Segarnya berbuka dengan Cappucino Cincau kreasi anak muda Aceh

DI bulan Ramadan ini sangat dianjurkan untuk berbuka dengan yang manis. Selain disunnahkan berbuka dengan kurma, tidak salahnya juga Anda memilih minuman segar untuk melepas dahaga. Minuman merupakan salah satu menu yang akan Anda cari ketika berbuka nanti. Rasa dahaga sepanjang hari memang terasa nikmat jika disuguhkan dengan minuman dingin.

Salah satu minuman dingin yang bisa Anda coba, adalah cincau cappucino. Bagi Anda penyuka cincau, mungkin terlalu biasa menikmati potongan cincau dalam air segar bercampur potongan buah. Maka tak salah sesekali mencoba penyajian baru.

Penyajian baru inilah yang dilirik oleh Imam dan Faraby, dua remaja asal kampung Mulia Banda Aceh. Kesukaan mereka terhadap cincau dijadikan inspirasi menjalankan usaha ini. Di bawah label gerai Cappucino Cincau, berdua mereka menjalankan usaha yang belum genap sebulan ini.

Bahan yang digunakan adalah cincau yang dipotong halus, gula, susu, coklat chip, dan cappucino. Es batu diblender dan dicampur dengan bahan-bahan di atas. Sekilas minuman ini mirip shake dengan serbuk es.

Imam mengaku usaha ini baru dikembangkannya dua hari sebelum Ramadhan, “Alhamdulillah peminatnya banyak selama Ramadhan,” ujar mahasiswa ekonomi salah satu perguruan tinggi ini.

Bersama dengan Alfaraby sepupunya, berdua mereka membuka gerai di kawasan Teungku Di Blang Kampung Mulia bersebelahan dengan supermarket. Modal awal yang digunakan berkisar Rp 5 juta untuk membeli peralatan.

“Selain rasa cappucino, kita juga menyediakan rasa chocochino, vanilla latte, moccacinno, dan oreo,” ujarnya ketika ditemui ATJEHPOSTcim Kamis, 24 Juli 2013 kemarin.

Satu porsi cappucino cincau dibandrol seharga Rp 6 ribu. Rasa cincau oreo sedikit lebih mahal seharga Rp 7 ribu/porsi.

Setiap harinya mereka menjual sekitar 70-100 porsi. Keuntungan yang diperoleh pun bervariasi berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu/hari. Untuk saat ini mereka berjualan di halaman ruko dengan menyediakan 6 meja yang mampu menampung 24 pengunjung.

“Rencananya habis lebaran nanti baru berjualan di dalam ruko, sekalian akan ada live music. Jadi semacam cafe kecil-kecilan,” sambung Faraby yang baru tamat dari bangku sekolah atas.

Cincau hitam terbuat dari tanaman perdu mesona palustris atau dari tanaman premna serratifolia. Untuk mendapatkan gel seperti agar-agar, daunnya diremas-remas dalam air matang lalu diendapkan semalam hingga mengental.

Cincau rupanya sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungannya rendah kalori dan tinggi serat sangat cocok bagi pelaku diet. Selain itu cincau juga mampu meredakan sembelit, panas dalam, diare hingga demam. Tertarik minum cincau di bulan Ramadan?[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply