Siaran Pers Bersama Terkait Beredarnya SMS Gempabumi 12 SR di Aceh

MENYIKAPI beredarnya SMS mengenai akan terjadinya Gempabumi dengan 12 SR di sekitar pulau Sumatera yang telah meresahkan masyarakat terutama masyarakat Aceh yang bermukim di wilayah pantai, maka dengan ini Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) bersama Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, BMKG, Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI)-Aceh, Himpunan Ahli Geofisika Indonesia-Aceh (HAGI), Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia (MPBI), RAPI, dan TAGANA mengeluarkan siaran pers bersama.

Siaran pers ini bertujuan untuk mengklarifikasi SMS tersebut yang berisi informasi yang keliru tentang gempabumi 12 SR serta ajakan agar masyarakat tetap tenang dan waspada menyikapi SMS-SMS keliru tentang kegempaan. Informasi yang berkembang tersebut TIDAK BENAR. Dengan ini BPBA dan BMKG serta perwakilan lembaga-lembaga yang disebutkan di atas memberikan klarifikasi dan himbauan sebagai berikut:

Dari redaksi SMS yang beredar adalah salah dari sudut pandang ilmiah dimana mereka menggunakan SR (Skala Richter) yang sebenarnya tidak dapat digunakan untuk gempa skala besar. Untuk informasi awal kepada masyarakat, bahwa gempabumi dengan skala richter hanya sampai 10 SR atau lebih tepatnya 10Mw (dalam satuan yang besarnya hampir sama dengan SR).

Sumber informasi yang dicantumkan di dalam SMS tersebut tidak dikenal di kalangan ilmuwan kegempaan di dunia.

Sampai dengan saat saat ini, belum ada satupun ilmuwan di dunia yang mampu memprediksi kapan terjadinya gempa secara tepat. Oleh karena itu, prediksi gempa yang mengikutkan prediksi waktu adalah keliru dan menyesatkan.

Masyarakat dihimbau untuk tidak meneruskan SMS-SMS gempabumi yang mencantumkan prediksi gempa 12SR dan waktu terjadi.

Dihimbau peran serta para ulama dan tokoh masyarakat untuk turut menenangkan masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap informasi/SMS gempabumi yang keliru tersebut.

Hal yang perlu dilakukan oleh masyarakat pada saat ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terhadap bencana khususnya bencana-bencana yang relevan untuk wilayah Aceh seperti gempabumi, tsunami, banjir, tanah longsor dan lain-lain.

Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan arahan yang diberikan dari sumber resmi yaitu BMKG, BPBA, BPBD, dan pemerintah daerah setempat tanpa perlu merasa panik atau khawatir yang berlebihan.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dipersilahkan menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) di telfon 0651 21265 atau BMKG di telfon 0651 42840.

Demikianlah siaran pers ini dibuat agar berguna untuk mengklarifikasi informasi/SMS keliru mengenai potensi gempa di Sumatera dan sekitarnya.

Banda Aceh, 26 April 2012
Pusat Riset Tsunami dan Mitigasi Bencana (TDMRC) Universitas Syiah Kuala

  • Uncategorized

Leave a Reply