Sejak 2009, Ada 12 Kasus Perdagangan Manusia di Aceh

BANDA ACEH – Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Ditreksrim Umum Polda Aceh, AKP Elfiana, mengatakan jumlah perdagangan manusia di Indonesia terjadi sekitar 7000 sampai 1 juta orang.

Sementara untuk Aceh, tahun 2009 terjadi 2 kasus, tahun 2010 terjadi 2 kasus dan tahun 2011 terjadi 8 kasus. Dari tahun 2009 hingga 2011, terjadi 12 kasus perdagangan manusia di Aceh.

Hal itu dikatakan Elfiana dalam acara Seminar Penanganan Human Traficking di Indonesia Studi Kasus Aceh, di Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Jumat 28 Desember 2012.

“Hal itu terjadi karena banyak masyarakat yang kurang memahami human trafficking,” kata Elfiana. Dia mengatakan, kasus yang ditangani oleh Polda Aceh modusnya adalah pemalsuan dokumen, penipuan dan eksploitasi seksual terhadap korban.

Biasanya korban perdagangan manusia, kata Elfiana, dipalsukan identitas dan ditipu dengan iming-iming uang yang banyak.

Dia juga mengatakan, untuk di Aceh, perdagangan manusia terjadi lewat salon-salon yang ada di Aceh. “Salah satunya salon yang berada di Peunayong,” katanya tanpa menyebutkan nama salon tersebut.

Elfiana menjelaskan, ada kasus yang terjadi di salah satu salon di Banda Aceh seorang anak diajak oleh agen penjual untuk bekerja di salon tersebut dengan diimingi uang yang banyak. “Setelah dia bekerja ternyata di salon tersebut dia harus melayani lima lelaki dalam satu hari, akhirnya korban melapor kepada pihak kepolisian,” kata Elfiana.

Kasus tersebut, kata Elfiana, sudah diproses dan tersangka sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Banda Aceh. []

  • Uncategorized

Leave a Reply