Sudah Dua Bulan Kerja, Asrama MUQ Pidie Baru Siap Pondasi

Sudah Dua Bulan Kerja, Asrama MUQ Pidie Baru Siap Pondasi

SIGLI – Proyek pembangunan asrama putra Madrasah Umul Quran (MUQ) Kabupaten Pidie berjalan lamban. Bobot bangunan gedung dengan anggaran Rp 2,4 miliar ini masih di bawah 15 persen atau baru siap pondasi. Proyek ini terancam tidak selesai sesuai kontrak. Padahal kontrak sejak 3 Agustus lalu.

Proyek yang bersumber dari Otsus  tahun 2015 tersebut luput dari pengawasan dan tinjauan Tim Percepatan Pengendalian Kegiatan (P2K) Setda Aceh. Padahal beberapa waktu lalu, Ketua Tim P2K, dr.Taqwallah pernah turun ke Kabupaten Pidie, tetapi hanya meninjau pembangunan Pusat Data dan Inforamsi (Pusdatin) saja.

“Kalau pembangunan asrama kita melihat masih sangat rendah kemajuannya,” kata Salman, salah seorang warga Pidie, Selasa 5 Oktober 2015.

Berdasarkan pantauan portalsatu.com di lokasi pembangunan di Gampong Tijue Kecamatan Pidie Kabupaten Pidie, pembangunan baru selesai podasi dan beberapa tiang yang baru siap dilakukan pengecoran. Tidak seorang pun penangung jawab di lapangan, yang ada hanya beberapa pekerja.

Pekerja mengakui pihaknya kewalahan saat mulai pekerjaan awal, apalagi saat penggalian sumuran pondasi, ada mata air besar sehingga membuat mereka kewalahan melakukan penggalian.

“Banyak air keluar dari sumur, orang bilang lahan ini bekas sungai dulu,” kata salah seorang tukang.

Informasi yang diperoleh, rekanan PT Famili IMS berasal dari Lhokseumawe sehingga sulit untuk diminta keterangan terkait pembangunan tersebut.

Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kabupaten Pidie selaku  Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tersebut Muhktar Ahmad mengakui pengerjaannya lamban dan menimbulkan kekhawatiran tidak akan selesai tepat waktu pembangunan itu.

“Kita sudah memanggil kontraktor dan sudah memperingatkan untuk memacu pekerjaan di lapangan sehingga proyek bias selesai sesuai kontrak. Bahkan kita sudah memberitahu rekanan kita akan potong kontrak jika tidak dikerjakan serius,” kata Kadis yang mengaku rekanan pernah berjanji proyek itu selesai September kepada pihaknya.

Namun, dirinya selaku pengguna anggaran tidak mau ambil resiko dan disalahkan jika nantinya proyek tidak siap, maka dirinya akan memperingatkan rekanan melalui surat peringatan.

“Jika tahapan itu telah kita lakukan juga tidak ada kemajuan makan solusinya potong kontrak. Kita tahan dulu untuk tidak membayar bobot kerja jika tidak sesuai dengan kemajuan di lapangan,” kata Muhktar.

Foto: Seorang pekerja pembangunan asrama MUQ sedang membongkar mal pondasi.

Leave a Reply