Sering lihat kekerasan di rumah, anak rentan jadi tukang bully

KEKERASAN dalam rumah tangga (KDRT) tak hanya berpengaruh secara fisik pada wanita atau anak korban KDRT, melainkan juga pada mental. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh orang tuanya di rumah sebelum berusia tiga tahun akan cenderung menjadi pelaku bullying ketika besar.

Hasil ini ditemukan oleh peneliti di Joseph and Morton Mandel School of Applied Social Sciences di Cleveland. Mereka mengamati 107 anak yang menyaksikan kekerasan antara orang tua mereka selama tiga tahun pertama kehidupan mereka. Secara umum anak-anak tersebut lebih agresif ketika mereka mencapai umur sekolah.

"Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa anak kecil pasif dan tak mengerti, namun mereka memperhatikan apa yang terjadi di sekitar mereka," ungkap Megan Holmes, seperti dilansir oleh NY Daily News (18/06).

Penelitian ini juga menemukan bahwa semakin sering anak menyaksikan kekerasan yang dialami oleh orang tua mereka, maka semakin agresif pula perilaku mereka ketika sudah sampai masa sekolah. Holmes melaporkan bahwa timnya tidak menunjukkan perbedaan adanya tingkat agresivitas pada anak yang melihat kekerasan setelah berusia tiga tahun, lima tahun, atau anak yang tak pernah melihat kekerasan di rumah.

Tampaknya menyaksikan kekerasan pada usia di bawah tiga tahun memiliki pengaruh yang sangat besar pada anak dibandingkan ketika mereka sudah melewati masa tiga tahun dan lima tahun. Bagi para orang tua, sebaiknya Anda berhati-hati dengan perilaku Anda di depan anak-anak, bahkan ketika mereka masih sangat kecil. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply