Soal Gugatan ke MK, Saifuddin Bantasyam Bilang Itu Pertanda Kesadaran Berdemokrasi

LHOKSEUMAWE – Pengamat politik dan hukum Saifuddin Bantasyam menilai langkah para kandidat yang merasa dirugikan dengan hasil Pilkada 2012 mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi menunjukkan adanya kesadaran berdemokrasi.
 
“Ketika mereka mau menyelesaikan masalah ke jalur hukum, itu sebagai pertanda ada kesadaran berdemokrasi (rule of law),” kata Saifuddin Bantasyam yang juga dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala Banda Aceh dalam perbincangan dengan The Atjeh Post lewat telpon selular, petang kemarin.
 
Menurut Saifuddin Bantasyam, kualitas demokrasi dalam Pilkada 2012 memang belum optimal dikarenakan masih diwarnai kecurangan-kecurangan. Kendati demikian, Saifuddin menilai hal itu bukan sesuatu yang mengherankan, sebab kasus kecurangan berkaitan dengan Pilkada juga terjadi di daerah lain di Indonesia.
 
“Tapi beberapa kejadian (dalam Pilkada 2012 di Aceh) tidak terlepas karena kita daerah bekas konflik. Persoalan yang terjadi ‘kan lebih banyak antara kubu Irwandi dan Zaini-Muzakir. Dan, ketika kubu yang merasa dirugikan menggunakan jalur hukum, itu menunjukkan kesadaran berdemokrasi,” kata Saifuddin Bantasyam.  
 
Saifuddin berharap para pemohon gugatan hasil Pilkada Aceh 2012 menerima apapun hasil putusan MK nantinya. Apalagi putusan MK bersifat final dan mengikat. Saifuddin percaya MK tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun sehingga putusannya dipastikan tetap independen.
 
“Saya kira Mahfud MD (Ketua MK) tidak mau menghancurkan MK hanya gara-gara persoalan Pilkada Aceh. Apapun putusan MK yakinlah bahwa putusan itu yang terbaik,” katanya.
 
Seperti diberitakan, dari 17 kabupaten dan kota di Aceh yang telah menyelenggarakan Pilkada tingkat kabupaten dan kota secara serentak pada 9 April 2012, sedikitnya delapan daerah hasil Pilkadanya berujung gugatan ke MK.
 
Hasil penelusuran The Atjeh Post di situs resmi Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, sejauh ini delapan kabupaten dan kota di Aceh yang para kandidat kalah dalam Pilkada 2012 sudah mengajukan permohonan dan MK telah menetapkan jadwal sidang adalah gugatan dari kandidat Simeulue, Pidie, Aceh Utara, Aceh Singkil, Bener Meriah, Aceh Barat Daya, Aceh Barat dan Banda Aceh.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply