Si Cantik Capri dari Pesisir Italia

CAPRI adalah salah satu pulau cantik di selatan Italia. Karena keindahannya, Capri jadi salah satu destinasi favorit wisatawan asal seluruh dunia. Banyak seniman dan pesohor yang tinggal di pulau ini.

Pagi itu kami berjalan ke arah pelabuhan Kota Napoli, Italia, untuk mencari kapal menuju Pulau Capri. Usut punya usut, penyanyi kondang Mariah Carey punya vila di pulau ini. Kaisar Tiberius dari zaman Kekaisaran Romawi juga senang berlibur di pulau ini. Bahkan katanya, sempat memerintah di sana.

Bersama ratusan anak sekolahan, kami mengantre masuk kapal feri. Seringkali mereka menggoda dengan sapaan 'Konichiwa…' disangkanya kami orang Jepang. Di feri, tiga remaja laki-laki asyik membaca koran olahraga. Lalu mereka bertanya, "Kalian kenal Nagatomo?" Saya menggeleng. Belakangan saya baru tahu, Nagatomo adalah salah satu pemain klub sepakbola Inter Milan.

Sampai di dermaga, saya berdecak kagum. Pulau Capri memang sangat indah! Laut dan langitnya sama-sama biru. Karang-karang terlihat jelas, selaras dengan deretan rumah berwarna cerah di pesisir pantai.

Hal pertama yang kami lakukan adalah menyambut tawaran berkeliling Capri naik kapal. Durasinya 1 jam, termasuk mengunjungi Grotta Azzura. Beberapa menit mengelilingi pantai, tibalah kami di Gua Grotta Azzura yang tersohor itu.

Untuk bisa masuk gua itu, kami harus berpindah ke kapal yang lebih kecil. Memang harus bayar lagi, tapi rasanya sayang kalau membuang kesempatan itu. Pintu masuk gua begitu sempit. Kami harus membaringkan tubuh agar kepala tidak terbentur karang. Tukang perahu itu juga harus menunggu ketinggian yang pas untuk masuk ke gua sempit tersebut.

Memasuki gua, kembali saya dibuat kagum. Air laut dalam gua terkena refleksi sinar matahari dari pintu gua, menyebabkan air berwarna biru memancarkan pendar bagai neon. Luar biasa! Pantas saja tempat ini jadi begitu terkenal di berbagai penjuru dunia.

Tak sampai di situ, sang tukang perahu pun menyanyikan lagu O Sole Mio dan Santa Lucia. Merdu sekali, selaras dengan akustik alami dari dinding gua. Tak mau menyia-nyiakan momen ini, saya pun merekam momen Grotta Azzura itu dalam kamera video.

Kapal terus berjalan. Gelombang laut semakin tinggi. Perlahan, saya merasa mabuk laut. Pusing sekali memang, namun saya malu karena banyak rombongan turis dari berbagai negara yang ikut tur kali itu. Celakanya, selagi mabuk laut, seorang turis meminta bantuan saya untuk memotret.

Alhasil, saya sempat muntah tanpa banyak turis yang tahu. Namun lumayan, mabuk laut itu sedikit menghilang hingga sirna sepenuhnya saat saya muntah di toilet umum Pulau Capri. Masuk toilet ini harus bayar juga lho, 1 Euro.

Makan siang kami lakukan di tengah pemukiman penduduk. Kami makan di Verginielo, setelah berjalan menanjak selama sekitar setengah jam. Rupanya pilihan kami tepat, makanannya super enak!

Perjalanan berlanjut dengan makan gelato (eskrim khas Italia) di tengah kota, yang kebetulan berada di atas bukit. Dari atas sini, terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan. Laut dan langitnya biru bersih. Duh, kapan ya bisa kembali lagi ke Capri. | sumber : detik

  • Uncategorized

Leave a Reply