Siswi Gantung Diri Biasanya Diantar Orang Tua ke Sekolah

Siswi Gantung Diri Biasanya Diantar Orang Tua ke Sekolah

TAKENGON – Siswi SMA N 1 Takengon, Safarah Riski Fitri, 17 tahun, korban bunuh diri yang ditemukan pagi tadi di rumahnya dilaporkan sering diantar orang tuanya untuk pergi ke sekolah. Namun pada hari naas ini korban tidak terlihat bersama orang tuanya ketika berangkat sekolah. (Baca: Siswi SMA Gantung Diri di Takengon)

Kedua orang tua korban masing-masing berangkat kerja tanpa memboncengi Safarah sebagaimana biasanya. Penjelasan ini diperoleh dari tetangga korban di lokasi kejadian hari ini, Rabu, 25 Maret 2015. Namun tidak diketahui apa penyebabnya.

“Biasanya Safarah diantar sama bapak atau ibunya ke sekolah. Tapi hari ini nggak terlihat di belakang kereta (sepeda motor) mereka. Entah kenapa saya tidak tahu,” kata Inen Putri, tetangga korban kepada portalsatu.com.

Seperti diberitakan sebelumnya, Safarah yang tak lain adalah warga desa Kemili Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah hari ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kala itu rumah korban dalam kondisi kosong.

Peristiwa itu diketahui ketika orang tua korban mendapat kabar jika anaknya absen sekolah. Berawal dari kabar tersebut orang tuanya lantas mengecek keberadaan Safarah. Saat ditemukan di kamarnya putri mereka sudah tidak bernyawa.

Beberapa kerabat korban kepada portalsatu.com mengatakan, korban tidak mempunyai masalah apapun dengan teman-temannya.

“Kemarin nggak ada cerita apa-apa dia. Dari kondisinya kami lihat juga baik-baik saja,” ucap salah seorang kerabatnya yang enggan disebut namanya.

Pantauan portalsatu.com, kamar tempat kejadian perkara sudah di pasang garis polisi. Ratusan masyarakat termasuk guru dan kerabat korban terus berdatangan ke rumah duka.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih menduga kematian korban murni akibat bunuh diri.

“Korban lagi kita visum. Nantilah baru tau hasilnya,” kata Kasat Reskrim Polres Aceh Tengah AKP Raja Gunawan. (ihn)

Leave a Reply