Soal Investasi, DPR: Buya Krueng Teudong-dong, Buya Tamoeng Meuraseuki

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, menilai ada banyak peluang investasi yang sedang berjalan di Aceh. Namun sayangnya, Pemerintah Aceh tidak bisa memanfaatkan peluang tersebut demi kemakmuran masyarakat.

“Posisi Aceh yang tidak bisa memanfaatkan investasi ini sama dengan pepatah Buya krueng teudong- dong, buya tamoeng meuraseuki,” kata Iskandar Usman kepada ATJEHPOST.co, Selasa 24 Februari 2015. 

Pepatah ini, katanya, merujuk pada kasus PT. Perta Arun Gas (PAG) yang kini siap mengoperasikan regasifikasi LNG di Kompleks Kilang PT Arun di Lhokseumawe, ternyata 100 persen sahamnya masih dimiliki PT Pertamina. Padahal, sesuai kesepakatan sebelumnya antara Pertamina dengan Pemerintah Aceh, Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) berhak memiliki 30 persen saham.

Untuk itu, kata politisi Partai Aceh, perlu segera mungkin gubernur mengambil langkah agar bisa melakukan pembagian tugas dan wewenang soal invetasi baik itu regatifikasi Arun dan lain sebagainya.

“Harus ada sikap yang elegan agar bisa menyelamatkan peluang investasi ini,” ujar politisi Partai Aceh.

Yang harus dipikirkan, kata Iskandar Al-Farlaky, bagaimana peran pemerintah Aceh di Blok Pase, kemudian Geothermal Seulawah, dan soal regatifikasi Arun. Aceh bisa masuk di dalamnya dengan memposisikan diri sebagai salah satu pemilik saham. Di mana nanti akan menghasilkan PAD bagi Aceh.

“Nah, ketiga projek ini PDPA masuk di dalamnya sebagai perpanjangan tangan pemerintah Aceh,” ujarnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply