Saman dan Seudati Massal Meriahkan Hari Sumpah Pemuda di Lhokseumawe

Sebanyak 100 siswa dari 10 SMA dan SMK di Lhokseumawe menampilkan tari Saman yang dikalaborasikan dengan tari Seudati memeriahkan Hari Sumpah Pemuda ke-86 di Lapangan Hiraq Lhokseumawe, Selasa, 28 Oktober 2014.

Penampilan tarian massal seusai upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda itu membuat ratusan siswa dan pegawai Pemerintah Lhokseumawe sebagai peserta upacara tidak beranjak dari Lapangan Hiraq meski terik matahari menyengat kulit.

Tepuk tangan para penonton pun mengiringi tarian massal itu. Ketua KNPI Lhokseumawe Ali Kuba, Sekda Dasni Yuzar, dan jajaran Muspida turut tepuk tangan lantaran merasa terhibur.

“Pertunjukan yang sangat mengesankan, kami bangga melihat para siswa mampu menampilkan Saman dan Seudati,” ujar Nurul, seorang pegawai Pemerintah Lhokseumawe saat menyaksikan tarian itu.

“Saya kira ini satu nilai tambah, KNPI Lhokseumawe memberi kesempatan bagi para siswa menarikan Saman dan Seudati memeriahkan Hari Sumpah Pemuda. Ini bentuk usaha melestarikan seni budaya Aceh bagi generasi penerus bangsa,” kata Khairul, seorang pemuda Lhokseumawe peminat seni budaya Aceh.

Mira Varadhina Putri selaku koordinator persiapan tarian massal mengatakan 100 siswa dari 10 SMA/SMK yang tampil sebagai penari Saman dan Seudati itu sudah mengikuti latihan selama dua pekan di SMAN 2 Lhokseumawe. Para pelajar itu dilatih oleh Syeh Alamsyah dan Syeh Min.

Menurut Mira, tarian massal memeriahkan Hari Sumpah Pemuda itu digelar atas kerja sama Pemerintah Lhokseumawe, KNPI, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Perkumpulan Syeh Seudati, dan Komunitas Musisi Tradisi “Geunta Pasee”.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply