Sepuluh unit tenda sekolah darurat didirikan di Tangse Pidie

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie telah mendirikan 10 unit tenda untuk digunakan sebagai sekolah darurat pascagempa di Tangse.

“Butuh enam unit tenda lagi untuk memperlancar aktivitas sekolah,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi, kepada ATJEHPOSTcom Minggu, 27 Oktober 2013.

Ia mengatakan, sebanyak 16 unit sekolah di Tangse rusak akibat gempa sehingga siswa dan guru khawatir melangsungkan kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan.

“Tenda yang sudah dipasang tersebut sejak kemarin sudah dipergunakan sebagai sekolah darurat,” ujar Apriadi.

menurutnya, BPBD Pidie sudah mengusulkan ke provinsi untuk segera mengirimkan bantuan tenda untuk dipergunakan sebagai sekolah darurat. Selain itu kata Apriadi korban gempa Tangse juga membutuhkan tenda keluarga sebagai tempat tinggal sementara bagi warga yang takut tinggal di rumah dan saat ini masih mengungsi di tempat tetangga dan keluarga.

BPBD kata Ariadi juga telah membuka posko penanggulangan gempa di halaman kantor Camat Tangse.

"Bantuan logistik sembako disalurkan oleh camat melalui geuchik setempat kemudian diteruskan kepada korban bencana," ujarnya.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply