Saat M. Saleh Mengetuk Iba Para Dermawan

Saat M. Saleh Mengetuk Iba Para Dermawan

PRIA itu hanya mampu duduk. Dia mengenakan baju kemeja dan kain sarung lusuh. Ada ember kecil berwarna hitam di sisi kanan-nya. Ada juga botol air mineral yang tersisa seperempat.

Percikan air terlihat membasahi lantai kayu yang kian lapuk.

Pria tadi adalah M. Saleh, 48 tahun, warga Kampong Blang Balok, Peureulak Kota, Kabupaten Aceh Timur.

Seorang wanita yang duduk di sisi kanannya bersuara agak keras. Bukan membentak. Tapi M. Saleh memang memiliki gangguan pendengaran. M. Saleh menderita penyakit kanker saraf stadium 3. Akibat penyakit ini, M. Saleh menderita kebutaan, gangguan pendengaran dan stroke.

“Penyakit ini telah saya derita hampir dua tahun lamanya,” ujar M. Saleh kepada beberapa pria dan wanita muda yang berkunjung ke rumahnya, Minggu 19 April 2015. Pengunjung tadi berasal dari Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) Kabupaten Aceh Timur.

Sedangkan wanita yang duduk di sisi kanannya tadi bernama Halimatus Saadiah. Wanita berusia 40 tahun dan memakai jilbab merah bergaris hitam putih itu adalah isteri M. Saleh.

M. Saleh mengatakan, sebelum penyakit tersebut menggerogoti hidupnya, ia berprofesi sebagai guru mengaji di kampung itu. M. Saleh oernah mondok di Pesantren Lhoknibong.

Namun aktivitas tersebut kini terhenti akibat kebutaan yang di deritanya. Tumpuan keluarga kini dipikul oleh isterinya seorang diri.

“Sekarang yang bekerja di mana saja, asal halal. Pergi ke sawah, serta pekerjaan serabutan lainnya,” kata Halimatus Saadiah.

M. Saleh sendiri memiliki 4 orang anak. Yang paling tua masih duduk di SMP kelas 2. Sedangkan yang lain masih kecil-kecil.

“Namun kami yakin, Allah Swt pasti membantu hamba-Nya. Pasti ada jalan,” ujar M. Saleh.

Ketua KSDA Aceh Timur, Safriani, mengaku prihatin dengan kemalangan yang menimpa keluarga M. Saleh. Atas dasar tersebut, mereka berkunjung ke rumah keluarga ini.

KSDA BANTU

“Kita ingin membantu meringankan beban keluarga ini,” kata Safriani sambil menyerahkan sedikit sumbangan.

Safriani mengajak seluruh dermawan untuk membantu keluarga ini. “Mereka membutuhkan uluran tangan kita. Bagi yang ingin membantu bisa menghubungi kami,” katanya.

“Saya sangat berharap ada dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu keluarga ini,” ujarnya lagi.

Adakah yang ingin menyusul membantu keluarga ini? [] (mal)

Sumber Foto: Facebook Anie Said

Leave a Reply