Satu Unit Gerbong Kereta Api Tiba di Pelabuhan Krueng Geukuh

SATU unit gerbong kereta api tiba di pelabuhan PT. Asean Aceh Fertilizer di Krueng Geukuh, Aceh Utara pada Sabtu malam, 7 Februari 2015. Gerbong tersebut rencananya akan difungsikan sebagai kereta pengawas dalam kegiatan operasional perkeretaapian di Aceh.

Senior Manager Divisi Pemasaran PT. INKA Madiun, Nazwar, sebagai pihak produsen kepada wartawan hari ini mengatakan, gerbong tersebut merupakan pesanan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

“Kita bertugas untuk mengantar kereta tersebut ke gudang penyimpanan di Stasiun Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara,” ujar Nazwar sekitar pukul 16:20 WIB sore tadi, Minggu, 8 Februari 2015.

Gerbong kereta itu kata Nazwar, diproduksi di Madiun, Jawa Timur dan akan difungsikan sebagai kereta penolong yang digerakkan untuk mengawasi dan perawatan  rel.

“Maupun menarik kereta yang anjlok nantinya,” ujarnya.

Setelah gerbong selesai dibongkar dan diujicoba di real, pihak PT. INKA akan melakukan serah terima dengan pihak pemerintah.

“Dalam hal ini tahun depan pemerintah juga akan memesan satu kereta lagi yang akan dikirim ke Aceh dan semoga itu terwujud,” katanya.

Pantauan ATJEHPOST.co di pelabuhan tampak puluhan pekerja yang didatangkan oleh PT INKA Madiun, sedang melakukan bongkar muat dari kapal tongkang JPE Apha ke truk. Aktivitas pekerja terkendala surutnya air laut sehingga gerbong kereta sulit dikeluarkan dari kapal.

Direktur Keselamatan Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dewiatmoko sebagaimana pernah diberitakan ATJEHPOST.co menjelaskan, jalur kereta api Aceh bagian dari proyek kereta api Trans Sumatera. Dari Aceh sampai Besitang lebih kurang 480-an kilometer dengan perkiraan kebutuhan dana mencapai Rp23 triliun.

“Sebagian sudah selesai, dan sudah kami sediakan kereta satu set, tahun lalu mulai dioperasikan oleh PT KAI menggunakan subsidi perintis,” katanya. (Baca: Gubernur Zaini: Jangan Main-main dengan Proyek Kereta Api Aceh)

  • Uncategorized

Leave a Reply