Simpan Senjata Rakitan, Warga Aceh Tengah Dibekuk Polisi

TAKENGON – Polisi dari polres Aceh Tengah membekuk MR (29) warga Kampung Alur Kumer Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Rabu 26 September 2012 di rumahnya karena menyimpan tiga pucuk senjata rakitan ilegal.

"Selain senjata rakitan, polisi juga menemukan lima buah magazen SS1, 76 butir amunisi SS1, satu butir amunisi AK47, dua kantong plastik berisi biji ganja dan satu unit sepeda motor Yamaha mio yang tidak ada memiliki surat kelengkapan kendaraan," kata Kapolres Aceh Tengah AKBP Dicky Sondani, didampingi Kasat Reskrim AKP Wendi Oktariansyah, Jumat 28 September 2012 di Mapolres setempat.

Menurut Dicky Sondani, kasus ini terungkap saat istri tersangka, NA (23) melaporkan tindak kekerasan dalam rumah tangga yang dialaminya oleh MR.

"Istri MR mengatakan kalau suaminya menyimpan senjata rakitan," ujar Kapolres.

Setelah mendengar laporan dari NA, polisi langsung melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan tiga pucuk senjata rakitan dan amunisi beserta magazen SS1 yang masih aktif, di rumah MR. Diduga kuat senjata rakitan ini bekas konflik.

Atas temuan tersebut, MR akhirnya ditahan pihak Polres Aceh Tengah dan dijerat Undang Undang Darurat tahun 1951 Jo pasal 351 subs pasal 352 KUHP, tentang kepemilikan senjata api tanpa izin dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan.

Selain itu, Tersangka MR juga akan di jerat Undang-undang KDRT, karena melakukan penganiayaan terhadap istrinya dengan ancaman hukuman 2 tahun delapan bulan penjara.

"Polisi dan TNI sudah berulang kali menghimbau kepada masyarakat yang masih menyimpan senjata, untuk menyerahkan kepada Polisi atau TNI dengan sukarela. Bila diserahkan dengan sukarela maka tidak akan ditangkap atau tidak akan dijerat hukuman," kata Dicky.(bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply