Sebagian warga Rohingya di Lhokseumawe dipindahkan ke Manado

21 warga Rohingya Mynmar diberangkatkan dari tempat penampungan sementara di bekas kantor Imigrasi, Peunteut, Lhokseumawe ke Manado. Mereka yang diberangkatkan gelombang pertama ini menumpangi bus tepat pukul 19.30 Wib pada Senin malam, 25 Maret 2013.

Suasana keberangkatan sebagian imigran ini berlangsung dengan tangisan sesama teman yang ditinggalkan. Salah seorang warga Rohingya, Farid Alam, yang fasih berbahasa melayu, mengatakan temannya yang bernama Muhammad Aiyub tak bisa menahan kesedihannya. Ia berharap teman-temannya yang diberangkatkan ini bisa mendapat tempat yang layak daripada dipulangkan ke negara asalnya.

Disela-sela pemberangkatan imigran ini, Kasi Wasdakin Kantor Imigrasi Lhokseumawe, Albert Djalius,  mengatakan para imigran ini akan diberangkatkan ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado, Sulawesi Utara.

"Mereka diberangkatkan ke Manado, dari sini ke Medan menggunakan bus, kemudian direncanakan akan diterbangkan melalui bandara Polonia, Medan. Pemberangkatannya akan dikawal oleh 10 personil polisi, 3 orang dari TNI, 10 orang petugas imigrasi, 2 dari tagana, dan 2 orang petugas medis," ujar Albert.

Sementara sejumlah imigran lainnya akan tetap berada di pengungsian di Lhokseumawe. Kemungkinan 3 atau 4 hari mendatang akan diberangkatkan gelombang kedua. Tapi, kata Albert, pihaknya juga masih  menunggu instruksi dari pusat untuk pemberangkatan 100 orang lainnya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply