Sekda: Pemerintah Aceh Kirim Tim Tangani Pencemaran Krueng Teunom

Gubernur Aceh dr H Zaini Abdullah sudah memerintahkan sejumlah instansi terkait untuk menangani kasus pencemaran logam berat Mercuri (Hg) dan Sianida di Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Teunom, Kecamatan Teunom, dan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya.

“Atas perintah tersebut, mulai hari ini dengan melibatkan berbagai instansi langsung action lapangan. Kita sudah lakukan pengeboran di dua titik, dan segera memasang pipa (pipanisasi) sepanjang 2,5 kilometer. Selain itu juga dropping satu mobil tangki, satu unit truk serbaguna dan mengirim lima unit bak penampung besar,” ujar Sekda Aceh Drs Dermawan MM, di Banda Aceh, Kamis, 7 Agustus 2014.

Langkah kongkrit ini, kata Sekda, adalah untuk menangani krisis air bersih. Menurutnya sumber air bersih menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan kebutuhan jangka panjang bagi warga yang tinggal sepanjang aliran Krueng Teunom.

Tidak hanya itu, kata dia, tim lapangan juga sudah turut dikirim ke lokasi untuk meneliti secara detail, kongkrit dan akurat. Tim melibatkan Dinas Pertambangan dan Energi Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Dinas Kehutanan, serta Bapedal Aceh.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Kesehatan dan RSUZA Banda Aceh, juga akan mengirim tim medis yang terdiri dari sejumlah dokter spesialis untuk ‘berkantor’ di sana. Para dokter tersebut, kata Sekda akan dikirim Sabtu, 9 Agustus 2014.

Menurut Sekda Aceh, dokter tersebut nantinya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya untuk memeriksa dan mengobati kesehatan warga.

“Tim medis yang ditempatkan disana untuk pemeriksaan awal dan melakukan tindakan emergency. Inti dari semua ini adalah agar terbantu semua kendala disana,” ujar Dermawan.

Sesuai arahan Gubernur, kata Dermawan, Pemerintah Aceh akan berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh Jaya untuk terus memantau kondisi lingkungan setempat. Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan menghindari dampak meluas bagi kesehatan masyarakat.

“Langkah sustainable (berkelanjutan) tetap menjadi prioritas, sampai pencemaran lingkungan tertangani dengan baik dan air sungai itu bisa dikonsumsi kembali oleh masyarakat,” ujar Sekda Dermawan. []

  • Uncategorized

Leave a Reply