Sidang pengrusakan Rawa Tripa ditunda hingga pertengahan Oktober

SIDANG pemeriksaan obyek perkara di kawasan 1.605 Hektar terkait kasus dugaan pengrusakan kawasan Rawa Tripa di Blok A 6, A 8, Blok F 26,dan E 28 kembali digelar, Senin 30 September 2013. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Rahmawati.

"Pada sidang ini kita menunjukan kepada Majelis Hakim tentang pengrusakan lingkungan sekitar rawa dengan dugaan pembakaran atau terbakar," ujar Pengacara dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH), Bobby Rahmat kepada ATJEHPOSTcom.

Nantinya, kata dia, akan dilanjutkan dengan sidang penyerahan dan pembacaan kesimpulan hasil pemeriksaan obyek perkara.

Sementara Pengacara PT Kalista Alam Irianto mengatakan sangat mustahil jika kawasan tersebut terjadi pengrusakan linkungan. Apalagi pembuktian yang dilakukan pihak KLH berdasarkan ilmu kehutanan.

"Bapak-bapak dari wartawan bisa lihat sendiri lah, kalau memang lingkungan rusak mana mungkin bisa tumbuh pepohonan seperti kebun sawit sekarang," ujarnya.

Kata dia, jika lingkungan tersebut rusak tidak mungkin ada suara satwa seperti kicauan burung. "Yang jelas kalau kita lihat dari ilmu perkebunan, tidak ada perusakan karena tanaman dapat tumbuh. Ya seperti disampaikan oleh saksi ahli kita tadi," ujarnya.

Setelah meninjau lokasi objek perkara, kasus lanjutan sidang pengrusakan lahan gambut Rawa Tripa kembali ditunda. Menurut Rahmawati, sidang akan digelar kembali pada 16 Oktober 2013 mendatang dengan agenda sidang penyampaian kesimpulan dan pengajuan bukti baru.[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply