SBY berbagi kiat penyelesaian damai konflik Aceh

TERCAPAINYA perjanjian Helsinski, merupakan prestasi penyelesaian konflik bersenjata di Aceh yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Di hadapan para petinggi militer dunia peserta Jakarta International Defense Dialogue (JIDD), Presiden SBY kembali menuturkan metode yang ditempuh.

"Kami tidak lagi menggunakan solusi militer, dan melakukan pendekatan baru bagi solusi politik yang saling menguntungkan atas dasar otonomi khusus," ungkap SBY dalam JIDD di Jakarta Convention Centre, Senayan, Rabu (20/3/2013).

SBY mengatakan, pada awal melakukan pendekatan pemerintah sempat mendapatkan perlawanan dari pihak GAM baik yang ada di dalam maupun luar negeri. Namun akhirnya kesungguhan pemerintah RI membuat pemimpin GAM mengerti itikad baik dari tawaran berdamai,

"Akhirnya mencapai kesepakatan bersejarah, dan dengan mengubah bekas-bekas musuh dan pemberontak menjadi mitra bagi perdamaian dan pembangunan,” terangnya.

Dia menjelaskan, bahwa Indonesia telah menempuh sejumlah prakarsa perdamaian telah ditempuh tetapi tidak ada satupun prakarsa yang berhasil. Kemudian, Aceh pun sempat dilanda tsunami yang menewaskan ribuan korban jiwa.

"Ingat sering kali aksi dan keputusan yang diambil oleh pejabat tingkat rendah dapat menimbulkan dampak yang lebih besar. Oleh karena itu, kepercayaan dan percaya diri harus disebarkan secara luas,” ungkap SBY di depan perwira militer dari berbagai negara. | sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply