Soal Rumah Bantuan, Korban Konflik Aceh Tengah dan Bener Meriah Temui BRA

BANDA ACEH – Korban konflik yang berasal dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, Jumat, 1 Juni 2012, bertemu Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Hanif Asmara, membicarakan pembentukan tim verifikasi rumah bantuan korban konflik untuk dua kabupaten tersebut.

Junaidi Hasan, atau yang biasa disapa Din Puteng, koordinator massa dari Aceh Tengah dan Bener Meriah kepada The Atjeh Post menyatakan pertemuan dengan ketua BRA merupakan agenda tindak lanjut dari pembentukan tim verifikasi rumah korban konflik yang dilakukan BRA.

“Kita membicarakan hasil di lapangan selama ini dengan mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan. Karena kasus rumah ini sudah sangat lama, kita butuh informasi dari orang-orang tua terkait rumah masyarakat yang dirusak pada masa konflik dulu,” kata Din Puteng yang dijumpai The Atjeh Post di Banda Aceh setelah pertemuan dengan BRA.

Dia menambahkan, informasi yang sudah dikumpulkan nanti akan diserahkan kepada tim verifikasi untuk ditindaklanjuti. Selain mencari informasi, ketua-ketua kelompok masyarakat korban konflik di Aceh Tengah dan Bener Meriah juga melakukan musyawarah dengan masyarakat.

“Ketua kelompok menginformasikan bahwa masyarakat jangan sampai salah memberikan data kepada tim verifikasi yang akan turun nanti, jika salah maka akan berpengaruh terhadap rumah yang akan dibangun,” tambahnya.

Terkait tim verifikasi, Din Puteng menyatakan bahwa saat ini sudah dibentuk oleh BRA provinsi, akan tetapi belum dikeluarkan SK-nya. Menurut Din Puteng, BRA belum mengeluarkan SK karena belum ada dana yang cair untuk kerja tim verifikasi.

“Pak Hanif selaku ketua BRA mengaku sedang berusaha keras untuk memperoleh dana tim verifikasi. Ini masalah serius, karena jika tak ada dana tidak mungkin tim verifikasi akan bisa bekerja di lapangan, nantinya akan mendapat masalah baru di lapangan,” kata Din Puteng menirukan apa yang dikatakan oleh Hanif Asmara, ketua BRA Pusat.

Din Puteng yang datang bersama dengan beberapa ketua kelompok masyarakat menyatakan bahwa saat ini BRA sudah memasukkan nama-nama ketua kelompok dalam tim verifikasi sesuai dengan permintaan masyarakat korban ketika melakukan aksi demonstrasi di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

“Nantinya, ketua-ketua kelompok akan langsung turun bersama tim verifikasi lainnya ke lapangan,” ujar Din Puteng.

Saat ini, kata Din, dia bersama dengan para ketua kelompok yang semuanya berjumlah 22 orang dari 22 kelompok, tetap melakukan komunikasi intens dengan ketua BRA Pusat, Hanif Asmara.

“Kita tidak lagi berhubungan dengan BRA kabupaten, tapi langsung dengan BRA provinsi atau pusat, bahkan langsung komunikasi dengan ketua BRA,” jelas Din Puteng. []

  • Uncategorized

Leave a Reply