Sidang Kasus Rawa Tripa Diwarnai Demontrasi Mendukung WALHI

BANDA ACEH – Sidang pembacaan kesimpulan kasus PT Kalista dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh, hari ini, Rabu, 21 Maret 2012, digelar di PTUN Banda Aceh.

Agenda sidang dengan Nomor Perkara 19/G/2011/PTUN-BNA tersebut sempat molor sekitar satu jam dari jadwal yang telah ditetap pada pukul 10.00 WIB.

Musaddiq, SH, selaku Panitera yang juga Sekretaris PTUN mengatakan keterlambatan ini karena pihak penggugat yaitu WALHI belum tiba.

"Dari pihak tergugat (PT Kalista) sudah hadir diwakili oleh syahrul, SH dan Syaifullah S,Hut, MSI, mereka tiba pukul 10.30," Ujar Musaddiq.

Sidang ini merupakan lanjutan atas gugatan WALHI Aceh kepada PT Kalista terkait pembukaan lahan di kawasan Hutan Rawa Gambut Tripa yang juga masuk dalam Kawasan Ekosistem Leuser.

Sementara itu, diluar gedung PTUN, Puluhan massa yang berasal dari Forum Mahasiswa dan  Masyarakat Penyelamatan Rawa Tripa Nagan Raya, melakukan  demo menuntut Gubernur Aceh mencabut  pemberian Surat Gubernur No. 525/BP2T/5322/2011 tanggal 25 Agustus 2011 tentang Izin Usaha Perkebunan Budidaya kepada PT. Kalista Alam, di   Desa Pulo Kruet Kecamatan Darul Makmur Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh dengan luas areal +1.605 Ha.

Para pendemo juga meminta PTUN untuk menegakkan hukum bagi pelaku kejahatan tata ruang dan lingkungan hidup.

"Hakim jangan berpihak pada penjahat lingkungan, selamatkan Rawa Tripa dari ancaman kerakusan penguasa dan perusahaan kelapa sawit. Tangkap, adili dan hukum para penjahat lingkungan hidup di Aceh dan hakim diminta   netral dalam proses persidangan," Ujar mereka dalam orasinya.

Peserta aksi demo juga berasal dari Mapala Unmuha, Mapala Serambi Mekkah, serta mahasiswa IAIN.

Faisal, Koordinator aksi mengatakan aksi demo ini sebagai bentuk dukungan mereka kepada mahasiswa Nagan Raya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply