Sejumlah ahli, Pertanyakan Iklan Migas Anonim “Kompas”

JAKARTA – Sejumlah tokoh diantaranya Dr. Rizal Ramli, Dr. Kurtubi, Kwik Kian Gie, dan Sri-Edi Swasono menggugat iklan anonim UU No. 2001/2002 tentang MIGAS di harian Kompas pada tanggal 9 dan 27 Agustus 2012.

Para tokoh tersebut memandang iklan tersebut sarat pemutarbalikkan fakta. "Iklan UU Migas menyebutkan bahwa UU Migas No.22/2001 merupakan buah hasil perjuangan reformasi 1998 adalah tidak benar," ujar Dr. Kurtubi dalam paparannya.

Dalam iklan tanggal 27 Agustus 2012 tersebut, memang dicantumkan kalimat yang menyatakan bahwa UU Migas merupakan salah satu dari hasil perjuangan reformasi 1998.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi UI, Dr. Sri-Edi Swasono menyoroti kutipan bung Hatta yang ikut disertakan dalam iklan tanggal 9 Agustus 2012. "Ada pemelintiran perkataan Bung Hatta di iklan tersebut. Padahal, Bung Hatta sangat anti kapitalis."

DR. Rizal Ramli yang juga datang ke Dewan Pers turut menyesalkan adanya iklan tersebut. "Mau dibawa kemana negara ini kalau yang berpendapat hanya yang punya uang. Kenapa opini yang merampok negara seperti ini dimuat di media. Janganlah pers mendukung opini seperti ini," ujarnya dalam konferensi pers.

Di lain pihak, Ketua Dewan Pers, Bagir Manan yang menerima para tokoh tersebut menjelaskan, tidak ada sama sekali niatan untuk menggugat Kompas selaku media yang memuat iklan tersebut.

"Sama sekali tidak ada niatan untuk mengguggat medianya. Namun substansi iklan tersebut yang dipertanyakan," ujar Bagir.

Kendati demikian, pihaknya akan meminta klarifikasi Kompas mengenai iklan tersebut. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 9 dan 27 Agustus 2012, terdapat iklan anonim di harian Kompas tentang UU Migas yang menyatakan bahwa UU Migas tidak bertentangan dengan UUD 1945. | sumber: kompas

  • Uncategorized

Leave a Reply