Saksi Kunci Meninggal, SBY Cuek

Presiden Susilo Bambang Yudhono (SBY) dinilai sama sekali tidak peduli dengan kasus Munir. Desakan demi desakan yang selama ini dilakukan oleh publik tidak membuat SBY melakukan tindakan apa pun untuk menyelesaikan kasus penghilangan terhadap aktivis HAM. Saksi kunci kasus Munir pun kini sudah meninggal.

"Presiden SBY terlalu cuek dan tidak jelas dalam kasus ini, karena dia (SBY) akan berjanji menangani kasus Munir, tapi buktinya melanggar janji sampai saat ini," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.

Menurut Haris, penanganan Kejaksaan dan Kepolisian terhadap kasus tersebut masih banyak kelemahan, baik dalam penyusunan berkas Peninjauan Kembali, maupun juga pemeriksaan saksi-saksi. KontraS sendiri terus memantau perkembangan proses kasus ini.

Penyelesaian kasus pembunuhan Munir mencuat kembali setelah Ongen (56), salah satu saksi kunci kasus tersebut meninggal dunia diduga karena serangan jantung pada Rabu 2 Mei lalu. Ongen meninggal sekira pukul 16.30 WIB saat mengendarai mobil bersama istri dan anaknya di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan. Ongen wafat di RS Pusat Pertamina.

“Kalau untuk saksi kunci pengganti Ongen di bawah lima orang, tetapi secara rinci saya tidak bisa menjelaskan secara detail siapa-siapanya,” kata Haris.

Sementara Wakil Jaksa Agung Darmono, kemarin, mengatakan pihaknya masih mempelajari 2 novum sebelum memutuskan apakah akan mengajukan PK atas vonis bebas Muchdi Pr oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atau tidak. Kedua novum tersebut ialah surat pengakuan Badan Intelijen Negara bahwa tidak ada surat tugas untuk Muchdi dari tanggal 6 sampai 12 September 2004 ke negara Malaysia. Kemudian, rekaman percakapan antara Muchdi Pr dan Polycarpus, terpidana yang telah dihukum 20 tahun.[]

SUMBER: OKEZONE

  • Uncategorized

Leave a Reply