Setiap tahun, 77 orang jadi korban kecelakaan lalu lintas di Banda Aceh

ANGKA kecelakaan lalu lintas di Indonesia sangat tinggi. Pejabat dari Korps Lalu Lintas Mabes Polri AKBP Subono mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia per tahun mencapai 27 ribu jiwa. Ia mencontohkan angka kecelakaan di Kota Banda Aceh yang setiap tahunnya mencapai 77 orang.

“Tingginya angka kecelakaan karena masih lemahnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas,” ujar Subono yang hadir sebagai pemateri pada seminar safety riding di Balai Kota Banda Aceh, Sabtu 11 Mei 2013.

Seminar dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Banda Aceh bekerjasama dengan pemerintah kota, Dirlantas Polda Aceh, Asuransi Jasa Raharja dan PT Capella.

Untuk menekan angka kecelakaan, kata Subono, Kepolisian terus melakukan sosialisasi tertib berlalu lintas dan melengkapi rambu-rambu jalan. “Selain itu kepada Kementerian Pekerjaan Umum kita minta agar terus memperbaiki sarana transportasi jalan raya," ujarnya.

Selama ini, kata dia, korban kecelakaan di jalan raya didominasi anak usia 16 hingga 26 tahun. Kecelakaan terjadi, kata Subono, karena banyaknya remaja menggunakan kendaraan tanpa pengawasan orang tua.

“Kita minta kepada orang tua untuk tidak terlalu berlebihan dengan memberikan kendaraan kepada anak di bawah umur, karena ini penting melindungi jiwa si anak,” ujar Subono.

Peran media menurutnya juga sangat dibutuhkan dalam mengawasi petugas Kepolisian di lapangan. "Agar tidak ada tindakan-tindakan di luar hukum seperti mengeluarkan SIM tembak bagi pengguna kendaraan bermotor. Apalagi lembaga kita komit dalam memberantas KKN,” ujarnya.[](rz)

  • Uncategorized

Leave a Reply