Sebagian Pengusaha Lokal Takut Rugi Gunakan Jasa Resi Gudang

BANDA ACEH – Pengusaha lokal di Aceh diminta tak khawatir mengalami kerugian dengan kehadiran Sistem Resi Gudang (SRG). Karena hasil panen yang bisa digudangkan harus memenuhi syarat, selain mutu yang tinggi juga jumlah minimal 100 kilogram.

Hal ini dikatakan oleh T Sofyan, Kepala Biro Ekonomi Pemerintahan Aceh saat dimintai tanggapannya terkait penerapan sistem resi gudang di Aceh.

“Memang ada sebagian pengusaha lokal yang takut keuntungan mereka akan berkurang karena sistem resi gudang. Padahal tidak, karena tidak semua hasil panen bisa digudangkan,” ujarnya kepada The Atjeh Post, Rabu, 13 Juni 2012.

Resi gudang merupakan program pemerintah pusat melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti). Resi gudang dianggap penting untuk mengantisipasi kerugian petani yang terpaksa menjual hasil tani dengan harga murah.

“Untungnya adalah petani. Mereka tidak perlu menjual hasil kebunnya kalau harga sedang murah. Ya, digudangkan saja. Nanti kalau harganya sudah naik, baru dijual,” kata T Sofyan lagi.

Saat ini untuk Aceh resi gudang terdapat di kabupaten Aceh Tengah. Resi gudang di sana khusus untuk penyimpanan kopi. Namun kehadiran resi gudang di daratan tinggi itu ditanggapi beragam. Kalangan pengusaha beranggapan resi gudang akan mengurangi pendapatan mereka. Karena petani tak perlu menjual kopi bila harga sedang menurun.

Menanggapi hal itu, Sofyan mengatakan, seharusnya semua pihak di Aceh Tengah mendukung program ini. Karena program ini semat-mata untuk menyelamatkan hasil kerja petani. “Dengan menyimpan di resi gudang maka petani akan mendapatkan sertifikat jaminan, dimana sertifikat tersebuat bisa dijadikan anggunan untuk mengambil kredit di bank,”tambahnya. []

 

  • Uncategorized

Leave a Reply