Sakau Rokok Salah Satu Penyebab Kecelakaan

Banyaknya kecelakaan lalu lintas yang terjadi belakangan ini bisa jadi bukan hanya faktor kualitas kendaraan, namun disebabkan sakau nikotin sang pengemudi. Tiap 2 jam mulut pecandu rokok terasa asam akibat sakau nikotin.

"Analisa saya paling lama 2 jam orang kecanduan rokok mulai sakau. Mulai diganggu oleh teriakan menjerit-jerit di otaknya 'rokok dong rokok dong'," ujar dr Hakim Sorimuda Pohan, Sp.OG dari Tobacco Control Support Center (TCSC) seperti dikutip detikHealth , Jumat (1/6/2012).

Hal ini sering terjadi pada pengemudi bus jarak jauh. dr Hakim yakin pada waktu 2 jam setelah pengemudi mulai berangkat dan terakhir hisap rokok, mulutnya mulai terasa 'asam', yaitu istilah yang digunakan di kalangan perokok.

Pada saat terjadi 'mulut asam' sebenarnya sudah ada teriakan dari sentral otak yang menginginkan nikotin. Kalau tidak terpenuhi, maka gangguan itu akan terus terjadi.

"Kalau nggak dia ganggu terus, dia tidak peduli dia tancap gas untuk sampai ke tempat peristirahatan restoran langganan, itu nanti dia turun merokok dulu yang dilakukan," lanjut dr Hakim.

Jadi dr Hakim meminta polisi jangan hanya memperhatikan kelainan mobil, tapi carilah pengemudi-pengemudi yang tidak kecanduan bahan adiksi.

Sebaiknya di perusahaan-perusahaan diberitahu oleh pihak Kepolisian Republik Indonesia bahwa untuk mengurangi kecelakaan bukan tergantung dari mobil saja, karena kualitas mobil sekarang dirasa jauh lebih prima.

Hal ini dirasa penting karena hampir semua pengemudi bus jarak jauh adalah perokok atau pecandu nikotin.

"Bukan mobilnya lagi, tapi the man behind the gun. Itu yang paling penting. Hampir semua pengemudi bus jarak jauh adalah perokok. Sulit untuk menemukan yang tidak merokok," kata dr Hakim.

Bagi si perokok kondisi sakau nikotin mungkin tidak mengganggu dan menganggap tubuhnya tetap fit. Padahal sakau nikotin sama halnya dengan sakau terhadap morfin atau ganja.

Perokok tidak bisa mengendalikan. Sangat berbahaya bila pengemudi-pengemudi kendaraan jarak jauh adalah pecandu barang adiktif.| sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply