Soal pesangon dari Pemkab Simeulue, ini kata mantan karyawan PDKS

REALISASI pelunasan pesangon terhadap 26 mantan karyawan kebun kelapa sawit berplat merah oleh Pemerintah Kabupaten Simeulue dan manajemen Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulu dinilai mantan karyawan masih digantung.

Para mantan karyawan tersebut meminta Pemkab dan manajemen kebun kelapa sawit untuk membayar tepat waktu dan menepati janji mereka.

“Ini terkesan ada anak tiri dan anak kandung, kami selalu dijanjikan dari hari ke hari sejak bulan Januari, nyata sampai hari ini tidak ada,” ujar salah seorang mantan karyawan PDKS, Juma’asan kepada ATJEHPOSTcom Senin malam, 18 Februari 2013.

Menurutnya puluhan mantan karyawan PDKS belum menerima pesangonnya. Pihak manajemen katanya sudah mencairkan dana tersebut dan menstransfer melalui rekening bank.

“Mereka mengumbar janji, sudah beres itu, cek saja di bank. Bayangkan dari Januari sampai hari ini kami bolak-balik ke bank BSM, anak kami kelaparan di rumah, karena tidak dapat kerja,” ujarnya.

Keterlambatan pelunasan pesangon untuk 26 mantan karyawan PDKS itu dibenarkan oleh Direktur PDKS, Ibnu Abbas.

“Benar masih ada 26 mantan karyawan PDKS yang belum dilunasi pesangonnya, dananya sudah tersedia tapi kita masih menunggu pak Bupati yang saat ini masih di luar daerah,” katanya.

Ibnu Abbas merincikan sisa dana yang diperuntukkan bagi 26 karyawan tersebut mencapai Rp 1,4 miliar rupiah.

“Kita minta mereka bersabar, hak mereka tetap kita lunasi,” katanya.[] (ihn)

Berita sebelumnya:

Pemkab Simeulu lunasi pesangon mantan karyawan PDKS

  • Uncategorized

Leave a Reply