STAIN Malikussaleh Bantah Tudingan Panitia Tender tak Punya Sertifikat PBJP

STAIN Malikussaleh Bantah Tudingan Panitia Tender tak Punya Sertifikat PBJP

LHOKSEUMAWE – Pembantu Ketua II STAIN Malikussaleh Lhokseumawe Darmadi membantah tudingan bahwa panitia tender proyek (Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan/Pokja ULP) tidak memiliki sertifikat Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (PBJP).

“Kalau tidak ada sertifikat (PBJP) tidak boleh duduk di Pokja ULP. Jadi yang duduk sebagai Pokja ULP STAIN Malikussaleh sudah punya sertifikat itu sesuai ketentuan Perpres (Peraturan Presiden tentang PBJP),” ujar Darmadi saat dihubungi portalsatu.com lewat telpon seluler, Jumat, 24 Juli 2015, jelang siang.

 Darmadi membenarkan Kepala Bagian Keuangan STAIN Malikussaleh, Sidik menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek gedung Mahad Aly. “Itu tidak melanggar, karena yang tidak boleh rangkap sebagai PPK adalah bendahara, PPSPM dan Aparatur Pengawas Internal,” katanya.

Sementara terkait tudingan bahwa proses tender gedung Mahad Aly/Dayah Tinggi (tahap lanjutan) STAIN Malikussaleh Lhokseumawe senilai Rp5,6 miliar cacat hukum, Darmadi minta dikonfirmasi langsung dengan Ketua Pokja ULP, Ramadhan.

“Sebab itu menyangkut hal teknis. Kemarin dan tadi malam ada beberapa wartawan yang menanyakan itu. Saya sudah menghubungi Ramadhan tadi malam, dia akan memberi penjelasan kepada rekan-rekan wartawan hari Senin nanti, karena sekarang sedang ada acara bersama keluarganya di Banda Aceh. Mohon ditunggu saja konferensi pers darinya,” kata Darmadi.

Darmadi turut menegaskan bahwa Ketua STAIN Malikussaleh, Hafifuddin sejak awal telah menyampaikan kepada Pokja ULP agar melaksanakan proses tender semua proyek sesuai aturan berlaku. “Tidak ada intervensi dari siapa pun soal proses tender, laksanakan sesuai aturan,” ujarnya.

Sebelumnya, wartawan portalsatu.com Datuk Haris Molana sudah mendatangi STAIN Malikussaleh Lhokseumawe pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB untuk mewawancarai Ketua Pokja ULP, Ramadhan. Akan tetapi, menurut sejumlah staf di kampus itu, Ramadhan dan anggota Pokja ULP belum masuk kantor. Saat dihubungi portalsatu.com, dua nomor telpon seluler Ramadhan tidak aktif.

Diberitakan sebelumnya, Kuasa Direktur PT Lamna Tamita Jaya, M. Zubir Yacob menyatakan proses tender gedung Mahad Aly (lanjutan) STAIN Malikussaleh Lhokseumawe senilai Rp5,6 miliar, cacat hukum. Zubir Yacob yang merasa dirugikan pihak panitia tender akan melaporkan kasus tersebut ke Polda Aceh.

Zubir Yacob saat menggelar konferensi pers di Kana Dapu Kupi Lhokseumawe, Kamis, 23 Juli 2015, siang tadi, menyampaikan hal-hal yang menurutnya sebagai indikasi kuat proses tender proyek sumber dana APBN 2015 itu cacat hukum.

Menurut Zubir, proses tender dilaksanakan pada 21 Juni 2015 dan pemasukan penawaran, 27 Juni 2015. Sesuai jadwal pengumuman penetapan pemenang pada 10 Juli 2015, kata dia, telah dikeluarkan nama pemenang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Agama RI pukul 12.15 WIB.

“Dalam pengumuman itu telah ditetapkan PT. Lamna Tamita Jaya beralamat Jalan Kenari Nomor 33, Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dengan nomor NPWP 02.027.463.5/102.000  dan nilai penawaran Rp5.312.700.000- sebagai pemenang tunggal,” ujar Zubir sambil memperlihatkan copyan print isi pengumuman itu.

Anehnya, kata Zubir, selang satu hari setelah itu, panitia tender STAIN Malikussaleh “dengan sangat berani telah merubah jadwal pengumunan pemenang dan mengeluar pengumuman kedua pada 11 Juli 2015”.

“Pengumuman kedua itu dengan nama pemenang yang sudah berbeda, yaitu pemenang pertama  PT. Harum Jaya, yang merupakan rekanan lama STAIN. Pemenang kedua PT. Bohana Jaya Nusantara, dan ketiga PT. Lamna Tamita Jaya. Ini tanpa persetujuan pihak Kemenag RI,” kata Zubir.

Ia juga menuding Ketua Panitia Tender (Pokja ULP) STAIN Malikaussaleh Ramadhan dan sekretaris panitia Dedi Sutendi tidak memiliki sertifikat PBJP. Selain itu, kata Zubir, Kabag Keuangan STAIN Malikussaleh, Sidik merangkap jabatan sebagai PPK (pejabat pembuat komitmen) proyek tersebut. (Baca: Tender Proyek Mahad Aly STAIN Malikussaleh Diduga Cacat Hukum).[]

Foto ilustrasi kampus STAIN Malikussaleh Lhokseumawe. @medanbisnisdaily

Leave a Reply