Suyanti, Guru Ekonomi yang Peduli Lingkungan dari SMAN 1 Ingin Jaya

MENJADI guru memang membutuhkan kreatifitas yang tinggi, karena tidak hanya sekedar mengajarkan ilmu pengetahuan berdasarkan mata pelajaran tertentu saja. Tetapi juga harus bisa mentransfer ilmu yang bisa diaplikasikan oleh anak didik dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah yang dilakukan Suyanti, guru di SMA N 1 Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar ini. Suyanti yang bergelar Sarjana Ekonomi ini awalnya hanya mengajar bidang studi ekonomi di sekolah tersebut. Namun, nalurinya sebagai pendidik dan kreatifitasnya muncul ketika menyadari banyak anak didiknya yang berasal dari keluarga sederhana. Yanti, begitu biasa ia dipanggil, bertekad membantu perekonomian siswa.

Yanti lantas memiliki ide untuk memanfaatkan sampah-sampah untuk didaur ulang, terutama sampah non organik yang tidak terurai. Saat berbincang-bincang dengan ATJEHPOSTcom Selasa, 11 Desember 2012, Yanti mengatakan jika awalnya sangat berat untuk memberikan pendidikan bagi siswa agar mau mengumpulkan sampah.

Siswa-siswa itu katanya ada yang malu dan enggan, namun Yanti tetap kukuh mewajibkan siswa-siswi di kelasnya untuk membawa sampah plastik setiap harinya ke sekolah. Sampah-sampah itu seperti wadah air mineral. Ketika sudah dirasakan cukup, ia kemudian mengolahnya menjadi barang-barang kerajinan tangan bersama siswa.

“Bumi kita harus dijaga, salah satunya dengan cara menjaga lingkungan kita dari sampah, terutama sampah yang berasal dari bahan plastik karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Sampah-sampah tersebut katanya sangat berbahaya karena sulit terurai. Karena itu perlu didaur ulang dengan memanfaatkan kreatifitas. “Di sinilah saya bersama siswa-siswi SMAN 1 Ingin Jaya membuat daur ulang sampah dari plastik,” ujar guru yang tinggal di Desa Lubok Gapui. Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar ini.

Hasil kreatifitas Yanti dan siswanya sangat beragam, seperti bando yang dihiasi kain perca, pot bunga dari wadah air mineral, rumah mainan dari kulit petai dan aneka kerajinan tangan lainnya. Kreatifitas Suyanti sebagai guru tak hanya sampai di situ. Selain itu ia juga suka menulis dan baru-baru ini memenangkan lomba menulis bertemakan lingkungan yang dibuat oleh Persatuan Keluarga Berencana Indonesia Aceh.

Tak jauh-jauh, tulisan yang berjudul “Arisan Sampah Membawa Berkah” tersebut terinspirasi dari kegiatannya di sekolah. Berkat tulusan tersebut ia berhasil meraih juara dua. Guru berusia 36 tahun ini ingin agar sekolahnya bisa dijadikan percontohan dalam hal mendaur ulang sampah. Keinginan itu tentu saja tak berlebihan, mengingat Yanti sudah melakukan dan membuktikan keberhasilannya.

Ia dan para siswa memiliki jadwal khusus untuk mengolah keterampilan tersebut. Hasil kreatifitas siwa tersebut juga dipajang di kantor sekolah. Sembari itu ia terus memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Karena keberadaan sampah-sampah itu akan berdampak negatif bagi bumi.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply