Sistem di Banggar Buka Peluang Korupsi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota DPR RI Zulkarnaen Djabar sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Alquran d Kementrian Agama (Kemenag).

Zulkarnaen yang juga anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Partai, memperpanjang rekor penyelewengan dana negara yang berawal dari anggota Banggar.

Ada beberapa nama anggota Banggar yang saat ini tengah ditangani KPK seperti Angelina Sondakh dengan kasus wisma atletnya, Nazzarudin dalam kasus Hambalang, Wa Ode Nuhayati dalam penyelewengan dana Dana Percepatan dan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID).

Wa Ode Zaenab pengacara dari terdakwa kasus DPPID Wa Ode Nurhayati, mengungkapkan, bahwa memang ada sesuatu yang salah dalam penetapan anggaran di DPR dalam pembahasannya di Banggar.

Dalam kasus DPPID ditanganinya, sebenarnya sudah jelas anggota tidak memiliki otoritas kecuali pimpinan Banggar.

Namun karena sistem pengawasan yang lemah, Banggar menjadi arena bermain anggota dewan secara perorangan.

"Banyak permainan di Banggar, meskipun yang selalu mengatur pimpinan, tapi sangat banyak yang bermain perorangan," ujar Zaenab, kepada Media Indonesia, Sabtu, 30 Juni 2012.

Hal senada dilontarkan Direktur Pusut Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar. Menurutnya sangat pantas jika rakyat melihat Banggar sebagai sarang mafia anggaran.

Hal itu semakin terbuka ketika Wa Ode membeberkan adanya politik bagi-bagi dalam sebuah proses penganggaran. | sumber: mediaindonesia

  • Uncategorized

Leave a Reply