Surya Panen Subur Bantah Bakar Lahan di Rawa Tripa

BANDA ACEH – Presiden Direktur PT Surya Panen Subur (SPS) Indonesia, Eddy Busiri, menyatakan tidak melakukan pembakaran lahan di dalam areal Hak Guna Usaha mereka di kawasan Rawa Tripa seperti yang dituduhkan selama ini oleh beberapa pihak.

“Kami tidak melakukan pembakaran. Terhadap isu miring selama ini yang menyatakan kebakaran di Rawa Tripa disengaja, biarlah proses hukum yang akan menjawabnya. Kita sangat menghormati proses hukum yang berlaku,” kata Eddy di depan forum pertemuan antara Gubernur Aceh dengan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, di Banda Aceh, Kamis 13 September 2012.

Eddy juga menyatakan pihaknya mendapatkan izin Hak Guna Usaha pada tahun 1997 seluas 12,000 hektar di kawasan Rawa Tripa dan 5.000 di antaranya mereka jadikan sebagai kawasan konservasi.

“Kami komit untuk menjaga lingkungan, saat ini kami juga membangun kebun plasma di kawasan Rawa Tripa bersama masyarakat,” kata Eddy.

Sebelumnya, seperti diberitakan, PT Surya Panen Subur diduga melakukan pembakaran lahan secara sengaja di kawasan Rawa Tripa pada Maret 2012.

Tim Kementerian Lingkungan Hidup yang turun langsung ke Rawa Tripa menemukan bukti-bukti kuat bahwa PT Surya Panen Subur melakukan pembakaran lahan dalam proses pemberisahan lahan untuk penanaman. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup sedang menyiapkan berkas untuk menuntut Surya Panen Subur secara perdata dan juga secara pidana.

“Mereka harus bertanggung jawab, ini adalah kejahatan lingkungan dan tindak pidana perkebunan,” kata Sudariono, kepada Deputi V Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia kepada The Atjeh Post bulan lalu. []

  • Uncategorized

Leave a Reply