SBY Dorong BUMN Investasi Tiga Bidang

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada Badan Usaha Milik Negara untuk meningkatkan investasi dalam tiga bidang. Tiga bidang itu di antaranya ketahanan pangan, energi, dan transportasi yang ramah lingkungan.

Khusus dalam bidang pangan adalah memenuhi kebutuhan daging sapi, kedelai, dan tanaman sorgum sebagai alternatif lain tanaman gandung yang permintaannya semakin meningkat.

"Saat ini, Indonesia yang perekonomiannya semakin naik, kebutuhan akan gandum juga meningkat, sehingga ke depan perlu adanya substitusi agar tidak tergantung pada negara pengekspor gandum," kata SBY dalam acara pengarahan kepada jajaran BUMN di Yogyakarta, Rabu 10 Oktober 2012.

Khusus untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, Presiden menambahkan, untuk jangka menengah 5 hingga 10 tahun, diperlukan BUMN yang berinvestasi dalam pengembangan ternak sapi di Indonesia, dan tidak menggantungkan pada negara pengekspor daging sapi.

"Saya menyambut gembira pengembangan ternak sapi di kebun sawit seperti yang dikembangkan oleh menteri BUMN," ujarnya.

Presiden juga mengatakan bahwa permasalahan energi sangat terkait dengan kebutuhan energi yang sangat besar menyedot keuangan negara. Padahal, ini seharusnya dapat dialihkan untuk pembangunan lainnya. "Beban subsidi BBM sangat besar, sehingga perlu pengembangan energi yang dapat dilakukan oleh BUMN," kata dia.

Pertamina, menurut Presiden, akan kembali merevitalisasi sumur-sumur lama yang diharapkan setiap hari mampu menghasilkan 18 ribu barel per hari seperti yang dijanjikan menteri BUMN. "Saya menyambut baik langkah tersebut," ujarnya.

Sementara itu, untuk pengembangan transportasi yang ramah lingkungan, SBY melanjutkan, sejalan dengan penghematan BBM bersubsidi, agar anggaran penghematan subsidi BBM dapat digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

"Tentunya, jika ada alat transportasi yang menggunakan tenaga listrik atau energi lain di luar minyak, anggaran untuk kesejahteraan rakyat akan bertambah," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, SBY juga mengingatkan BUMN agar slogan bersih, efisien, dan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi selalu dipegang teguh.

"Untuk masalah bersih, jangan sampai aparat penegak hukum membersihkan BUMN. Lebih baik membersihkan diri dari dalam," tegasnya. | sumber : viva

  • Uncategorized

Leave a Reply