 5 Tahun 2015 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa. Dalam undang-undang dan peraturan tersebut sama sekali tidak ada ruang alokasi beasiswa pada dana desa.

“Sebagai pertimbangan, jumlah alokasi total dana desa untuk Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2015 ditetapkan sebesar Rp 10.727.420.020. Jika diambil dari dana tersebut sebagaimana yang disampakan Bupati Aceh Selatan sungguh tidak rasional,” kata Ozy.

Dalam pertemuan tersebut, kata Ozy, Bupati Aceh Selatan juga menyampaikan akan fokus kepada pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang akan dan sedang mengambil S2. Padahal, mayoritas mahasiswa Aceh Selatan–terutama D3 dan S1–berasal dari keluar yang ekonominya menengah ke bawah.

“Seharusnya Bupati Aceh Selatan dapat melihat hal tersebut lebih objektif,” katanya.

APaMAS menilai Bupati Aceh Selatan juga telah melakukan pembohongan dan bersikap egois serta mengangkangi kesepakatan dengan mahasiswa. “Hal ini terbukti bahwa tanpa adanya penambahan alokasi anggaran, Bupati Aceh Selatan langsung mencairkan alokasi beasiswa Rp 500 juta tersebut,” katanya.

Ironisnya lagi, kata Ozy, tidak ada kualifikasi yang diperuntukkan kepada mahasiswa Aceh Selatan secara umum tetapi hanya diperuntukkan untuk mahasiswa yang sedang skripsi (S1) atau thesis (S2).

“Kami menilai Bupati Aceh Selatan telah membohongi dan membodohi mahasiswa Aceh Selatan. Belum lagi jika lihat adanya upaya klaim program yang dipublikasi oleh Pemerintah Aceh Selatan cenderung kepada pembohongan publik dan hanya sebatas pencitraan publik,” kata Ozy.

Menurut Ozy, bukti adanya pembohongan publik oleh Bupati Aceh Selatan juga bisa dilihat dari beberapa program seperti pembangunan jalan Trumon-Buloh Seuma, pembangunan jalan dari Air Pinang-Pasie Raja, SMA Unggul Insan Madani, SMA Unggul Tapaktuan, MAN Unggul Tapaktuan, SMA Unggul Darussalam Labuhan Haji.

Pembangunan tersebut, kata Ozy, bukanlah program masa pemerintahan HT Sama Indra-Kamarsyah (SAKA) tetapi sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya. “Kami juga menilai Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) sebagai organisasi mahasiswa yang dulunya kritis kini terlihat hanya bungkam, karena takut mengkritik pemerintah Aceh Selatan. Ketakutan itu pula menjadi tanda tanya hingga kami menilai HAMAS telah bersekongkol dengan Bupati Aceh Selatan dalam membohongi mahasiswa. Apakah ini dikarenakan ketua dan sekretaris HAMAS bukan lagi berstatus mahasiswa sehingga mengebiri hak-hak mahasiswa,” katanya.[]

Uni Eropa Siapkan 1700 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

Uni Eropa Siapkan 1700 Beasiswa untuk Pelajar Indonesia

JAKARTA – Uni Eropa bekerjasama dengan ASEAN memberikan beasiswa pendidikan ke Eropa kepada seluruh pelajar di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Untuk Indonesia, kedua belah pihak mengakui menyediakan 1700 beasiswa bagi para pelajar.

“Eropa, UE dan negara-negara anggota memberikan lebih dari 1,700 beasiswa kepada para pelajar Indonesia setiap tahunnya,” ujar Kuasa Usaha UE Untuk Indonesia, Brunei Darussalam, dan ASEAN, Colin Crooks melalui siaran pers kepada wartawan, Ahad (10/5).

Pernyataan ini diungkapkannya saat membuka pameran info beasiswa EU-Indonesia Scholarships Info Day, Sabtu (9/5) di Jakarta. Sebelumnya, Uni Eropa (UE) telah menyelenggarakan pameran info beasiswa di EU-Indonesia Scholarships Info Day yang kedua.

Pameran diikuti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dari Kementrian Keuangan Republik Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Delegasi UE serta negara-negara anggota UE seperti Denmark, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Polandia, Spanyol, Swedia dan Inggris.

Crooks mengatakan, “UE dan negara-negara anggotanya memberikan beasiswa untuk studi di Eropa, mendukung kerja sama akademis dan penelitian serta menyelenggarakan pameran pendidikan.”

Guna membantu para pelajar yang menempuh pendidikannya di Eropa, UE dan negara-negara anggotanya memberikan lebih dari 1,700 beasiswa kepada para pelajar Indonesia setiap tahunnya”.

Menurut Crooks, program tersebut merupakan sebuah tanda adanya dukungan kerja sama akademis dan penelitian. Kemudian, lanjutnya, kegiatan ini juga merupakan  salah satu bukti kontribusi pihaknya dalam menyelenggarakan pameran pendidikan. “Semua bantuan itu guna membantu para pelajar yang ingin menempuh pendidikannya di Eropa,” tegas Crooks.

