Selama Pemerintahan Cek Mad Belum Ada Investasi di Aceh Utara

Masa jabatan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad hampir mencapai tiga tahun. Akan tetapi, sampai saat ini belum satu pun investor luar yang berinvestasi di Aceh Utara.

Bupati Cek Mad didampingi Asisten II (Bidang Ekonomi dan Pembangunan) Sekretariat Kabupaten Aceh Utara Abdul Azis kepada ATJEHPOST.co di Lhokseumawe, Senin, 23 Februari 2015, mengakui belum ada investor yang menanamkan investasi di kabupaten ini.

Sejak 2014 lalu, Bupati Cek Mad berharap akan terealisasi investasi dari PT GGP asal Lampung di bidang pengembangan komoditas nenas dan pisang berkualitas ekpsor di Aceh Utara. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada kepastian lantaran pemerintah setempat masih menunggu kedatangan tim dari Lampung untuk berkomunikasi dengan masyarakat soal lahan dan pola kerja sama. “Baca: Belum Ada Kepastian Investor Lampung Kembangkan Nenas di Aceh Utara).

Bagaimana dengan investor lainnya? “Rencana dari Belanda, sudah datang ke Aceh Utara beberapa waktu lalu, dibahas survei kegiatan menyangkut dengan sumber daya air. Rencana akan cetak sawah baru sekitar 1.000 hektar, tapi belum ada kepastian kapan realisasinya,” ujar Abdul Azis.

Disinggung bahwa untuk membuka sawah baru cukup dengan mengerahkan alat berat, mengapa calon investor tidak didorong untuk berinvestasi membangun Pabrik Kelapa Sawit atau industri pengolahan komoditas lainnya, Abdul Azis mengatakan, “Memang cukup dengan alat berat (cetak sawah baru), tapi secara teknis pengaturan air, mereka (Belanda) yang paham”.

“Rencana (dengan calon investor Belanda) tahap awal cetak sawah, nanti bisa saja berkembang ke holtikultura lainnya. Intinya kita ingin memberdayakan lahan tidur, bagaimana menggerakan masyarakat Aceh Utara agar meniru daerah lain (di sektor pertanian),” kata Abdul Azis.

Bupati Cek Mad dan Asisten II Abdul Azis tidak bisa memberikan penjelasan secara konkrit mengapa sampai saat ini belum ada investor yang menanam investasi di Aceh Utara. 

Akan tetapi, Bupati Cek Mad dan jajarannya dalam berbagai kesempatan menyebut bahwa sulit memajukan Aceh Utara jika tanpa adanya investor. Pasalnya, APBK Aceh Utara yang saban tahun mencapai Rp1 triliun lebih, 50-60 persen terkuras untuk belanja pegawai. Tahun 2015, misalnya, dari total APBAK Rp1,7 triliun lebih, sebanyak Rp930 miliar lebih untuk belanja pegawai. (Baca: Wow Belanja Pegawai Aceh Utara 2015 Hampir 1 Triliun).

Ditanya apakah ia tidak merasa khawatir dituding gagal memimpin Aceh Utara lantaran sampai saat ini tidak ada hasil pembangunan yang luar biasa untuk kepentingan masyarakat luas, Bupati Cek Mad mengatakan, “Bek kapeugah nyan, Waduk Krueng Keureutoe sep hek bak ku peujuang beuna dana, thon nyoe akan dipeugot (jangan bilang seperti itu, untuk pembangunan Waduk Krueng Keureutoe itu sangat capek saya perjuangkan dana dari APBN, tahun ini akan dikerjakan)”.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply