Serunya Murid TPM Tanyoe Belajar Menyikat Gigi dari Calon Dokter Jepang

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dari Tohoku University School of Dentistry Jepang, Daisuke Tadokoro, mengajarkan cara menyikat gigi dengan baik dan benar kepada murid-murid di Taman Pendidikan Masyarakat Tanyoe di Gampong Lambirah, Kabupaten Aceh Besar pada Jumat 8 Agustus 2014.

Menurut ilmu kedokteran yang dipelajarinya, cara mengosok gigi dengan baik dan benar adalah dengan menggosok secara perlahan agar lapisan luar pelindung gigi tidak rusak. Ia menambahkan, proses menggosok gigi dimulai dari rahang kanan atas, kemudian ke rahang kiri atas, setelah itu dilanjutkan  ke rahang kiri bawah kemudian diakhiri di rahang kanan bawah.

Acara tersebut diikuti oleh 60-an murid TPMT yang rata-rata berumur 6-11 tahun. Masing-masing murid dibagikan satu sikat gigi guna mempermudah proses pembelajaran.  Mula-mula Daisuke (nama panggilannya) memperkenalkan diri kepada murid TPM. Murid-murid lantas mengikuti aba-aba yang diperintahkan olehnya melalui seorang penerjemah.

Salah seorang peserta, Sheila, 8 tahun, mengaku sangat senang bisa belajar langsung dari Daisuke. Apalagi sikat gigi yang dibagikan berbentuk lucu sehingga membuat peserta jadi semangat menyikat giginya.

Selain itu juga  dibagikan kuesioner untuk diisi oleh murid-murid TPMT, untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan murid di TPMT dalam merawat gigi mereka.

“Kami sangat berterimakasih dan bersyukur. Kegiatan ini sangat berguna dan disenangi anak-anak. Karena banyak dari murid-murid kami yang malas menyikat gigi. Mereka juga tidak tahu bagaimana cara menyikat gigi yang benar. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan untuk kesehatan gigi anak-anak,” ujar Direktur TPMT Husnul.

Acara workshop cara menggosok gigi yang baik ini merupakan salah satu kegiatan dalam program Chikyu Taiwa Raboo atau pertukaran pelajar antara mahasiswa Jepang dan Aceh, tiga di antara pelajar Aceh tersebut adalah pengurus TPMT. Sementara lainnya merupakan anggota dari Kogetsu School Association (KSA) yang berada di bawah bimbingan LCO. Program pertukaran pelajar ini merupakan kerjasama antara Laboratory for International Dialogue, LCO, dan TPMT.

Tujuan program tersebut adalah untuk menumbuhkan semangat saling memahami antara mahasiswa dan anak-anak di Jepang dengan mahasiswa dan anak-anak di Aceh. Oleh karena itu, Mahasiswa Jepang berkunjung ke Aceh untuk memberikan workshop kepada anak-anak Aceh dan sebaliknya di akhir Agustus, tiga mahasiswa Aceh yang akan berkunjung ke Jepang untuk melakukan hal yang sama. Mereka adalah Husnul Khatimah Adnan, Abrar Fajri, dan Mutia Rani yang merupakan perwakilan dari TPMT dan KSA. []

  • Uncategorized

Leave a Reply