Soal Tuxuci, Dahlan Iskan Mengaku Salah

JAKARTA – Pencipta mobil listrik Tucuxi, Danet Suryatama mengkritik Menteri BUMN Dahlan Iskan karena tak latihan terlebih dahulu sebelum mengemudi mobil listrik, yang berujung pada kecelakaan di Plaosan, Magetan. Menanggapi hal ini Dahlan Iskan mengakui kesalahannya.

Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi menuturkan, bahwa Dahlan merasa lega dengan sikap terbaru dari Danet, yang tidak lagi mempersoalkan tudingan pencurian teknologi dan tidak menuduh lagi dirinya mencuri tekhnologi mobil Tucuxi. Bagi Dahlan ini adalah kemajuan sikap dari Danet.

"Mas Danet hanya menyalahkan cara saya mengemudi dan cara saya menginjak rem. Saya terima kesalahan itu. Mas Danet juga lebih banyak mengungkap perasaannya yang merasa akan saya gusur. Yang ini saya tidak akan memberi komentar karena perasaannya belum tentu sama dengan perasaanku," imbuh Dahlan seperti ditirukan oleh Faisal kepada detikFinance, Minggu 13 Januari 2013.

Seperti diketahui Dahlan Iskan mengalami kecelakaan saat mengetes mobil sport listrik Tucuxi yang masih prototype didi Plaosan, Magetan, Jawa Timur. Pencipta Tucuxi Danet Suryatama menyesalkan hal tersebut. Dahlan seharusnya ditraining terlebih dahulu sebelum mengemudikan mobil itu.

Ketika itu, Dahlan mengatakan kalau rem mobil ini blong dan sistem transmisi yang tidak menggunakan gearbox pun dikatakan sebagai salah satu penyebabnya karena pengendara tidak bisa menggunakan gaya perlambatan dari engine brake ketika rem bermasalah. Mengenai hal itu, Danet pun menjawabnya.

"Tidak benar bahwasanya pengereman Tucuxi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rem (tanpa menggunakan mesin) seperti dinyatakan oleh Pak Dahlan. Mobil Tucuxi diperlengkapi dengan motor controller yang mampu melakukan pengereman mesin/motor atau menghasilkan regenerative braking (pengereman regenerative)," jelas Danet dalam pernyataannya resminya.

Menurut Danet, ada beberapa cara melakukan pengereman regenerative pada Tucuxi, yaitu mengangkat kaki dari pedal gas untuk memperlambat kendaraan dan/atau ganti driving selection.

Dengan pengereman regenerative, mesin/motor akan memperlambat kecepatan putarnya untuk berfungsi sebagai generator mengisi ulang baterai.

Lebih lanjut Danet menjelaskan kalau Tucuxi adalah mobil yang di desain tanpa menggunakan gear box (atau multi gear transmission system).

Tucuxi didesain menggunakan single speed reduction gear (satu gigi penurun kecepatan) sebagai transmisinya. Transmisi satu gigi ini dipergunakan karena motor listrik (AC atau DC) mempunyai range yang lebar untuk putaran motornya (wide range rpm). Tucuxi mempunyai efisiensi tinggi pada motornya serta mampu memperoleh torsi maksimum pada saat awal kendaraan melaju.

Penggunaan single speed reduction gear pada kendaraan listrik banyak dilakukan oleh berbagai kendaraan listrik dunia termasuk Tesla Roadster, Ariel Atom Wrightspeed X1, Ford Focus Electric, Mitsubishi I-MiEV, Nissan Leaf EV dan masih banyak lagi.

Danet lalu mengatakan kalau pada dasarnya setiap pengendara yang baru pertama kali mengendarai mobil seperti ini harusnya melakukan training mengemudi terlebih dahulu agar dia bisa mengenali mobil dengan baik. Dengan begitu, resiko pun bisa direduksi.

"Setiap konsumen pembeli/pengguna mobil listrik seyogyanya menjalani training yang cukup untuk mengoperasikan kendaraan listrik diberbagai medan jalan," kata Danet.[] sumber : detik

  • Uncategorized

Leave a Reply