Situs Sejarah Terbengkalai, DPRK Lhokseumawe Bilang Dinas Jangan Lalai

LHOKSEUMAWE – Kalangan DPR Kota Lhokseumawe meminta dinas yang membidangi kebudayaan jangan lagi lalai. Sebab masih banyak situs sejarah yang terlupakan dan membutuhkan perhatian pemerintah untuk dilestarikan dengan layak.

“Salah satu bentuk penghargaan kita pada pendahulu adalah menjaga dan merawat situs sejarah perjuangan mereka. Kalau selama ini kita lalai, mulai sekarang dinas terkait harus menelusuri di mana situs-situs sejarah yang masih terbengkalai untuk kemudian dipugar secara layak,” kata M Yusuf A Samad, anggota DPRK Lhokseumawe, Sabtu, 28 Juli 2012.

Yusuf A Samad mengatakan hal itu pada The Atjeh Post, setelah mengetahui salah satu situs sejarah di Lhokseumawe terancam hilang karena pemerintah tidak memugar lokasi tersebut. Situs sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda itu berupa tiang besi tempat Teuku Chik Di Tunong dan Teuku Di Buah ditembak mati serdadu Belanda di tepi pantai Kampung Jawa Lama, Lhokseumawe.

“Sudah semestinya kita pugar situs sejarah sebagai bentuk penghargaan pada pendahulu kita. Sebab bangsa yang beradab adalah bangsa yang menghargai hasil perjuangan nenek moyangnya,” kata Yusuf A Samad yang juga politisi PKS.

Yusuf Samad berharap Pemko Lhokseumawe menjadikan momen peringatan 17 Agustus atau hari ulang tahun kemerdekaan pada tahun ini untuk menelusuri situs-situs sejarah yang terlupakan. Dia memperkirakan banyak situs sejarah perjuangan rakyat Aceh dalam mempertahankan tanah airnya dari rongrongan penjajah yang belum terungkap menyeluruh.

“Yang sudah terungkap dan digelar sebagai pahlawan nasional hanya yang terliput oleh pemerintah pusat saja. Padahal banyak putra terbaik Aceh yang menjadi patriot dan gugur sebagai kesuma bangsa. Sebab pahlawan tidak mungkin hanya satu dua orang saja,” katanya.

Menurut dia, manfaat dari melestarikan situs-situs sejarah, selain berguna bagi generasi baru juga bisa dijadikan lokasi wisata sejarah yang akan membawa keuntungan bagi daerah.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply