Senapan Jadi Kado Natal Favorit di Amerika

WASHINGTON – Berbagai kasus penembakan yang terjadi di Amerika Serikat ternyata tidak membuat warga negara itu kapok membeli senjata. Terbukti, senapan serbu yang sering dipakai dalam pembunuhan itu justru menjadi kado favorit pada Natal kemarin.

Hal ini bisa dilihat dari kebahagiaan mereka yang menerima senapan serbu AR-15 dalam berbagai foto di beberapa media sosial. Senyum kegirangan terpancar dari wajah mereka, sambil menenteng jenis senapan yang dipakai Adam Lanza saat membantai 26 orang, 20 di antaranya anak-anak, di sebuah SD di Connecticut hampir dua pekan lalu.

Laman TheVerge.com menampilkan foto-foto tersebut yang diunggah di Twitter ataupun Instagram. Dalam sebuah akun Twitter, seorang pengguna menuliskan: "Saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Senapan semi-otomatis AR-15. Seperti kisah Natal, saya akan menembakkannya sesering mungkin."

Di musim liburan Natal, angka permintaan senjata ini untuk kado sangat tinggi. Pete Brownell, presiden perusahaan penyalur senjata Brownells, mengatakan bahwa keuntungan mereka dalam 72 jam saat Natal sama dengan penjualan 3,5 tahun di hari biasa.

Bahkan, perusahaannya tidak mampu memenuhi banyaknya permintaan amunisi untuk senapan ini. Diberitakan Huffington Post, Brownell meminta maaf kepada pelanggannya karena tidak mampu memenuhi permintaan tersebut.

Selain dipakai oleh Lanza, senjata jenis ini juga digunakan oleh William Spengler, pesakitan yang membakar rumahnya sendiri dan menembak mati dua pemadam kebakaran di Webster, New York, Senin lalu. Senapan serbu AR-15 juga dipakai oleh James Holmes untuk menembaki penonton bioskop di Aurora, Colorado, Juli lalu, menewaskan 12 orang.

Kegelisahan kongres AS soal banyaknya penembakan dan mudahnya pembelian senjata serbu ini mulai marak disuarakan. Rencananya dalam rapat kongres pertamanya Januari mendatang, Presiden Barack Obama akan membahas permasalahan ini. Pemerintahnya berencana kembali menerapkan larangan pembelian senapan jenis serbu yang sempat dibekukan.[] sumber : viva

  • Uncategorized

Leave a Reply