Setelah Deklarasi Tatakelola Internet, Tiga Komponen Ini Diharapkan Bisa Sinergi

BANDA ACEH – Acara Declaration Indonesia Internet Governance Forum (Deklarasi Forum Tatakelola Internet Indonesia/ID-IGF) yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis, 1 November 2012 kemarin merupakan acara yang sangat penting.

Teuku Raja Muda Darma Bentara, mahasiswa FISIP Unsyiah yang hadir sebagai salah satu peserta di acara itu mengatakan, dengan adanya forum tersebut nantinya pengelolaan internet di Indonesia tidak hanya didominasi oleh pihak pemerintah saja, seperti halnya yang terjadi di Cina dan Rusia.

Selain itu diharapkan ke depan, internet tidak hanya menjadi ranah milik lini bisnis semata, tapi diharapkan bisa mengakomodir keterlibatan semua pihak yaitu Pemerintah-Pebisnis-Masyarakat.

“Hal ini dianggap penting mengingat banyaknya hal mengenai regulasi internet di Indonesia yang dibuat oleh pemerintah berbenturan dengan kepentingan bisnis atau masyarakat, hal ini mengakibatkan adanya ketidakjelasan dalam implementasi aktifitas masing-masing instrumen yang ada, baik publik ataupun bisnis,” kata Muda kepada The Atjeh Post, melalui jejaring sosial facebook, Kamis malam, 1 November 2012.

Dengan adanya forum ini, diharapkan nantinya tiga komponen ini akan bersinergi dalam membahas berbagai permasalahan internet di Indonesia. Sehingga, bisa memberikan kemaslahatan bagi semua pihak yang berdampak pada kemajuan teknologi informasi di Indonesia.

Selain untuk tujuan memajukan ranah teknologi informasi dan internet di Indonesia, acara ID-IGF ini juga untuk menjaring rumusan dan menjadi bahan bagi perwakilan Indonesia dalam mengikuti forum Global Internet Governance Forum di Bakku, Azerbaijan.

Selain hal itu, rumusan dari acara ini juga menjadi acuan untuk pelaksanaan acara Global Internet Governance Forum yang nantinya dilaksanakan di Bali tahun 2013 di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.

“Setelah sesi deklarasi dan seminar selesai dilaksanakan, saya dan beberapa teman yang diundang khusus oleh panitia ID-IGF, mendapatkan undangan untuk menghadiri dinner invitation dengan perwakilan pemerintah dan Google yang dilaksanakan di Ballroom Sumba, Hotel Borobudur,” ujarnya.

Dalam pertemuan khusus itu, perwakilan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menjelaskan rencana aksi ID-IGF ke depan. Dalam penjelasannya kata Muda, ia menyebutkan jika dengan dijadikan Indonesia sebagai tuan rumah Global Internet Governance Forum tahun 2013, nantinya Indonesia bisa menjadi acuan perkembangan internet di dunia.

Kini di dunia internasional Indonesia menjadi sorotan utama dalam hal kemajuan teknologi informasi dan internet. Indonesia memiliki semua instrumen keberagaman yang ada di dunia ini, baik banyakya jumlah pulau, luasnya wilayah, besarnya jumlah penduduk, keberagaman agama, dan keberagaman budaya.

Dengan banyaknya keragaman ini, dunia menanti bagaimana Indonesia melakukan rencana aksi dalam menghadapi setiap keragaman yang ada terutama dalam hal bagaimana keberagaman ini bersinggungan dengan kemajuan teknologi informasi/internet.

"Kita memiliki infrastruktur IT dari yang paling maju (fiber optik) hingga yang paling kuno (dial-up)," kata Semmy Pangerapan, ketua APJII, dalam forum itu.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply