Setiap tahun 5,6 juta anak Indonesia masuk Sekolah Dasar

REKTOR Universitas Paramadina, Anies Baswedan, sangat khawatir dengan ledakan penduduk di Indonesia di masa depan.

"Besar, muda dan tak terdidik ini merupakan bom waktu untuk masa depan Indonesia,"kata Anies di Acara KTT Hukum Rakyat “Menata Masa Depan Indonesia” di GOR POPKI,  Wisma Sugondo, Cibubur Jakarta Timur, Selasa 8 Oktober 2013.

Mantan Ketua Komisi Etik KPK ini menjelaskan, ada 5,6 juta anak Indonesia masuk kelas 1 SD setiap tahunnya. Ini termasuk tinggi karena angkanya mencapai 94-95 persen. Sejajar dengan negara-negara maju seperti Korea, Jepang dan lainnya. Tapi hanya 2,3 persen saja yang melanjutkan hingga ke SMA yang 3,3 persen hilang.

"Banyak anak-anak kita pernah lulus SD tapi tak pernah lulus SMA," katanya.

Anies mengkritisi saat ini yang  dibicarakan terus menerus adalah hanya mereka yang berada di dalam sekolah. Padahal jumlah yang berada di dalam sekolah jumlahnya lebih sedikit dari yang ada di luar sekolah.

"Kita ribut soal RSBI, kita rame soal UN, yang ikut UN 2,3 yang hilang 3,3 juta kalikan ini sepuluh tahun 33 juta anak Indonesia tidak terdidik, ini yang disebut dalam berbagai laporan sebagai bonus demografi," katanya.

Anies mengungkapkan fakta lain berdasarkan data jumlah SD di Indonesia sekitar 170 ribu-an sedangkan SMA sekitar 26 ribu-an.

"Tidak usah pake rumus macem-macem bahwa tidak ada ketidakadilan di sini. Di sini sangat terlihat kita belum berencana mendidik setiap anak Indonesia," kata Anies.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply