Senjata Ilegal Aceh Masuk Medan?

Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) tidak memiliki data persebaran senjata api (senpi) di Sumatera Utara. Namun Poldasu mengakui ada peredaran senjata api ilegal di provinsi terpadat di Pulau Sumatera itu.

Pengakuan itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Poldasu, Komisaris Besar Raden Heru Prakoso,  Selasa 8 Mei 2012. Heru merespons data  15.000 pucuk senjata api ilegal yang beredar di Sumut berdasarkan data Indonesian Police Watch (IPW).

"Kami tidak bisa menghitung secara keseluruhan. Itu kan ilegal," kata Heru seperti dikutip VIVAnews.

Heru menjelaskan, peredaran senjata api ilegal di Sumut dilatarbelakangi beberapa faktor. Pertama, Sumatera Utara merupakan wilayah terdekat dengan wilayah eks konflik, Aceh. Kedua, banyaknya pelabuhan-pelabuhan kecil di Sumut yang tidak terpantau menjadi tempat masuk senjata api dari luar negeri, seperti Malaysia dan Thailand.

Upaya yang dilakukan Poldasu mengatasi itu adalah meminta agar semua jajaran Polres dan Polresta jajaran Poldasu untuk mengintensifkan razia-razia. "Antisipasi di polres-polres. Razia tidak hanya untuk mengungkap narkoba dan tindak kriminal lainnya, tapi juga peredaran narkoba," katanya.

Heru Prakoso menegaskan, saat ini sudah tidak ada lagi pemberian izin terhadap kepemilikan senjata api, termasuk kepada pejabat ataupun anggota dewan. "Semuanya sudah ditarik," katanya.

Saat disinggung, apakah pihak kepolisian menjadi pembeking peredaran senjata api ilegal, Heru menyatakan jika benar ada seperti itu, sebaiknya segera dilaporkan. "Apa yang dikatakan IPW, Itu masukkan kepada kami. Kami antisipasi untuk itu. Kalau ada keterlibatan anggota, laporkan ke kami."

Pekan lalu, di Kota Medan, Ibukota Sumatera Utara, terjadi aksi bak koboi di siang hari. Irwansyah Putra, 40 tahun, terjengkang diterjang timah panas pada Jumat 4 Mei 2012 pukul 10.15. Belakangan, diketahui pelakunya seorang residivis yang sudah bolak-balik masuk penjara.| sumber: VIVAnews

  • Uncategorized

Leave a Reply