Tag: Aceh Library Consultant

Aceh Library Consultant; Komunitas Pelopor Pustaka ‘Modern’ di Aceh

Aceh Library Consultant; Komunitas Pelopor Pustaka ‘Modern’ di Aceh

BERAWAL dari keinginan agar bisa terus bersama, alumni Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry akhirnya sepakat membentuk Aceh Library Consultant di pengujung masa studi mereka pada 2014 lalu. Aceh Library Consultas atau ALC merupakan sebuah komunitas yang bergerak di bidang teknologi informasi dan perpustakaan.

Komunitas ini resmi lahir ke dunia pada 28 Agustus 2014 lalu diprakarsi tiga mantan aktivis kampus UIN Ar-Raniry yaitu Arkin, T. Ade Vidyan Maqfirah dan Syahril Azmi. Kini mereka bertiga telah menambahkan gelar S. IP atau Sarjana Ilmu Perpustakaan di belakang namanya.

“Saat ini usia ALC sudah genap satu tahun,” kata Arkin yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ALC kepada portalsatu.com pada Kamis malam, 3 September 2015. “Waktu itu kami hampir selesai kuliah dan punya keinginan untuk terus menjalin komunikasi dengan sesama mahasiswa dan alumni Ilmu Pustaka dalam sebuah wadah khusus,” katanya menjelasan hal ihwal lahirnya ALC.

Setelah mencetuskan ide awal mereka, pria yang mendapat julukan Trio-M itupun lantas berdiskusi dengan sejumlah rekannya seperti Wandi Syahputra, Ashabul Kahfi dan Rahmad. Layaknya anak-anak muda yang hobi nongkrong di warung kopi, merekapun mematangkan ide itu dari sebuah warung kopi di Banda Aceh.

“Kami ingin kehadiran ALC bisa menjadi wadah untuk mengabdi dan mewariskan ilmu untuk kepentingan dunia perpustakaan yang terkesan terabaikan dan kurang mendapat perhatian dari pengambil kebijakan di negeri ini,” kata pemuda asal Aceh Barat itu.

Di usianya yang masih seumur jagung, kiprah ALC bisa dibilang sangat luar biasa. Komunitas ini sudah melakukan sejumlah terobosan seperti membuat ‘bedah’ perpustakaan di banyak lokasi perpustakaan. Menariknya semua itu dilakukan dengan sukarela.

Mereka juga kerap memberikan pelatihan dan pembekalan instruktur dan mahasiswa dengan menggunakan software system otomasi perpustakaan berbasis web di berbagai lembaga yang jumlahnya mencapai belasan.

Sebut saja seperti di IAI Al-Aziziyah Samalanga Bireuen, Dayah MUDI Mesra Samalanga, perpustakaan International Centre for Aceh And Indian Ocean Studies, Kantor Arsip Perpustakaan dan Riset Kabupaten Aceh Jaya dan STIKes Medika Seuramoe Barat Meulaboh.

Dengan adanya otomasi perpustakaan, akan menjadikan pekerjaan dan layanan di perpustakaan tak hanya bisa dilakukan secara cepat, tapi juga tepat dan akurat. Sistem ini juga menjadikan tugas-tugas di perpustakaan menjadi lebih menyenangkan. Aktivitas pinjam meminjam atau mendaftar sebagai anggota pustaka tidak perlu lagi dilakukan secara manual. Tak berlebihan jika menyebut ALC sebagai komunitas pelopor pustaka ‘modern’ di Aceh.

alc-

Tak hanya itu, ALC yang lahir dari tangan alumni Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry ini juga bertanggung jawab membekali para mahasiswa di program studi tersebut yang ingin melakukan Praktek Kerja Lapangan. Pembekalan ini di bawah bimbingan prodi langsung.

“Kami punya cita-cita yang besar terhadap komunitas ini, misalnya menghimpun seluruh alumni S1 Jurusan Perpustakaan di bawah koordinasi Asosiasi Sarjana Ilmu Perpustakaan Aceh untuk mengembangkan sistem otomasi perpustakaan di seluruh Aceh,” katanya.

Ke depan, ALC juga ingin menjadi mitra Prodil Ilmu Perpustakaan dan Ikatan Pustakawan Indonesia Aceh untuk mengembangkan soft skill mahasiswa dan alumni. Tak hanya itu, mereka juga ingin ambil bagian dalam pembangunan Aceh dengan memberikan masukan dan kontribusi positif dalam mendukung setiap kebijakan Pemerintah Aceh terkait perpustakaan.

Secara khusus mereka ingin melakukan rapat koordinasi dengan berbagai unsur di Aceh terkait penerapan UU Perpustakaan Nomor. 43 Tahun 2007 dan PP Nomor. 24 Tahun 2014.

“Kami juga ingin mengawal setiap kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Aceh dalam hal ini Badan Arsip dan Perpustakaan Aceh terhadap penempatan pustakawan yang mengacu pada UU dan PP di atas. Kami berharap Pemerintah Aceh benar-benar memperhatikan perpustakaan,” katanya.[] (ihn)

Syukuran, ALC Gelar Buka Puasa Bersama Mitra Kerja

Syukuran, ALC Gelar Buka Puasa Bersama Mitra Kerja

BANDA ACEH – Keluarga besar Aceh Library Consultant (ALC) mengadakan silaturrahmi dalam acara buka puasa bersama dengan pengurus dan sejumlah mitra ALC yang dibuat di Ayam Lepas, Lamnyong, Banda Aceh kemarin sore, Rabu, 8 Juli 2015.

Direktur ALC, T. Ade Vidyan Maqfirah, mengatakan, kegiatan buka puasa bersama tahun ini perdana dilakukan sejak lembaga ini pertama kali diprakarsai pada 29 Agustus 2014 lalu.

“Ke depannya, kegiatan buka puasa bersama menjadi agenda rutin yang akan kita lakukan untuk mempererat tali silaturrahmi,” kata pria yang akrab disapa Tevam tersebut kepada portalsatu.com.

Untuk tahun-tahun berikutnya kata Tevam, agenda buka puasa akan dibuat di daerah-daerah yang berbeda di Aceh. Rencana ini merupakan strategi untuk menjalin silaturrahmi bersama seluruh relawan ALC yang tersebar di setiap biro yang konsen pada perpustakaan dan teknologi informasi.

“Tahun depan, kita akan prioritaskan buka puasa di setiap biro yang ada di bawah koordinasi pengurus pusat ALC. Kegiatan buka puasa hari ini juga sebagai bentuk syukuran atas terjalinnya kerjasama antara ALC dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya beberapa hari yang lalu dalam kegiatan pengembangan otomasi perpustakaan,” katanya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Nazaruddin Musa, M.LIS, Pustakawan terbaik Indonesia selaku salah seorang dewan Pembina ALC, Ketua Prodi D3 Ilmu Perpustakaan Syukrinur,M.LIS, Ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan yang diwakili oleh Sekretaris Prodi, Zubaidah,M.Ed, serta sejumlah dosen dan pimpinan organisasi mahasiswa.[] (ihn)