Tag: banjir

Proposal Dana Bencana Rp 30 Triliun per Tahun, Realisasinya?

Proposal Dana Bencana Rp 30 Triliun per Tahun, Realisasinya?

Jakarta – Ketua Komisi Penanggulangan Bencana Dewan Perwakilan Rakyat Saleh Partaonan Daulay mengungkapkan anggaran Rp 750 miliar yang diminta oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih belum memadai. Saleh menilai jumlah anggaran bencana ini tidak sepadan mengingat dana ini akan dipergunakan untuk semua jenis bencana di Indonesia.

“Dalam suatu RDP (rapat dengar pendapat), Kepala BNPB waktu itu menjelaskan bahwa proposal permintaan dari seluruh Indonesia bisa mencapai Rp 30 triliun setahun. Tentu ini tidak bisa dipenuhi. Tidak heran banyak daerah yang tidak terjangkau DSP (dana siap pakai),” kata Saleh, dalam keterangan tertulisnya pada Tempo, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Sumber anggaran Rp 750 miliar berasal dari DSP atau dana tanggap darurat. Dana ini sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 sebesar Rp 4 triliun. DSP disimpan sebagai cadangan anggaran oleh Kementerian Keuangan dan hanya dapat dipakai dalam keadaan darurat. “Dana cadangan ini berbeda dengan anggaran lain. Kalau yang lain, anggaran biasanya langsung ditransfer ke rekening kementerian terkait. Kalau DSP anggaran tetap ada di rekening Kementerian Keuangan,” ujar Saleh.

Menurut Saleh, karena anggaran ini sudah dianggarkan dan dibicarakan, BNPB dapat langsung mengajukannya ke Kementerian Keuangan. Nantinya, BNPB akan langsung bertanggung jawab pada Badan Pengawas Keuangan terhadap penggunaan anggaran ini. Namun demikian, ia mengatakan DPR akan tetap mengawasi anggaran tersebut. Jika dalam prakteknya ada yang tidak sesuai, maka DPR berhak memanggil pejabat yang bertanggung jawab.

Saleh sendiri menilai dengan luasnya tanggung jawab BNPB, penanggulangan bencana akan terhambat karena dana hanya berasal dari DSP. Hal ini mengakibatkan banyak daerah yang belum terjangkau. Akhirnya banyak daerah yang terpaksa menggunakan APBD yang ada.

Seluruh provinsi dan kabupaten/kota juga berhak mengajukan tanggap darurat bencana ke BNPB. Dengan besaran yang dapat mencapai Rp 30 triliun ditambah dengan bencana lain dan kasus kebakaran hutan yang tak kunjung usai, anggaran ini, menurut Saleh, dinilai masih belum mencukupi.

Dana penanganan kebakaran hutan sebesar Rp 385 miliar yang dimiliki BNPB sudah habis. Padahal kasus kebakaran hutan dan lahan masih belum usai. BNPB telah mengajukan tambahan dana sebesar Rp 750 miliar kepada Kementerian Keuangan. Namun, menurut Kepala Pusat Data Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dana ini akan cukup jika tidak ada bencana lain selain kebakaran hutan.

Sepanjang Januari-September, dana yang telah digelontorkan BNPB senilai Rp 550 miliar. Dana ini dipakai untuk mengatasi berbagai bencana dan sebagian besar habis untuk kebakaran hutan. Dana banyak dihabiskan untuk biaya sewa pesawat dan helikopter dalam operasi water bombing di beberapa titik kebakaran. Usaha pemadaman ini menjadi tidak maksimal karena kurangnya upaya pencegahan.[] Sumber: tempo.co

Foto: Kabut asap (ilustrasi)

200 Hektare Padi Gagal Akibat Banjir di Simpang Jernih

200 Hektare Padi Gagal Akibat Banjir di Simpang Jernih

IDI RAYEUK- Sekitar 200 hektare tanaman  padi milik warga Simpang Jernih, gagal panen akibat banjir.

“Kegiatan warga sekitar desa Simpang Jernih, Pante Kara, Batu Sumbang dan desa Ranto Panjang Bedari kembali normal seperti biasanya hingga sampai saat ini tidak ada korban jiwa pasca banjir. Namun lebih kurang 200 hektare  tanaman padi gagal panen,” ujar   Camat Simpang Jernih, Drs. Ahmad,  saat dikonfirmasi portalsatu sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangannya, banjir sempat  merendam empat desa dengan ketinggian air mencapai 2 meter. Banjir akibat  curah hujan yang tinggi dan luapan air sungai Ranto Panjang Bedari.

“Namun sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa dan dapat kita beritahukan kegiatan masyarakat sudah seperti biasanya. Begitu juga untuk aktivitas sekolah tidak ada yang terhenti,” katanya.

Katanya, untuk mengantisipasi datangnya banjir kiriman, pihak kecamatan Simpang Jernih selalu berkoodinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Timur (BPBD).

“Karena kita kitahui daerah  kecamatan Simpang Jernih rentan banjir jika musim hujan tiba, dan kita tetap terus upayakan keselamatan untuk masyarakat setempat,” katanya. [] (mal)

Surut Sehari, Banjir Kembali Terjadi di Langsa

Surut Sehari, Banjir Kembali Terjadi di Langsa

LANGSA – Hujan yang mengguyur Kota Langsa sejak semalam membuat warga di kawasan pemukiman Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa dikepung banjir, Rabu, 30 September 2015.

“Volume air mulai naik dari sungai ke pemukiman sekitar pukul 05.30 WIB. Kini air semakin meninggi dengan terus bertambahnya air sungai, sebab kami tinggal di tempat yang rendah sehingga mudah terkana banjir dari luapan air sungai tersebut,” ujar Misnawati, 66 tahun, salah satu warga Gampong Tanjung putus Kecamatan Langsa Kota.

banjir langsa2

Padahal, kata Misnawati, baru kemarin mereka siap bersih-bersih rumah setelah banjir surut. Namun kini mereka kembali dikepung banjir sehingga masyarakat menjadi panik untuk memindahkan perabotan rumah tangga supaya tidak terendam air.

“Tapi seperti biasa, kami hanya menunggu air kembali surut. Sorenya sudah stabil lagi air di sungai jika tidak hujan,” katanya.

Pantauan portalsatu.com, banjir juga terjadi di beberapa desa lainnya seperti Gampong Tanjung Putus, Gampong Pondok pabrik, Gampong Seulalah dan Gampong Sidoarjo.[](bna)

Sehari Surut, Banjir Kembali Melanda Lhoksukon

Sehari Surut, Banjir Kembali Melanda Lhoksukon

LHOKSUKON – Banjir kembali melanda sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara akibat jebolnya tanggul Krueng (Sungai) Peutoe, di sejumlah titik, Rabu, 30 September 2015. Padahal banjir sebelumnya baru sehari surut.

“Pukul 08.00 WIB air sungai meluap lagi dari titik tanggul jebol dan kembali memasuki pemukiman. Padahal baru kemarin kami membersihkan rumah dari sisa lumpur banjir pada Senin 28 September 2015,” kata Tuha Peut Desa Dayah KM VI, Ridwan kepada portalsatu.com.

Ridwan berharap pemerintah segera mencarikan solusi terkait permasalahan tersebut, mengingat curah hujan akan semakin tinggi menjelang akhir tahun.

“Kami minta pemerintah melalui dinas terkait segera menyelesaikan pengerjaan tanggul jebol itu. Jika tidak, sepanjang akhir tahun ini masyarakat akan terus menerus dihantui banjir. Lihat saja saat ini, baru kemarin surut sekarang sudah banjir lagi,” ujar Ridwan.

Geuchik Desa Kumbang KM VII, Jufriadi secara terpisah mengatakan, banjir kembali “menyapa” desanya pukul 02.00 WIB dinihari tadi saat warga sedang tidur. Kata dia, arus air sangat deras dan naik dengan cepat.

“Air naik selama tiga jam, setelah itu mulai surut perlahan. Saat ini kondisi masih banjir, hanya saja ketinggian air mulai turun. Tapi kami khawatir akan banjir susulan, mengingat tanggul masih jebol dan curah hujan cukup tinggi,” ujar Jufriadi.

Sementara itu, banjir di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu telah surut sejak kemarin/Selasa. Namun masyarakat tetap siaga akan banjir susulan.

“Sejak kemarin warga sudah membersihkan rumah dari sisa lumpur. Tapi banjir susulan itu sudah pasti ada. Sejauh ini masih aman, tidak tahu nanti atau besok,” kata Geuchik Desa Hagu, M Nasir via telfon seluler.[]

Foto: Warga Desa Kumbang, KM VII, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara duduk di tangga rumah menunggu air surut. @Dok.portalsatu.com

Akibat Banjir Petani Lele Gagal Panen

Akibat Banjir Petani Lele Gagal Panen

LANGSA – Petani lele di Desa Bukit Pulo, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, mengaku gagal panen akibat banjir.

Hal ini disampaikan salah satu petani lele, Ardiansyah, kepada portalsatu.com, Selasa 29 September 2015.

Kata Ardiansyah, sekitar ribuan lele siap panen miliknya, ludes disapu air banjir yang menerjang daerah itu, Minggu malam, 27 September 2015, pukul 20.00 WIB.

Menurut Ardiansyah, atas peristiwa itu kerugian diperkirakan puluhan juta.

“Ini jika dijumlah sejak pertama kali dari biaya pemeliharaan. Sebab lele tersebut kini telah berusia satu bulan lebih, musibah banjir mengakibat gagal panen dari target sebelumnya. Pasalnya tiga bulan dari usia pemeliharaan sudah dapat dipanen untuk dipasarkan,” katanya. [] (mal)

Empat Desa di Simpang Jernih Banjir

Empat Desa di Simpang Jernih Banjir

IDI RAYEUK-  Empat desa di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur dilanda banjir pascahujan deras, Selasa, 29 September 2015.

Informasi dihimpun portalsatu.com, banjir melanda Desa Simpang Jernih, Pante Kara, Batu Sumbang dan Ranto Panjang Bedari, Kecamatan Simpang Jernih. Banjir tersebut terjadi karena meluapnya air Krueng (Sungai) Ranto Panjang Bedari.

“Berdasarkan laporan dari piha kecamatan, banjir melanda kawasan tersebut, namun saat ini ketinggian air sudah menurun, dan tim kita sudah siap siaga  di sana,” ujar Safrizal, Kepala BPBD Aceh Timur saat dihubungi portalsatu.com sekitar pukul 13.30 WIB.

Safrizal menyebut sejauh ini belum ada masyrakat yang mengungsi akibat banjir tersebut.

“Kita terus siaga untuk menangani, dan kita harap masyarakat juga waspada terhadap cuaca yang tidak mendukung, karena kita takutkan akibat curah hujan yang tinggi bisa saja banjir datang dengan tiba- tiba,” katanya.[]

Foto ilustrasi

Foto: Banjir Lhoksukon Hentikan Sejumlah Aktivitas Warga

Foto: Banjir Lhoksukon Hentikan Sejumlah Aktivitas Warga

LHOKSUKON – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terjadi akibat jebolnya beberapa titik tanggul sungai (Krueng Peutoe), Senin, 28 September 2015. Sementara itu, banjir di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu terjadi karena meluapnya air sungai akibat curah hujan yang tinggi.

“Ada tiga titik tanggul yang jebol di Desa Teungoh KM VIII, Desa Jok KM II, dan Desa Babah Gedubang KM IV,” kata Camat Lhoksukon, Saifuddin kepada portalsatu.com di lokasi banjir.[]

????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar

 

 

????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar
Foto: Banjir Jadi Wahana Bermain Gratis di Aceh Utara

Foto: Banjir Jadi Wahana Bermain Gratis di Aceh Utara

LHOKSUKON – Sejumlah anak di Aceh Utara memanfaatkan kondisi banjir menjadi wahana bermain gratis di desanya. Seperti diketahui, banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara terjadi akibat jebolnya beberapa titik tanggul sungai (Krueng Peutoe), Senin, 28 September 2015. Sementara itu, banjir di Kecamatan Matangkuli dan Pirak Timu terjadi karena meluapnya air sungai akibat curah hujan yang tinggi.[] (Baca: Banjir Lhoksukon Akibat Tanggul Sungai Jebol)

????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
????????????????????????????????????
@Zulkifli Anwar/portalsatu.com
Foto: Banjir Landa Aceh Utara

Foto: Banjir Landa Aceh Utara

LHOKSUKON – Puluhan desa di tiga kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara dilanda banjir, Senin, 28 September 2015 sekitar pukul 05.30 WIB. Banjir terjadi karena hujan deras semalam yang mengakibatkan beberapa sungai meluap.[] (Baca: Sungai Meluap, Tiga Kecamatan di Aceh Utara Dilanda Banjir)

????????????????????????????????????
Anak-anak di Aceh Utara memerhatikan desanya yang sedang dilanda banjir. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Seorang tentara membantu warga melintasi kawasan banjir di Aceh Utara. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Warga melintasi jalanan yang tergenang air. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Warga mengungsikan barang-barang perabotan rumah tangga agar tidak tergenang air. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Warga Aceh Utara melintasi banjir akibat luapan sungai. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Warga Aceh Utara melintasi banjir di depan rumahnya. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Dua remaja Aceh Utara melintasi banjir di desanya. @Zulkifli Anwar
????????????????????????????????????
Biarpun banjir, remaja Aceh Utara tetap ceria. @Zulkifli Anwar