Soal Tiga Turbin Gas, PT Arun: Jika Tak Dipergunakan Otomatis…

Tiga turbin gas eks PT Pertamina di kompleks Kilang LNG Arun di Lhokseumawe hingga kini masih terbengkalai. Pasalnya, Pemerintah Aceh selaku penerima aset hasil hibah Direktorat Jenderal  Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (DJKN Kemenkeu) belum memfungsikan turbin untuk pembangkit listrik itu.

“Iya benar, belum difungsikan oleh yang menerima hibah,” ujar Relations and Legal Manager PT Arun NGL Hendra Afiat menjawab ATJEHPOST.co lewat layanan pesan singkat (SMS), Kamis, 4 Desember 2014.

Ditanya apakah PT Arun tahu jika aset itu sudah diambil alih kembali oleh Kemenkeu lantaran sudah lewat empat tahun tidak digunakan oleh Pemerintah Aceh, Hendra mengatakan, “Secara otomatis jika tidak dipergunakan aset tersebut kembali menjadi milik DJKN Kementerian Keuangan.”

“PT Arun sebagai pihak yang mengelola aset DJKN tau akan peraturan tersebut. Dalam hal ini PT Arun bukan sebagai pemilik aset,” kata Hendra lagi.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Pusat melalui Departemen Keuangan telah menghibahkan tiga turbin gas eks PT Pertamina plus aset tanah senilai Rp71,785 miliar di lokasi Kilang LNG Arun di Lhokseumawe kepada Pemerintah Aceh sejak 2009 silam. Namun, lantaran tak terurus, turbin pembangkit listrik itu dikabarkan telah diambil kembali oleh Departemen Keuangan.

Jika merujuk kepada perjanjian hibah, tiga turbin gas itu dihibahkan kepada Pemerintah Aceh agar bekerjasama dengan PLN dan menjadikan turbin itu sebagai pembangkit listrik IPP (independent power produser). Dengan kata lain, Pemerintah Aceh melalui perusahaan daerah bisa menjual daya listrik kepada PLN.

Jika tidak digunakan selama empat tahun, maka aset itu akan diambil alih kembali oleh Pemerintah Pusat melalui Departemen Keuangan. Tanggal jatuh temponya adalah pada 7 Agustus 2013. (Baca: Aceh-Telantarkan-Turbin-Arun-Pusat-Ambil-Alih).[]

  • Uncategorized

Leave a Reply