Crooks menambahkan, lebih dari 4000 peserta telah mendaftar secara online untuk dapat hadir di pameran ini.  Ia berpedapat, Eropa merupakan tujuan yang semakin populer bagi pelajar-pelajar Indonesia. Terutama, katanya, bagi mereka yang berencana untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri.

Crooks menerangkan, sekitar 4000 pelajar Indonesia berangkat ke Eropa untuk menempuh pendidikan sarjana dan pascasarjana pada 2013.

Jumlah ini, kata dia, meningkat sebesar 20 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, terdapat 7000 mahasiswa Indonesia yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Eropa. | sumber : republika

Baitul Mal Aceh Sediakan Beasiswa Tahfizh

Baitul Mal Aceh Sediakan Beasiswa Tahfizh

BANDA ACEH – Baitul Mal Aceh (BMA) kembali menyediakan beasiswa tahfizh. Pada Tahun 2015 ini beasiswa yang disediakan untuk tingkat SLTP dan SLTA.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Baitul Mal Aceh, Dr. Armiadi Musa MA yang didampingi Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan Rizky Aulia, S.Pd.I, kepada wartawan, Senin 27 April 2015.

“Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak Aceh dari keluarga miskin melalui zakat, mempersiapkan generasi muda Aceh yang mampu memahami dan menghafal Al-Qur’an sebagai cikal bakal imam dan pemimpin masa depan serta memfasilitasi anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan kemampuan dan skill yang memadai dan kompetitif,” kata Armiadi Musa.

Oleh karena itu, kata Armiadi, calon penerima beasiswa ini harus mempunyai kriteria diantaranya adalah berasal dari keluarga miskin, berdomisili di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, telah lulus Ujian Nasional (UN) dan diutamakan siswa yang berprestasi.

Kriteria selanjutnya, kata Armiadi, adalah lulus verifikasi oleh Baitul Mal Aceh, bersedia mengikuti dan melanjutkan pendidikan di Pesantren atau Dayah Tahfizh dan bersedia menandatangani diatas materai Surat Perjanjian dengan Baitul Mal Aceh.

“Semua kriteria tersebut merupakan standart baku yang telah ditetapkan oleh Baitul Mal Aceh pada setiap program kegiatannya supaya menghasilkan output yang maksimal,” ujar Armiadi.

Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan BMA Rizky Aulia, S.Pd.I juga menambahkan bahwa setiap calon pendaftar beasiswa harus melengkapi syarat-syarat admisnistrasi, yaitu Surat Keterangan Miskin dari Keuchik, fotocopi rapor atau ijazah terakhir, fotocopi kartu keluarga, fotocopi KTP orang tua/wali, pasphoto ukuran 3×4 sebanyak 3 lembar dan mengisi formulir yang disediakan Baitul Mal Aceh.

“Waktu pengajuannya mulai tanggal 27 April sampai dengan 8 Mei 2015, pukul 08.00 sd 16.00 WIB setiap hari kerjanya. Untuk informasi dan registrasi dapat menghubungi Kasubbid Pendistribusian Ade Irnami, ST di nomor 085260070049 dan dapat juga mengunjungi website Baitul Mal Aceh di www.baitulmal.acehprov.go.id,” kata Rizky.[] (mal)

Cara Unik IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Berikan Beasiswa

Cara Unik IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Berikan Beasiswa

LANGSA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Zawiyah Cot Kala Langsa tahun ini memberikan enam jenis beasiswa kepada mahasiswa yang menempuh pendidikan pada lembaga tersebut. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Drs. H. Basri Ibrahim, MA, melalui Humas IAIN, Mulyadi Nurdin, Lc, MH, Rabu, 22 April 2015.

Basri Ibrahim didampingi Kepala Biro AUAK IAIN Langsa, Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd mengatakan beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber, seperti Kampus IAIN, bank, Baitul Mal, serta APBN.

Menurut Basri kategori beasiswa yang tersedia adalah Bidikmisi yang sudah berjalan selama 3 tahun. Basri menjelaskan proses penjaringan beasiswa bidikmisi dilakukan setelah calon mahasiswa dinyatakan lulus pada kampus IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa.

“Calon mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi adalah mereka yang telah mendapatkan rekomendasi dari kepala sekolah SMA/MA melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN), besaran beasiswa yang diterima oleh mahasiswa Rp 6 juta per semester selama 4 tahun,” ujarnya.

Selanjutnya, kata dia, beasiswa yang bersumber dari APBN ini akan dialokasikan kepada 1.200 orang mahasiswa dengan besaran yang diperoleh Rp 1,2 juta per mahasiswa. Beasiswa ini akan diberikan bagi mereka yang telah memiliki Kartu Hasil Studi (KHS).

Selanjutnya ada beasiswa yang bersumber dari mitra kerja kampus tersebut, seperti dari bank dan Baitul Mal. “Beasiswa dari Bank yang menjadi mitra kerja diberikan untuk 10 orang, sedangkan dari Baitul Mal, baik dari Kota Langsa maupun provinsi diberikan kepada 20 orang,” kata Basri.

Sementara untuk mahasiswa berprestasi ekstra di kampus akan dibebaskan uang kuliah.

Selain itu, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa juga menggratiskan uang kuliah kepada mahasiswa tiga bersaudara. “Satu orang akan digratiskan, kalau ada empat orang, berarti dua orang akan digratiskan,” ujarnya.

Institut ini juga akan menggratiskan uang kuliah selama delapan semester untuk mahasiswa yang hafal Alquran 20 juz. Selain itu, mahasiswa penghafal 15 Juz ayat Alquran akan digratiskan uang kuliah selama enam semester dan 10 Juz gratis 4 semester. Mereka juga akan diprioritaskan untuk mendapatkan beasiswa lainnya.

Menurut Basri, beasiswa Tahfidh ini ada yang bersumber dari Kampus IAIN, Kementerian Agama, dan juga Pemerintah Kota Langsa.

“Jika ada mahasiswa yang selama kuliah dapat menghafal Al-Quran minimal 5 juz, Pemko Langsa akan memberikan beasiswa kepada mahasiwa tersebut,” jelas Basri.

Sementara itu Kepala Biro AUAK IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, Drs. Ibnu Sa’dan, M.Pd mengatakan proses seleksi semua kategori beasiswa tersebut akan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan.

“Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, semua calon mahasiswa memiliki hak yang sama untuk memperoleh beasiswa asal mencukupi syarat yang ditetapkan,” katanya seperti dikutip Humas IAIN, Mulyadi Nurdin.[]

Ini Alasan Penerima Beasiswa Bidik Misi STAIN Gajah Putih Dialihkan

Ini Alasan Penerima Beasiswa Bidik Misi STAIN Gajah Putih Dialihkan

TAKENGON – Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih, Takengon, menuding pengalihan penerima beasiswa bidik misi tanpa pemberitahuan.

“Saya baca berita portalsatu.com kemarin, katanya sudah keluar beasiswa bidik misi. Tapi saya belum menerimanya. Sementara saya masuk ke STAIN GP itu lewat jalur bidik misi,” ujar salah satu mahasiswa STAIN GP yang enggan disebut namanya kepada portalsatu.com, Rabu, 1 April 2015.

Ia mengetahui beasiswa bidik misi tersebut keluar setelah bertanya pada rekan-rekannya yang juga mahasiswa. Mahasiswa ini juga baru tahu adanya penerima baru beasiswa.

“Yang terima baru itu kawan kami juga yang merupakan satu leting. Dia sudah dapat katanya. Tapi kami ini juga dikirim oleh sekokah lewat jalur bidik misi. Tapi kenapa gak keluar,” kata sumber itu.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua III STAIN Gajah Putih, Ismet Nur, MA mengatakan pihak kampus telah menyalurkan beasiswa bidik misi sesuai dengan data yang ada. Ia juga mengaku adanya pengalihan beasiswa bidik misi lantaran jatah penerima beasiswa bidik misi sebelumnya sudah non aktif.

“Penerima dulu namanya Jajirah, mahasiswa Jurusan Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam. Beliau mahasiswa penerima jatah tahun 2013. Jajirah non aktif karena menikah. Maka kita alihkan ke Cecen Yunere. NIM 1302017440 Jurusan Tarbiah Prodi PAI,” kata Ismet.

Ia mengatakan pergantian tersebut mengacu pada kriteria yang ada seperti memiliki prestasi dan latarbelakang keluarga kurang mampu.

“Sementara bagi 24 mahasiswa penerima lainnya tidak ada pergantian penerima bidik misi,” katanya.[] (bna)

Mahasiswa STAIN GP Keluhkan Beasiswa Bidik Misi Macet

Mahasiswa STAIN GP Keluhkan Beasiswa Bidik Misi Macet

TAKENGON – Sejumlah mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Gajah Putih Takengon, mengeluhkan beasiswa bidik misi yang tak kunjung keluar.

“Kami gak tahu apa kendala beasiswa itu belum keluar. Padahal ini sudah memasuki semester genap,” kata salah satu mahasiswa STAIN GP yang enggan namanya ditulis, kepada portalsatu.com, Selasa, 31 Maret 2015.

Namun keluhan mahasiswa ini dibantah oleh jajaran STAIN Gajah Putih Takengon. Wakil Ketua III STAIN GP, Ismet Nur, MA, mengatakan beasiswa bidik misi sudah dicairkan untuk penerima tahun 2013 dan 2014.

Menurutnya beasiswa bidik misi untuk mahasiswa STAIN GP tahun 2013 sudah tiga tahap dicairkan. Sementara untuk mahasiswa 2014 baru sekali dicairkan.

“Mahasiswa 2013, dua puluh orang penerima bidikmisi. Mereka sudah tiga kali kita cairkan. Sementara mahasiswa 2014 hanya 5 orang penerima bidikmisi, tahun ini sudah kita cairkan sekali,” katanya.

Pihaknya mengakui untuk semester genap ini belum menyalurkan beasiswa tersebut. Pasalnya, kata Ismet Nur, mahasiswa penerima belum membuat laporan penggunaan bidikmisi pada semester ganjil.

“Kalau laporannya sudah komplit akan segera kita cairkan pada semester genap ini. Pokoknya sebelum Oktober 2015,” katanya.[] (bna)