Singkil Banjir, Delapan Rumah Rusak

Banjir menyungkup seluruh wilayah Singkil, ibu kota Kabupaten Aceh Singkil, Jumat (28/11). Ke-16 desa di kecamatan itu semua tergenang air, termasuk perkantoran pemerintah, sekolah, pasar, tempat ibadah, dan jalan raya. Hanya kantor bupati di kawasan Pulau Sarok yang masih aman, namun sepi pegawai. Mereka tak bisa masuk kerja karena terhalang banjir.

Genangan air di jalan sepanjang satu kilometer di Ujung Bawang menyebabkan transportasi dari Singkil maupun untuk masuk ke Singkil lumpuh total. Alat transportasi yang bisa digunakan di tengah air bah hanyalah perahu. Itu pun beberapa kali nyaris terseret arus deras. Untung saja anggota TNI dari Kodim 0109/Singkil turun ke lokasi bencana untuk memberikan pertolongan, sehingga penumpang atau muatan di dalam perahu tersebut tak sampai nyemplung ke air.

Banjir berarus deras yang tingginya mencapai satu meter itu membuat mobil truk pengangkut elpiji dan fuso yang nekat mengarungi genangan di badan jalan, terperosok. Kondisi itu memaksa mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil yang telah dimodifikasi jadi tinggi untuk mengevakuasi warga menyeberangi banjir, menariknya.

Pemerintah pun telah mendirikan dapur umum di dua titik. Di jembatan Suka Makmur, dikoordinir oleh BPB Aceh Singkil. Cakupannya, untuk membantu korban banjir di tiga desa terdekat, yakni Kuta Simboling, Siti Ambia, dan Suka Makmur. Kemudian, di depan SD Ujung Bawang, dapur umum didirikan Dinas Sosial setempat untuk warga di sana. “Hampir semua desa di Kecamatan Singkil sudah terkena banjir,” kata Camat Singkil, Dheny Oskandar.

Di Singkil Utara, banjir bandang yang menerjang Dusun Muara Pea, Desa Ketapang Indah, mulai surut. Namun, menyisakan kerugian. Sedikitnya delapan rumah dan taman kanak-kanak (TK) rusak berat, akibat tergerus air bah. Rumah yang rusak masing-masing milik Barno, Asbarudin, Kondok, Aba, Hj Khalijah alias Igom, Konjok, Aminudin, dan rumah M Teteh.

“Tadinya cuma diketahui dua yang rusak, begitu banjir surut dan saat dicek ternyata semuanya ada sembilan yang rusak. Salah satunya sekolah TK,” kata Rahman, warga setempat.

Genangan banjir menjelang sore terus meningkat. Hal itu terjadi lantaran hujan masih mengguyur di hulu sungai pembawa banjir kiriman ke Singkil. Selain di Ujung Bawang, genangan air juga merendam jalan Singkil-Gunung Meriah di depan Rumah Tahanan Cabang Singkil. Namun sore kemarin banjirnya berangsur surut, sehingga kendaraan mulai bisa melintas.

Sekolah ambruk

Sementara itu dari Lamno dilaporkan, banjir yang terjadi di Aceh Jaya, Rabu (26/11) menyebabkan banyak fasilitas umum yang rusak parah. Di antaranya gedung SMPN 2 Pasie Raya ambruk dan dua tanggul jebol, masing-masing di Kecamatan Jaya (Lamno) dan Indra Jaya.

Anggota DPRK Aceh Jaya, Mawardi Wahed, kepada Serambi menyebutkan, ambruknya gedung SMPN 2 Pasie Raya itu akibat ganasnya kikisan Krueng Teunom setiap kali banjir. “Untuk saat ini bangunan tersebut sudah sulit ditangani karena sebagian fondasinya sudah berada di dalam sungai. Soalusinya, harus dilakukan relokasi,” kata Mawardi.

Rekannya sesama anggota dewan setempat, Dasril A Rahman, berharap pemerintah segera melakukan penanganan. “Jika bangunan tersebut tak bisa diselamatkan lagi, maka harus segera direlokasi agar aktivitas belajar-mengajar tak lagi terganggu,” kata Dasril.

Tanggul jebol

Saifuddin Sulaiman, tokoh masyarakat dari Desa Babah Dua, Kecamatan Indra Jaya, melaporkan bahwa tanggul penahan tebing di Krueng Lam Beusoe juga jebol diterjang banjir.

Kondisi ini, menurutnya, mengancam tiga rumah, masing-masing milik Abdurrahman (40), Samsuddin (55), Nurma (43) di Babah Dua. “Sangat mungkin ambruk ke sungai karena jarak rumah tersebut dengan sungai hanya tiga tinggal meter lagi,” ujarnya.

Tanggul di Desa Bak Paoh, Kecamatan Jaya, juga ambruk. Ini akan mengancam ambruknya sebuah jembatan penghubung antardesa di kawasan itu.

“Kita harap pemerintah segera menangani tanggul-tanggul yang ambruk oleh banjir tersebut agar eksesnya tidak terus meluas,” kata M Jamin, Anggota DPRK Aceh Jaya saat meninjau tanggul ambruk di Bak Paoh bersama Camat Jaya, Sabrin SE.

Amatan Serambi, banjir juga menyebabkan proses belajar-mengajar lumpuh karena hampir rata-rata sekolah di Kecamatan Teunom, Pasie Raya, Panga, dan Krueng Sabee terendam banjir.

Renggut satu nyawa

Sebagaimana diberitakan sekilas kemarin, banjir yang melanda Aceh Jaya juga merenggut nyawa Muhammad Suro (28), penambang batu emas Gunung Ujeun, asal Bogor, Jawa Barat. Ia terseret banjir di Desa Panggong, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, saat mengantar temannya yang diserang malaria, Rabu (26/11) pukul 15.00 WIB.

Jasad korban baru ditemukan esoknya, Kamis (27/11) pukul 06.00 WIB, tak jauh dari lokasi ia diseret arus. Kemudian, jenazah Suro  dievakuasi oleh anggota TNI, Polri, relawan RAPI, PMI, warga, dan pihak rumah sakit dari Desa Panggong ke Rumah Sakit Umum Daerah Teuku Umar, Calang, sekaligus dimandikan dan dikafankan di RSU tersebut.

Agus (40), rekan korban sesama penambang batu emas asal Desa Suka Mulia, Kecamatan Suka Jaya, Kabupaten Bogor, saat ditanyai Serambi di RSUD Calang kemarin mengatakan, peristiwa memilukan itu bermula saat empat penambang emas turun dari Gunung Ujeun. Mereka mengantarkan Agus yang sakit malaria ke Puskesmas Krueng Sabee. Sesampai di Panggong, banjir sedang menggenangi badan jalan setinggi 1,5 meter. Mereka akhirnya nekat berenang.

Saat melintasi genangan air di atas badan jalan, tiga kawan Agus, yakni Ajum (30), Adnan (35), dan Muhammad Suro memapah Agus di atas sebuah kendaraan roda dua.

Tapi setiba di tengah genangan, rombongan kecil itu tak mampu menahan arus yang kian kencang, sehingga mereka terpisah di dalam air bah. Kebetulan, dua orang tersangkut di pohon kakao. Sedangkan Suro yang ingin menyelamatkan temannya yang sakit tiba-tiba timbul tenggelam diseret arus, hingga esoknya ia ditemukan tewas.

Empat sekawan itu berasal dari desa yang sama di Bogor, bekerja pada seorang tauke batu emas di Gunung Ujeun, Aceh Jaya. “Sayangnya, rekan kami itu tak bisa berenang, sedangkan kami yang masih berada di air saat itu diselamatkan oleh warga Desa Panggong,” kata Ajum yang dibenarkan oleh Adnan, rekannya.

Menurut Kapolres Aceh Jaya, AKBP Abdul Azas Siagian, korban yang berasal dari Jawa Barat itu akan dikebumikan di Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya. “Pihak keluarga korban sudah mengizinkan almarhum dikebumikan di Aceh Jaya,” kata Kapolres.[] sumber: serambi indonesia

  • Uncategorized

Leave a Reply